
Yesika menjalani hari-harinya yang telah berubah menjadi Nona Muda keluarga Barata, kini dia pun sibuk dengan beberapa dokumen yang harus dia kerjakan.
Seseorang mengetuk pintu ruangan Yovela dan dia menyuruhnya masuk ke ruangannya.
"Bu, ini dokumen yang ibu minta."Ucapnya dengan membawa dokumen tersebut.
"Oh baiklah terima kasih."Tersenyum manis.
"Baik Bu, saya permisi dulu.".
Yesika menganggukkan kepalanya dan dia mulai membuka dokumen tersebut dan mempelajarinya. Tidak terasa waktu semakin sore kini Yesika sudah selesai dengan dokumennya lalu dia pun meregangkan otot-ototnya karena seharian duduk bukanlah hal yang mudah.
Yesika telah selesai dan dia segera membereskan meja kerjanya, lalu mengambil tas dan merapikan blazernya. Melangkah keluar dari pintu ruangan menuju pintu lift dan masuk, tak lama pintu lift terbuka Yesika melangkah keluar dan supir sudah menunggunya sedari tadi.
Masuk ke dalam mobil, dan mobil mulai melaju pulang ke rumah selama perjalanan semuanya lancar saja. Tetapi di tengah perjalanan ada seseorang yang terluka sehingga sang supir pun mengerem mendadak dan membuat Yesika terbentur kursi kemudi.
"Aduh pak, ada apa ini. Kenapa rem mendadak."Ujar Yesika yang mengusap keningnya.
"Maaf Nona, di depan ada orang yang meminta tolong dan terluka."Ucap supir itu sambil menunjuk ke arah orang yang ada di depan mobilnya.
__ADS_1
"Iya sudah pak, ayo bantu dia dan pasti membutuhkan bantuan kita."Jawab Yesika yang langsung keluar dari dalam mobil.
Supir pun segera ikut keluar dari dalam mobil mereka berdua menghampirinya dan bertanya kepada seseorang yang terluka itu.
"Kau tidak apa-apa?"Tanya Yesika khawatir.
"Tolong saya, Nona...Kaki saya terluka."Jawabnya dengan raut wajah sedihnya.
"Baiklah aku akan menolongmu."
Sebel menolong Yesika dan supirnya pun ada yang memukul dari belakang sehingga mereka berdua pun pingsan. Sementara orang yang terluka itu tersenyum sinis, dan bangun dari duduknya.
"Heh! hanya gadis bau kencur saja tidak ada yang susah bagiku. Cepat kalian bawa gadis itu jangan sampai ada yang melihat."Titahnya.
"Baik Bos."
Mereka semua meninggalkan supir yang pingsan dan lebih memilih membawa Yesika, karena target mereka adalah Yesika. Yesika di bawa masuk ke dalam mobil berwarna hitam dan langsung pergi begitu saja.
Sementara dia rumah Arka tersenyum bahagia mendapat kabar jika rencananya telah berhasil dan membuat Nyonya Marina yang baru masuk mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Ada apa denganmu Arka? Tidak mungkin kau kesurupan bukan!"Tanya Nyonya Marina yang bingung.
"Mama tenanglah dan semoga malam ini rencanaku berjalan dengan lancar."Sahut Arka.
"Aku tidak mengerti Arka apa yang kau rencanakan!"Nyonya Marina menyipitkan matanya.
"Sudahlah Mama duduk manis saja, aku akan pergi keluar sebentar."Pamitnya.
"Hei anak tengil kau mau kemana hah ini sudah malam."Teriak Nyonya Marina.
Tetapi Arka tidak mendengarkannya dia terus melangkah semakin jauh dan melewati ruang keluarga di sana ada Tuan Raul dan nenek Sasmita yang terlihat begitu khawatir dengan keadaan Yesika saat ini. Karena sudah malam tetapi tidak ada tanda-tanda Yesika akan pulang.
"Raul bagaimana ini? Vela belum pulang sampai sekarang."Ucap Nenek Sasmita yang sedari tadi khawatir.
"Ibu tenanglah, aku sudah menelepon supir pribadinya tetapi belum ada jawaban sampai sekarang."Ujar Tuan Raul yang sedari tadi menghubungi supir tersebut.
Arka hanya menatap datar dan melangkahkan kakinya menuju keluar dari rumah itu, tetapi langkah kakinya terhenti karena ada yang memanggilnya.
"Mau kemana kau..."
__ADS_1