
"Nenek... Aduh sakit Nek telingaku!"Ucap Arka yang melepaskan tangannya dari tangan Yesika.
"Apa? Kenapa? Kau kesakitan! Kau baru tahu jika itu menyakitkan, jika kau tahu itu menyakitkan kenapa kau masih mencekal tangan Vela hmm."Kesal nenek Sasmita yang makin kencang menjewer telinga Arka.
Karena suara Arka sangat kencang sehingga membangunkan Tuan Raul dan Nyonya Marina, mereka berdua pun keluar dari dalam kamar menuju sumber suara tersebut.
Yesika mengusap dadanya dan menarik nafas dalam-dalam, jika bukan Nenek Sasmita yang membantunya siapa lagi. Tuan Raul dan Nyonya Marina sampai di ruang keluarga dan melihat ada Arka, nenek Sasmita, dan juga Yovela. Dan hal yang paling membuat Nyonya Marina adalah nenek Sasmita menjewer telinga dan membuatnya semakin geram.
Dengan langkah cepat Nyonya Marina menghampirinya dengan raut wajah kesalnya.
"Ibu ada apa ini? Kenapa kalian ribut sekali ini sudah malam."Kesal Nyonya Marina.
"Siapa suruh dia menganggu cucuku."Ketus nenek Sasmita, lalu melepaskan jewernya.
__ADS_1
Arka pun mengusap telinganya yang merah akibat di jewer, lalu Tuan Raul pun segera bertanya kepada Yesika.
"Vela kau darimana saja, dan pulang selarut ini? Apa yang kau lakukan di luar sana nak?"Tanya Tuan Raul dengan nada lembutnya.
Dengan cepat Yesika pun mengubah raut wajah di hadapan Tuan Raul."Papa tadi aku hanya berjalan-jalan di taman kota, aku bosan di rumah lagi pula aku 'kan hilang ingatan dan belum bisa mengingat apapun."
"Kau pergi ke taman kota dengan siapa? Jika kau tersesat bagaimana?"Tuan Raul memicingkan matanya menatap Yesika, tetapi jauh di lubuk hatinya yang paling dalam dia begitu khawatir dengan keadaan Yesika yang dia anggap sebagai Yovela.
Astaga apa yang harus aku katakan, Papa menanyakan hal ini lagi. Batin Yesika.
"Pasti Vela berbohong Papa."Cecar Arka dia sengaja memanfaatkan situasi ini.
"Vela sayang kenapa kau tidak di antar oleh supir, karena jika kau pergi sendirian apa tidak tersesat."Timpal Nyonya Marina, dia tersenyum licik menatap Yesika yang belum bisa menjawab.
__ADS_1
"Papa... Vela memesan taxsi jadi Vela bertanya kepadanya dimana taman kota itu, dan Vela di antar ke sana Papa jangan khawatir ya Vela baik-baik saja."Jawab Yesika dengan memegang salah satu tangan Tuan Raul."Aku sudah meminta izin nenek, lagi pula nenek mengizinkanku Pa."Menatap nenek Sasmita.
"Sudahlah Raul, kau tidak perlu memperpanjang masalah ini. Yang paling penting Vela pulang dengan selamat."Tutur nenek Sasmita tersenyum manis.
"Iya Bu kau benar, Iya sudah sayang lebih baik kau segera istirahat."Mengusap lembut tangan Yesika.
"Iya papa."
Yesika pun bergegas menaiki anak tangga meninggalkan semuanya, sementara nenek Sasmita pun segera pergi karena dia sangat malas untuk berlama- lama dengan Nyonya Marina dan Arka. Sementara ibu dan anak itu menjadi kesal kepada Tuan Raul yang begitu percaya kepada Yesika.
"Sayang kenapa kau membiarkan Vela pergi? Apa kau tidak curiga kepadanya."Ucap Nyonya Marina dengan nada tidak suka.
"Iya Pa, kenapa Papa begitu percaya kepada Vela!"Timpal Arka.
__ADS_1
"Sudahlah ini sudah malam, sebaiknya kalian tidur dan lupakan semua masalah hari."