Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Keesokkan paginya saat swdang sarapan Tuan Raul pun mengatakan apa yang di katakan oleh Sinchen semalam.


"Vela, keluarga Sinchen ingin mempercepat penikahanmu dengannya, bagaimana menurutmu sayang?" Tanya Tuan Raul.


Yesika yang sedang memakan rotipun berhenti sesaat, lalu menatap tuan Raul.


"Papa, aku belum siap untuk menikah." Ucap Yesika sedih." Lagi pula aku tidak mengenal dia."


Nenek Sasmita memegang jari Yesika dan membuat Yesika menoleh ke arahnya.


"Nak, percayalah sejauh apapun kau melangkah jika dia sudah jodohmu tidak akan bisa di tunda lagi." Ucap Nenek Sasmita tersenyum manis.


"Nek, bukan seperti itu aku.." Ucapnnya langsung di potong nenek Sasmita.


"Cucuku, nenek percaya kepadamu jangan terlalu lama untuk berfikir. Kau harus percaya kepada nenek." Ujar nenek Sasmita dengan menggenggam tangan Yesika.


Yesika menghembuskan nafas kasarnya bukan masalah jika dia bertemu dengan Sinchen, tetapi apakah dia bisa menerima dirinya sebagai Yesika dan bukan Yovela. Entalah! Dia sendiri pun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Hanya saja saat ini Yesika harus mengikuti permintaan sang nenek juga tuan Raul.


****


Di kantor Yesika pun termenung dia tidak begitu yakin, mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang di sebrang sana. Dan setelah pulang bekerja Yesika akan pergi menemuinya agar masalah cepat selesai.


Setelah selesai dengan pekerjaannya Yesika melajukan mobilnya menuju rumah seseorang, tanpa Yesika sadari ada sebuah mobil yang mengikutinya jaraknya agak jauh sehingga Yesika tidak sadar.

__ADS_1


Sampai di sebuah gang kecil Yesika keluar dari mobilnya dia mengedarkan pandangannya, dia takut jika ada orang yang mengikutinya. Merasa sudah aman Yesika pun segera masuk ke dalam gang tersebut dengan langkah cepatnya.


Seseorang itupun segera mengikuti Yesika yang masuk ke dalam gang tersebut, dan langkahnya terhenti saat melihat dua orang dan wajah yang sama.


Yovela ada dua? Tetapi dia siapa. Batinya.


"Hmm.. menarik." Ucapnya, lalu membalikkan badannya meninggalkan Yesika.


Di dalam rumah Yesika pun menceritakan semuanya kepada Yovela.


"Iya sudah Sika, kau terima saja."Ucap Yovela yang meneguk tehnya.


"Tetapi kak, dia harus tau siapa aku yang sebenarnya. Tidak mungkin kita akan bertukar peran seperti ini kak." Ujar Yesika yang khawatir.


"Apa memang harus seperti itu kak, lalu dia akan menerimanya begitu saja."


"Semoga saja."


Setelah menceritakan semuanya tidak terasa waktu sudah malam, Yesika pun segera berpamitan untuk pulang.


****


Kini Yesika sedang di kantornya entah kenapa hatinya begitu gelisah sebenarnya dia ingin masalahnya segera selesai dan tidak ada yang mengganjal di hatinya. Saatnya jam makan siang Yesika pun bergegs keluar dari ruangannya karena dia telah membuat janji dengan Sinchen dan juga Yovela.

__ADS_1


Yesika tidak ingin Sinchen salah paham padanya jika orang yang selama ini dia cari adalah kakaknya bukan dirinya.


Sesampainya di restaurant dekat kantor Yesika duduk dan lalu dia pun memesan makanan, sambil menunggu Yesika memainkan ponselnya karena Sinchen ataupun Yovela belum juga datang.


Sepersekian detik Sinchen pun telah datang dengan senyum manisnya lalu dia pun duduk di kursi.


"Kau sudah lama menunggu?"Tanya Sinchen.


"Tidak, baru sepuluh menit." Ucap Yesika yang masih sibuk menatap ke arah pintu, karena dia menunggu Yovela.


Melihat hal itu Sinchen pun menautkan kedua alisnya dan bertanya kepada Yesika.


"Ada apa sayang, kenapa kau terus melihat ke pintu masuk? Apakah ada seseorang yang kau tunggu?" Selidik Sinchen.


"Aku sedang menunggu seseorang, karena ada hal penting yang ingin aku katakan padamu. Apa kau bisa menunggunya, sebentar saja." Pinta Yesika dengan mengatupkan kedua tangannya.


Sinchen menghembuskan nafas kasarnya sebenarnya siapa yang sedang di tunggu oleh Yesika, dan hal penting apa sehingga harus menunggunya.


"Baiklah, aku akan menunggu."


"Terima kasih."


Tak lama pelayan pun datang membawa makanan yang sudah dia pesan.

__ADS_1


__ADS_2