
Hari ini adalah hari weekend untuk berkumpul bersama keluarga begitu juga dengan Yesika yang siang ini dia akan belanja ke supermarket, lalu Yesika pun di antar supir untuk belanja.
Sesampainya di supermarket supir menurun Yesika di depan pintu supermarket, lalu dia pun keluar dari dalam mobil dan Yesika mulai masuk ke dalam untuk membeli beberapa barang yang dia butuhkan.
Saat sedang mendorong keranjang belanjaan dan saat bersamaan juga Yesika yang kurang hati-hati dia menabrak keranjang belanjaan milik orang lain dan membuatnya terkejut.
"Ya ampun maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja."Ucap Yesika lalu sedikit membungkukkan badannya.
"Akh tidak apa-apa, lagi pula kau tidak sengaja."Jawabnya lembut.
"Terima kasih Bibi."Tersenyum manis.
Yesika pun kembali mendorong karena karena ada yang belum dia beli, sementara seseorang itupun tersenyum melihat kepergian Yesika.
Akhirnya kita bertemu. Batinnya.
Dia pun mendorong kembali, cukup lama berputar-putar akhirnya Yesika sudah selesai dengan belanjanya dan dia memutuskan untuk ke kasir dan membayarnya. Antrian cukup panjang dan membuatnya harus mengantri lebih lama lagi.
Sebagian orang telah selesai dengan belanjaannya, lalu kini giliran Yesika yang akan membayarnya tetapi sudah di dahului oleh orang yang dia tabrak tadi.
"Mbak biar saya yang bayar."Ucapnya dengan menyodorkan kartu kredit.
__ADS_1
"Bibi kau tidak perlu repot-repot membayarnya, aku saja mbak ini ambillah kartuku."Yesika menahan kartu milik wanita paruh baya itu.
"Sudahlah tidak apa-apa, sekalian aku akan membayar milikku juga."
"Tidak, tidak aku yang akan membayarnya. Mbak cepat ambil kartu ini."
Yesika menyodorkan kartu miliknya dan membuat kasir kebingungan harus mengambil yang mana. Dan pada akhirnya kasir pun mengambil kartu keduanya dan dia pun menghitung belanjaan masing-masing.
Setelah selesai membayar mereka berdua keluar bersamaan dan membuat keduanya kembali berbicara.
"Bibi maaf ya."Ucap Yesika yang tak enak hati.
Wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya tidak mengerti."Minta maaf untuk apa?"
Wanita paruh baya itu tersenyum manis dan reflek saja tangannya mengusap lembut kepala Yesika , dan membuat Yesika merasa nyaman.
Perasaan apa ini, kenapa bibi ini begitu lembut sikapnya. Batin Yesika.
"Kau tidak perlu meminta maaf, karena bukan kesalahanmu. Kalau boleh tahu siapa namamu?" Tanya wanita paruh baya itu yang memang sengaja bertanya seperti itu.
"Ye...Eh maksudku Yovela."Tersenyum canggung dan hampir saja ketahuan identitasnya.
__ADS_1
"Oh Yovela, kau sangat cantik dan juga lembut pasti ibumu sangat bangga memiliki putri sepertimu."
"Aku tidak mempunyai ibu, nenek bilang ibuku sudah meninggal."
"Oh maafkan bibi, bibi tidak bermaksud menyakiti hatimu."
"Tidak apa-apa Bi, ini bukan salahmu."
Seketika raut wajah Yesika berubah menjadi sendu, dan bulir bening pun akan siap meluncur jika dia berkedip. Melihat hal itu hati wanita paruh baya itu merasakan sakit yang amat dalam.
Maafkan aku, suatu saat nanti kau pasti akan mengerti.Batinnya.
Dengan cepat Yesika segera mengalihkan pandangannya karena mobil supirnya telah datang. Yesika langsung berpamitan kepada wanita paruh baya itu untuk segera pulang.
"Bibi aku harus pulang, apa tidak ada orang yang menjemputmu?" Tanya Yesika sambil mengedarkan pandangannya.
"Bibi akan naik taxsi saja, kau pulanglah."
"Apa bibi yakin? Bagaimana kalau aku mengantarmu?"
"Tidak kau lebih baik pulanglah."
__ADS_1
Akhirnya Yesika pun pulang lebih dulu meninggalkan wanita paruh baya itu. Dia hanya tersenyum kecut melihat kepergian Yesika dan dia pun segera pulang karena supirnya sudah sedari tadi menunggunya.