Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

"Nenek sihir."


Nyonya Marina pun menoleh ke sumber suara yang begitu dia kenal saat membalikkan badannya Nyonya Marina pun mengerutkan keningnya, dia tidak ingin berdebat dengan seseorang yang ada di hadapannya.


"Kenapa kau diam saja Marina, ayo marahlah!" Ucapnya dengan raut wajah menantang.


Nyonya Marina menarik nafasnya lalu menghembuskannya."Sudahlah Bu, aku tidak mau berdebat denganmu."


Nyonya Marina pun melngkahkan kakinya daripada berlama-lama berdebat dengan nenek Sasmita, dia tidak akan pernah menang berdebat dengannya.


Kini Yesika sedang berkutat dengan laptopnya lalu ponselnya berdering dan mengalihkan pandangannya. Lalu dia pun menjawab panggilan itu dengan hati senang.


"Hallo..."


"......"


"Baiklah."


Yesika pun menutup kembali ponselnya lalu dia menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan makan siang dan Yesika pun segera membereskan dokumen yang berantakkan di meja kerjanya.


Setelah selesai dia bergegas keluar dari ruangannya dan melangkahkan kakinya menuju pintu lift, tak lama pintu lift terbuka dan dia pun segera menuju parkiran mobil dan melajukannya menuju tempat yang di janjikannya.


Sampai di restaurant Yesika pun segera keluar dari dalam mobil lalu dia pun masuk ke dalam restaurant itu. Lalu mengedarkan pandangannya mencari sosok yang di carinya.

__ADS_1


Dari kejauhan seseorang tersebut melambaikan tangannya lalu Yesika pun segera menghampirinya dengan senyum manisnya.


"Maaf Nyonya saya terlambat." Ucap Yesika yang sedikit membungkukkan badannya.


"Tidak apa-apa Nona, silahkan duduk."Ucap seseorang tersebut.


Di meja makan sudah tersaji hidangan yang begitu menggugah selera makan, Yesika yang melihat itupun hanya bisa menelan salivanya saat dia akan duduk.


"Nona kita belum berkenalan, kalau boleh tahu siapa namamu?"Tanyannya dengan menatap seirus.


"Eh.. namaku...."Yesika pun menjeda kalimatnya, dia harus bagaimana mengatakan yang sebenarnya atau memakai nama sang kakak.


Yesika terdiam sejenak dan membuat seseorang yang ada di hadapannya mengerutkan keningnya.


Ada apa dengannya?. Batinnya


Ada apa denganku, kenapa aku merasa nyaman saat di dekatnya. Batin Yesika.


"Apakah ada masalah? Sehingga kau diam saja!" Menaikkan satu alisnya.


"Ah.. tidak ada Nyonya." Tersenyum canggung.


"Ah sudahlah jangan memnggilku Nyonya, rasanya begitu canggung."Ucapnya dengan mengibaskan tangannya.

__ADS_1


"Hah.... oh baiklah. Jadi aku harus memanggilmu apa?"


"Nesya saja."


Yesika pun menganggukkan kepala seakan mengerti, lalu dia pun mulai bertanya kenapa dia memanggilnya untuk datang ke restaurant itu.


"Ehmm.. itu Nyonya sebenarnya ada apa memanggil saya kemari?" Tanya Yesika hati-hati.


Apakah aku harus mengatakannya sekarang?. Batinnya.


Yesika masih menunggu jawaban dari Nyonya Nesya, karena Nyonya Nesya masih terdiam seakan ragu untuk mengatakannya.


"Nyonya..."Ucap Yesika sambil mengibaskan tangannya.


Dan membuat Nyonya Nesya terkejut lalu dia pun tersenyum manis."Eh, tidak ada. Lebih baik kau makanlah dulu."


"Oh baiklah."


Yesika pun mengnggukkan kepalanya lalu merek berdua pun memakan makanannya dan setelah selesai Yesika pun seger berpamitan kepada Nyonya Nesya, karena pekerjaan di kantor masih setia menunggunya.


"Baiklah Nyonya sepertinya kita harus berpisah di sini."Ucap Yesika yang kini sudah berada di luar pintu.


"Baiklah, kau berhati-hati dengan orang di sekelilingmi." Bisiknya.

__ADS_1


Deg..


Detak jantung Yesika pun berdetak sangat kencang karena dia mengerti apa arti dari kata tersebut. Mungkinkah dia tahu siapa dirinya yang sebenarnya? Entahlah yang pasti itu membuat Yesika terkejut, sementara Nyonya Nesya sudah pergi masuk ke dalam mobilnya.


__ADS_2