
"Kakak...."Ucap Yesika dengan memeluk tubuh Yovela yang lemah tak berdaya itu."Arka......." Teriak Yesika dengan sorot mata tajam dan juga air mata yang membasahi wajah cantiknya.
Lalu orang suruhan Sinchen pun segera menangkap Arka sedangkan Nyonya Marina kabur dengan membawa surat yang sudah di tanda tangani Yovela.
"Kakak hiks hiks bertahanlah, Papa cepat bawa kakak ke rumah sakit." Teriak Yesika dengan air mata yang bercucuran.
"Iya sayang." Tuan Raul segera mengendong tubuh Yovela.
Yesika terus saja menangis Sinchen menghampirinya dan memeluk Yesika dengan erat.
"Sinchen hiks hiks kakak... aku takut Sinchen hiks hiks." Ucap Yesika dengan isak tangisnya yang tidak berhenti.
"Tenanglah, kita berdoa semoga kakakmu tidak apa-apa, lebih baik kita menyusul ke rumah sakit. Kalian bereskan tempat ini." Titah Sinchen pada anak buahnya.
"Baik Tuan."
Sinchen pun memapah Yesika keluar dari gudang itu menuju mobilnya untuk menyusul ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Yesika langsung segera menyusul tuan Raul dan nenek Sasmita yang sedang menunggu di depan ruang operasi.
__ADS_1
"Nenek, papa bagaimana keadaan kakak sekarang?" Tanya Yesika yang khawatir.
"Sayang tenanglah, dokter sedang berusaha menolong kakakmu." Ucap nenek Sasmita.
Tak lama bi Rahma datang dengan tergopoh- gopoh menghampiri semuanya.
"Tuan, Nyonya besar bagaimana keadaan non Vela?" Ucap bi Rahma sopan.
"Vela sedang di tangani dokter bi." Ucap tuan Raul.
"Ibu..." Yesika memeluk bi Rahma.
Bi Rahma pun membalas pelukkan dariYesikan dan membuat Yesika merasa nyaman. Sinchen sama sekali tidak mengerti tetapi dia tetap memperhatikannya.
"Dok, bagaimana keadaan putriku?" Tanya tuan Raul yang tidak sabar.
"Tuan tenang saja, nona Yovela baik-baik saja. Hanya butuh waktu agar nona Vela sadar." Ucap Dokter yang menjelaskan.
"Baik dok,terima kasih." Ucap Tuan Raul.
__ADS_1
Nenek Sasmita dan Yesika saling memeluk karena keadaan Yovela sudah membaik dan akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap. Sinchen yang sedari tadi diam saja akhirnya pun mulai bertanya.
"Nenek, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Sinchen penasaran, walaupun dia tahu.
Nenek Sasmita menarik nafasnya dalam sebelum dia mengatakan sesuatu kepada Sinchen. Sepersekian detik Nenek Sasmita pun mulai menceritakannya dari awal.
"Baiklah nak, nenek akan menceritakannya."Ujar nenek Sasmita.
Nenek Sasmita pun menjelaskan dan tuan Raul terkejut jika istri tercintanya masih hidup, tetapi kenapa dia harus melakukan hal seperti itu. Nenek Sasmita pun selesai menjelaskannya dan akhirnya Sinchen mengerti.
Lalu Yesika pun mengajak Sinchen untuk pergi ke taman rumah sakit karena ada hal yang mengganggu pikirannya saat ini.
"Nek, papa aku ingin berbicara dengan Sinchen sebentar saja. Sinchen ada hal yang ingin aku tanyakan padamu." Ucap Yesika kepada nenek Sasmita dan tuan Raul, lalu mengajak Sinchen pergi.
Nenek Sasmita menganggukkan kepalanya begitu juga dengan Tuan Raul. Yesika membawa Sinchen ke taman rumah sakit, Yesika duduk dia menatap lurus ke depan dan Sinchen pun duduk di sampingnya.
"Kau ingin mengatakan apa?" Tanya Sinchen.
Sebelum menjawab Yesika menarik nafasnya dia butuh waktu untuk menanyakan hal yang selalu mengganjal di hatinya, entah ini akan membuat Sinchen marah atau tidak dia tidak perduli.
__ADS_1
Sepersekian detik Yesika mulai bertanya kepada Sinchen dengan tatapan lurus ke depan tanpa menoleh sedikitpun.
"Sekarang kau sudah tahu siapa aku sebenarnya, apa kau sudah memutuskannya?" Tanya Yesika datar.