
Nenek Sasmita mengikatkan tali ke tangan Yesika lalu dia menghubungi dokter keluarga yaitu dokter Jimmy. Selesai menghubunginya lalu nenek Sasmita menyuruh Tuan Raul untuk segera pulang ke rumah.
"Raul cepat pulang ke rumah, karena dokter Jimmy akan segera datang."
"Tetapi Bu, apakah tidak apa-apa tangan Vela di ikat seperti itu."
Nenek Sasmita menarik nafasnya dalam-dalam dia sebenarnya tidak tega melakukan hal ini, tetapi demi kebaikan sang cucu Nenek Sasmita akan melakukan apapun untuknya.
"Tidak apa-apa Raul, lebih baik kau cepat saja mengendari mobilnya agar cepat sampai di rumah."
"Baiklah Bu."
Tuan Raul pun segera melajukan mobilnya kembali ke rumah dan tak butuh waktu lama mobil telah sampai di rumah, di depan pintu terlihatlah Nyonya Marina dan Paman Samuel yang sedang menatap kedatangan Yesika serta yang lainnya.
"Mama tolong bantu aku."Ucap Tuan Raul.
Tetapi Nyonya Marina hanya melipat tangan di dadanya tanpa ingin membantunya sama sekali, melihat hal itu nenek Sasmita langsung memapah Yesika masuk ke dalam rumah. Tanpa mengatakan apapun kepada Nyonya Marina, karena kondisi Yesika lebih penting dari yang lain.
Dia ruang keluarga nenek Sasmita menyuruh Yesika untuk duduk dan menunggu dokter datang. Kini reaksi dari obat itu telah bekerja bahkan Yesika terus saja berontak.
__ADS_1
"Akh.. lepaskan tanganku ini, panas tolong aku Nek, ini sangat panas sekali."Ucap Yesika dengan wajah yang sudah memerah, akibat menahannya.
"Sabarlah dokter akan segera datang."
"Tidak, aku sangat panas sekali."
Tuan Raul dan yang lainnya pun segera mengikuti nenek Sasmita dan mereka melihat penampilan Yesika yang berantakan seperti ini.
"Entah darimana dia dengan berpakaian seperti itu."Cibir Nyonya Marina.
"Mama, jangan mengatakan hal seperti itu."Ucap Tuan Raul.
Nenek Sasmita yang mendengar hal itupun segera bangun dari duduknya dan ingin menampar Nyonya Marina, tetapi tangannya di cekal oleh Tuan Raul.
"Ibu jangan, lebih baik kau urus Vela sebelum dokter Jimmy datang." Lerai Tuan Raul.
"Awas saja jika kau berani menyakiti cucuku, maka keluar dari rumah ini."Ucap nenek Sasmita dengan sorot mata tajamnya.
Nyonya Marina memutar bola matanya malas lalu Tuan Raul menyuruh nenek sasmita untuk segera membawa Yesika ke kamarnya.
__ADS_1
"Ibu lebih baik kau bawa Vela ke kamarnya agar bisa berganti pakaian."Usul Tuan Raul.
"Baiklah, ayo sayang kita ke kamarmu dan berganti pakaian."
Nenek Sasmita memapah Yesika yang sudah gelisah sedari tadi, sampai di kamarnya Yesika langsung membuka semua pakaiannya karena dia sudah tidak tahan.
"Panas sekali Nek, tolong aku."Pinta Yesika yang ingin membuka kembali kacamatanya tetapi langsung di tahan oleh nenek Sasmita.
"Lebih baik kau ikut nenek, cepat!"
Nenek Sasmita menarik tangan Yesika menuju kamar mandi dan menyuruhnya untuk naik ke bathup, tetapi Yesika menolaknya dan ingin keluar dari kamar mandi. Dengan cepat nenek Sasmita menarik kembali tangan Yesika dan tangan satunya mengambil shower dan menyiramkan ke arah Yesika.
Sehingga Yesika pun mulai menggelengkan kepalanya karena wajahnya di siram oleh nenek Sasmita.
"Nenek cukup, aku tidak mau ini."Ujar Yesika yang masih setengah sadar.
"Diam, kau harus sadar sepenuhnya."
Nenek Sasmita terus saja mengarah shower itu ke arah wajah Yesika berharap dia bisa sadar sepenuhnya.
__ADS_1