
Hari pernikahan pun telah tiba kini Yovela sudah di rias secantik mungkin, selesai di rias Yesika pun masuk ke dalam kamar sang kakak dengan tersenyum manis Yesika menghampiri sang kakak.
"Kak, kau sangat cantik." Ucap Yesika dengan senyum manisnya.
Yovela tersenyum dan menggenggam kedua tangan Yesika." Kau juga cantik."
Ketika mereka berdua sedang asyik mengobrol lalu seseorang pun berdiri di depan pintu sambil bersandar pada dinding dengan tangan di lipat di dada.
"Sayang, mau sampai kapan kau akan mengobrol dengannya?" Ucapnya santai.
Keduanya menoleh lalu Yovela mengerutkan keningnya dan menatap Yesika, Yesika mengerti dengan tatapan sang kakak dia hanya tersenyum tipis.
"Jadi...." Ucapnya langsung di potong seseorang yang berdiri di depan pintu.
"Jadi, aku ini adalah adik iparmu kak Vela." Ucapnya santai.
Yovela membulatkan matanya dia tidak percaya dengan ucapannya dan menatap kembali Yesika.
"Kakakku sayang, aku sudah memutuskannya jika hatiku memilih kak Reza sebagai pasangan hidupku. Jadi kakak restuilah hubungan kami ini." Ujar Yesika dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Yovela tersenyum mendengar itu semua dia pun menganggukkan kepalanya, dan membuat Reza menghampiri keduanya lalu dia pun merangkul Yesika.
"Terima kasih kakak ipar." Ucapnya.
"Iya, kau harus menjaga adikku dengan baik jangan sampai kau menyakitinya." Ucap Yovela yang posesif.
"Siap kakakku." Jawab Reza dengan memberikan hormat kepada Yovela.
Yovela dan Yesika pun saling menggelengkan kepalanya lalu, Tuan Raul menghampiri mereka semua karena sudah waktunya untuk pergi ke gereja.
"Vela, apa kau sudah siap?" Tanya Tuan Raul.
"Baiklah, ayo kita ke gereja."
Mereka semua pun keluar dari kamar menuju lalu keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil.
***
Di gereja semua tamu saling berdatangan untuk melihat pernikahan Yovela dan Sinchen, tak lama mobil Yovela pun sampai lalu perlahan- lahan Yovela keluar dari dalam mobil di bantu oleh Yesika dan bi Rahma.
__ADS_1
Yovela tersenyum manis saat masuk ke dalam gereja dan para tamu pun menatap kagum akan kecantikan Yovela di altar pernikahan Sinchen tersenyum manis ke arah Yovela. Begitu juga dengan Yovela setelah sampai bapak pendeta pun mulai bertanya kepada keduanya.
"Apakah kalian sudah siap menikah? Karena pernikahan ini sakral sekali seumur hidup dan tidak bisa bercerai." Ucap pendeta menatap keduanya.
"Siap." Jawabnya bersamaan.
Lalu pendenta itupun membaca janji pernikahan yang akan di ikuti oleh Yovela dan sinchen. Setelah selesai membaca janji pernikahan dan mereka berduapun sah menjadi pasangan suami istri.
Sementara Yesika dan Reza bahagia jika sang kakak telah menikah dengan pilihannya, Tuan Raul begitu terharu sehingga tidak terasa meneteskan air matanya.
"Papa kenapa kau menangis." Ucap Yesika yang tidak sengaja melihat Tuan Raul meneteskan air matanya.
Tuan Raul tersenyum lalu dia memeluk Yesika." Papa tidak apa- apa sayang, hanya saja sekarang putri papa sudah berkurang satu."
Yesika yang mendengar hal itupun segera memeluk erat Tuan Raul.
"Siapa bilang putri papa berkurang, tidaka ada yang berukang pa, kak Vela masih ada di sini. Kak Vela masih ada di hati papa."
Tuan Raul tersenyum setelah Yesika mengatakan itu dan melepaskan pelukkannya. Yesika mengusap lembut pundak Tuan Raul, begitu juga dengan Reza dia bahagia melihat Yovela telah menjatuhkan pilihannya kepada Sinchen.
__ADS_1