Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

"Ckck memang wanita itu susah di tebak, lain di mulut lain pula di hati." Sahut Sinchen yang berdecak kesal.


"Mana ada seperti itu." Jawab Yesika cepat dengan wajah yang memerah.


"Sudahlah kau tidak perlu seperti itu. Ayo pergi."Sinchen bangun dari duduknya.


"Kemana?" Yesika mengerutkan keningnya.


"Kau bilang ingin menolong seseorang, ayo bawahanku sudah menemukannya."


"Benarkah? Baiklah."


Mereka pun masuk ke dalam mobil Sinchen selama perjalanan Yesika pun tidak tenang ada perasaan takut dan juga khawatir. Lalu ponsel Yesika berdering membuatnya terkejut lalu dia mengambil ponselnya yang ada di dalam tas dan memjawab panggilan tersebut, berharap jika itu sang kakak yang meneleponya.


Namun bukan sang kakak yang menjawabnya melainkan seseorang yang menyekap sang kakak, meminta agar Yesika segera ke gudang tua yang ada di dekat hutan kota.


Sinchen menatap Yesika seolah meminta penjelasan, Yesika menoleh dan menyipitkan matanya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu!"Ujar Yesika sinis.

__ADS_1


"Apa yang mereka katakan padamu?" Tanya sinchen serius.


"Mereka menyuruhku ke hutan kota. Sinchen, aku takut terjadi sesuatu dengannya apa kau bisa lebih cepat sedikit." Sahut Yesika yang begitu khawatir.


"Tenanglah, orangku pasti sudah di sana kau harus bersabar."


***


Sementara Yovela tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya lalu dia pun membuka matanya dan mengedarkan pandangannya, tidak ada siapapun. Lalu terdengar pintu ruangan terbuka dan menghampiri Yovela dengan senyum devilnya.


"Hehehe... ternyata kau sudah sadar, kakak tiriku sayang." Ucapnya dengan membelai pipi Yovela lalu mencengkram kedua pipinya." Kau pikir aku bodoh, kau bertukar dengan kembaranmu itu 'kan sehingga semua orang tahi jika Yovela asli telah tiada." Dengan sorot mata tajam.


"Kenapa kakak tiriku sayang kau ingin mengatakan apa?" Ucapnya dengan senyum dingin."Oh kau memintaku untuk membuka ini." Menunjuk sumpelan yang ada di mulut Yovela.


Yovela menganggukkan kepalanya lalu Arka pun membuka sumpelan itu dan akhirnya Yovela bisa bernafas lega.


"Tuan apa maksudmu?" Ujar Yovela berpura- pura.


"Kau masih saja memainkan drama kuno itu, kakaku tersayang. Hari ini katakanlah apa yang ingin kau katakan karena sisa hidupmu ada di tanganku." Bisiknya.

__ADS_1


"Kau mengancanku, Heh! Cepat atau lambat kebusukkanmu akan terbongkar Arka. Papa pasti akan membencimu." Ucapnya dengan nada mengejek.


Arka yang tidak tahan pun segera mencengkram lagi kedua pipi Yovela. Yovela pun meludahi wajah Arka dan membuat Arka murka serta sorot mata yang begitu tajam.


Plak....


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Yovela dia hanya bisa meringis kesakitan, karena kedua tangan dan kakinya di ikat.


"Jangan macam- macam denganku Vela, kau tidak akan pernah tahu apa yang akan aku lakukan padamu selanjutnya."


Lalu wanita paruh baya pun masuk ke dalam gudang itu dengan tatapan sinisnya dia menatap ke arah Yovela.


"Yovela... hahahaha kesayanganku ternyata kau menderita juga, baiklah aku akan berbaik hati untuk memenuhi keinginanmu. Pergilah dengan tenang menyusul ibumu." Ucapnya dingin.


Yovel terkejut dengan ucapan wanita paruh baya itu darimana dia tahu jika ibunya meninggal?


Apakah ada hubungannya dengan dia?


"Bibi Marina, kenapa kau mengatakan hal itu? Atau kau yang melakukannya pada ibuku, katakan bibi."Ujar Yovela dengan mata berkaca- kaca.

__ADS_1


"Hahaha...lihatlah bu wajahnya sangat menyedihkan sekali." Tutur Arka dengan nada mengejek.


__ADS_2