
Sebulan telah berlalu kini kondisi Tuan Robert juga sudah pulih dan dia pun sudah membuat janji dengan Tuan Raul jika hari ini akan membicarakan surat wasiat dari Nyonya Nesya.
Semua keluarga sudah berkumpul terlihat raut wajah kesal dan amarah dari raut wajah Arka dan Nyonya Marina, paman Samuel sudah beberapa hari ini sibuk menyelidiki orang yang melaporkan telah menculik pengacara Robert
Tetapi hasilnya nihil dia sama sekali tidak menemukan jejak dari orang itu, karena orang itu sangat pintar dan paman Samuel belum bisa memastikannya. Tetapi kemarin Arka memberi tahunya jika ada yang aneh dari sikap Yovela selama paman Samuel tidak, dan membuat Paman samuel penasaran siapakah sebenarnya Yovela ini? Entahlah paman Samuel atau yang lainnya belum mengetahuinya.
Suara deru mobil telah berhenti di depan rumah mewah dengan stelan jas yang mahal Tuan Robert keluar dari dalam mobil dan membawa berkas yang akan dia beritahukan kepada keluarga Barata. Melangkah masuk dan di ruang keluarga semuanya sudah berkumpul mereka menunggu kedatangannya.
"Selamat siang Tuan Raul." Sapa Tuan Robert.
"Selamat siang juga Tuan Robert, bagaimana keadaanmu apakah sudah pulih."Menjabat tangan Tuan Robert.
"Puji Tuhan, saya sudah pulih Tuan Raul dan akhirnya saya bisa menjalankan pesan dari Nyonya Nesya."
"Baiklah silahkan duduk Tuan."
__ADS_1
Mereka pun duduk dan mau tidak mau Nyonya Marina hadir dalam acara pengalihan harta warisan kepada Yovela. Arka sebenarnya sangat malas untuk mengikutinya tetapi nenek Sasmita memaksa untuk ikut.
"Ibu, Vela dimana? Kenapa dia belum berkumpul juga."Tanya Tuan Raul.
"Sebentar lagi dia akan turun Raul, kau tenanglah dulu."
"Baiklah Bu."
Tak lama Yesika pun turun dan ikut berkumpul bersama keluarga yang lainnya, dan Tuan Robert pun memulainya semua anggota keluarga pun mendengarkannya.
"Jadi seluruh harta warisan juga aset yang lainnya adalah milik Nona Yovela Felicia Barata, dan keputusan ini sudah sah dari pihak Nyonya Nesya."Tutur Tuan Robert, yang sedari tadi menjelaskan.
"Arka jaga bicaramu, apa kau tidak malu."Ucap nenek Sasmita menatap nyalang ke arah Arka.
Ingin sekali nenek Sasmita melempar Arka ke kandang harimau agar dia bisa sadar dengan ucapannya. Tuan Raul tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena itu hak Yovela.
__ADS_1
"Arka sudahlah kau jangan membuat malu, Papa masih punya perusahaan kecil. Apa kau mau mengelolanya Arka?"Tanya Tuan Raul, agar tidak terjadi perdebatan.
"Cih!!! Perusahaan akan bangkrut saja masih di banggakan Pa, aku tidak butuh perusahaan kecil itu dan tidak ada untungnya bagiku."Menatap sinis ke arah Tuan Raul.
"Arka jangan membuat malu."
Nenek Sasmita semakin kesal dengan sikap Arka yang tidak tahu sopan santun itu. Yesika bingung harus bagaimana lagi agar Arka mengerti.
"Marina apa kau tidak bisa mendidik putramu dengan baik hah! Atau kau tidak pernah mengajarkan sopan dan santun kepada anak ini." Menatap tajam ke arah Marina.
"Ibu yang di katakan Arka itu benar, untuk apa perusahaan kecil jika pada akhirnya akan bangkrut juga."Sahut Nyonya Marina dengan ketus.
Tuan Raul tidak tahan melihat keluarganya yang setiap hari selalu saja bertengkar hanya karena warisan itu, lalu dia pun melerainya.
"Sudah kalian semua, kenapa jadi bertengkar seperti ini, Arka cukup kau jangan membuat malu Papa. Papa akan memberikanmu jabatan yang tinggi yaitu menjadi Manager di perusahaan Vela."Tutur Tuan Raul, lalu menatap Yesika."Sayang, Arka akan menjadi Manager di perusahaanmu dan dia akan membantumu mengurus semuanya. Kau tidak keberatan 'kan?"
__ADS_1
Yesika tersenyum manis."Tidak Papa, itu keputusan yang terbaik."
"Tidak mau, jangan pernah menyuruhku Papa."