
Lalu Sinchem segera menyuruh anak buahnya untuk bergegas menolong Yovela yang ada di dalam gudang itu. Yesika tidak biasa diam saj dia melihat kakaknya seperti sekarang ini.
"Apakah aku harus seperti dulu lagi." Gumam Yesika."Aku tidak bisa seperti ini saja, nenek apa kau mengizinkan aku untuk membantu kakak?" Ucap Yesika memohon.
"Tidak cucuku, kau tidak boleh."
"Tetapi nek, aku tidak bisa membiarkan kakak dalam bahaya, aku harus menolongnya."
Tanpa berkata apapun Yesika langsung pergi meninggalkan tuan Raul, nenek Sasmita, dan Sinchen.
"Sika....kau mau kemana." Panggil Sinchen.
"Sinchen cepat kau kejar Sika, walaupun dia bisa bela diri. Tetapi nenek khawatir padanya." Ucap Nenek Sasmita yang cemas.
"Nenek tenanglah aku akan menyusulnya." Melangkah pergi meninggalkan nenek Sasmita dan tuan Raul.
Sementara Yovela sudah lemah tak berdaya dia tidak mempunyai tenaga lagi Arka terus saja memaksanya untuk tanda tangan.
"Vela cepat kau tanda tangani surat ini." Ucap Arka yang sudah geram.
Yovela tersenyum getir melihat Arka yang terus memaksanya begitu juga dengan Nyonya Marina.
"Arka cepatlah, tidak ada waktu lagi." Ucap Nyonya Marina.
"Sebentar bu, dia belum tanda tangan. Vela cepat jangan mengulur waktuku." Memegang ballpoint yang ada di tangan Yovela.
__ADS_1
"Aku tidak akan tanda tangan Arka, kau tidak akan pernah mendapatkannya." Ucap Yovela dengan suara lemahnya.
"Baiklah jika itu maumu, jangan salahkan aku lihatlah ini." memberikan vidio yang berisi tentang Yesika." Kau lihatlah, kau masih keras kepala atau kau ingin melihat dia mati." Ancam Arka.
"Arka..... jangan pernah kau menyentuh adikku, lepaskan dia." Teriak Yovela.
"Hahaha..... cepat tanda tangani surat ini jika kau ingin adikmu."
"Baiklah, tetapi lepaskan adikku."
"Tentu saja."
Yovela pun segera menandatangani surat pengalihan seluruh aset miliknya kepada Arka. Nyonya Marina tersenyum penuh kemenangan karena dengan mudahnya bisa menipu Yovela hanya dengan sebuah vidio palsu itu.
Dor.....
Dor...
Dor...
"Arka siapa yang menembak." Ucap Nyonya Marina yang sibuk dengan berkas yang sudah di tanda tangani.
"Tidak tahu bu, lebih baik cepat pergi." Ujar Arka yang langsung bergegas.
Mereka berdua pun bergegs keluar tetapi sayangnya Yesika sudah lebih dulu mendobrak pintu gudang itu membuat Arka dan Nyonya Marina terkejut.
__ADS_1
"Mau kemana kalian." Cegah Yesika."Jangan mimpi kalian bisa kabur."
"Heh! kau hanya anak ingusan tidak pantas berkata seperti itu padaku." Ucap Nyonya Marina.
"Bu biarkan aku yang mengurus anak ingusan ini, cepat kau pergilah." Titah Arka.
"Kau berhati- hatilah Arka."
"Kau tenang saja bu."
Nyonya Marina pun pergi meninggalkan Arka dan Yesika, setelah kepergian Nyonya Marina Arka langsung menyerang Yesika dengan beberapa pukulan tetapi dengan mudahnya Yesika bisa mengatasi itu semua.
"Heh! Jadi hanya itu kemampuanmu hmm, sepertinya aku kurang berolah raga. Arka ayo kau jangan lemah seperti itu." Ejek Yesika.
Arka yang tidak terima pun menggeretakkan giginya dan mulai lagi menyerang Yesika. Sementara Yovela di bantu oleh anak buah Sinchen dan yang lainnya, Sinchen melihat Yesika yang sedang memukul Arka hanya tersenyum simpul.
Wanitaku pintar juga.Batin Sinchen.
Akhirnya Arka tersungkur ke tanah dan Yesika pun tersenyum sinis melihay Arka kalah. Lalu dia membalikan badannya menghampiri Sinchen dan yang lainnya, Arka yang tersungkur di tanah pun tida berdaya lagi lalu dia menoleh ke sebelahnya dan ada sebuah pistol dia mengambilnya.
Lalu mengarahkan ke arah Yesika melihat hal itu Yovela dengan cepat menghampiri Yesika lalu memeluk tubuhnya dan memutarnya sehingga dialah yang terkena tembakan dari Arka.
Dor....
"Kakak......"
__ADS_1