Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Hari ini Nyonya Nesya pun sudah kembali berkumpul bersama keluarganya, Yovela pun begitu bahagia saat mendengar ibu kandungnya masih hidup. Yovela tiada hentinya memeluk Nyonya Nesya karena rasa rindu yang amat dalam.


Hari ini juga Yesika begitu sibuk mengurus pernikahannya dengan Reza, mereka sibuk dengan berbagai macam hal dari undangan sampai cathring juga mereka lakukan bersama.


"Vela, maafkan ibu nak selama ini menjauh dari kalian."Ujar Nyonya Nesya.


"Ibu, kau tidak perlu meminta maaf karena aku sudah memaafkanmu bu."


"Terima kasih sayang."


Mereka berdua pun saling memeluk lalu terdengar suara seorang gadis yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Hanya kak Vela saja yang di sayang!" Ujarnya dengan raut wajah kesalnya.


Yovela pun melepaskan pelukkannya dan menoleh ke belakang lalu dia tersenyum manis. Dan bangun dari duduknya menghampiri adiknya yang manja itu.


"Adikku sayang, kau juga ingin di peluk? Kemarilah kakak akan memelukmu." Ujarnya dengan merentangan kedua tangannya.


"Ikh... Apaan sih kak, udah ah malu tuh sama kak Sinchen." Sahut Yesika, lalu melangkah meninggalkan Yovela.


Yovela hanya terkekeh melihat tingkah adiknya, Yesika menghampiri Nyonya Nesya dan bergelayut manja.


"Ibu..." Rengek Yesika.

__ADS_1


"Ada apa sayang."


"Rindu ibu."


Yesika pun bersikap manja dan semua orang hanya bisa tersenyum kecil, lalu Nyonya Nesya teringat sesuatu yang harus dia selesaikan.


"Sayang, lepaskan tangan ibu sebentar saja."Ucap Nyonya Nesya.


"Ada apa bu? Kelihatnya kau begitu serius." Jawab Yesika yang melepaskan tangannya.


Nyonya Nesya pun menarik nafasnya sebelum dia mengatakan sesuatu yang sangat penting baginya.


"Maaf semuanya, sepertinya aku harus membereskan sesuatu dulu." Bangun dari duduknya.


"Apakah ada masalah bu? Katakanlah bu, aku tidak mau ibu pergi lagi!" Ucap Yesika dengan mata yang sudah berkaca- kaca.


Begitu juga dengan yang lainnya, mereka tidak ingin kehilangan Nesya untuk kedua kalinya.


"Tidak Nesya, kau tidak boleh pergi." Ucap Tuan Raul yang tidak rela.


"Raul, kau tenang saja dan aku akan kembali lagi. Jika semua sudah selesai."


"Nesya lihatlah anak- anak kita, mereka membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan juga nasihat darimu." Menjeda kaimatnya." Sudah bertahun-tahun aku dan semuanya menunggumu." Ucap Tuan Raul dengan raut wajah sedihnya.

__ADS_1


Nyonya Nesya hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya lalu dia menghampiri Tuan Raul.


"Aku hanya pergi sebentar saja, tida akan lama." Ujarnya dengan memegang lengan Tuan Raul.


"Baiklah, hati- hati di jalan." Sahut Tuan Raul lagi, rasanya berat melepaskan Nesya.


"Iya aku tahu itu. Bu, aku pergi sebentar saja dan akan membawa dia kembali pulang untuk bersama." Menoleh ke arah nenek Sasmita.


"Iya nak, kau berhati-hatilah sayang."


***


"Ayah ikutlah denganku, mereka sangat merindukanmu ayah."Ujar seorang wanita, yang sedari tadi memaksanya agar ikut dengannya.


"Jika aku ikut apakah mereka akan menafkanku juga?" Jawabnya lemas.


"Tentu saja, ayah."


"Baiklah, aku juga sangat merindukannya."


Setelah selesai semuanya mereka pun pergi bersama, waktu yangdi butuhan lumayan lama dan kini mobil mereka pun telah sampai di rumah sederhana. Lalu kedua orang itu keluar dari dalam mobil.


Sebelum melangkahkan kakinya sejenak dia menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan, lalu melangkah masuk ke dalam rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2