Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Yesika pun kembali ke kantornya dengan penuh tanda tanya yang selalu berputar-putar di otaknya hanya ada satu yang membuatnya semakin bingung. Siapakah orang itu sebenarnya? Tak ingin berlarut dengan pikirannya, Yesika pun masuk kembali ke dalam ruangannya dan melanjutkan kembali pekerjaannya.


Tidak terasa hari pun semakin sore dan sudah waktunya untuk kembali ke rumah, kini Yesika sudah sampai di rumahnya lalu dia keluar dari dalam mobil dan di depan rumah ada Paman Samuel yang sudah beberapa hari ini pergi mengurus sesuatu.


"Paman sudah kembali?" Tanya Yesika saat melangkahkan kakinya.


"Ah ternyata kau, iya pekerjaan oaman sudah selesai. Bagaimana dengan di kantor apa ada masalah." Ujarnya basa basi, dia tidak ingin Yesika curiga kepadanya.


"Baik paman tidak ada masalah." Jawab Yesika tersenyum manis.


Saat mereka sedang berbincang-bibinca sebuah mobil keluaran terbaru berhenti tepat di halaman rumah, paman Samuel dan Yesika mengerutkan keningnya lalu Yesika melihat ke arah paman Samuel dan paman samuel mengendikkan bahunya. Itu pertanda dia tidak tahu soal mobil tersebut, dan dari dalam rumah Arka bersama Nyonya Marina pun keluar bersama dengan senyum merekah melihat pesanan mereka telah datang.


"Selamat sore, apa benar ini rumah Tuan Arka?" Tanya supir yang membawa mobil tersebut.


"Iya benar, saya Arka." Ucap Arka dengan melangkah maju.

__ADS_1


"Silahkan tanda tangan di sini."


"Baiklah."


Setelah menandatanginnya petugas itupun segera pergi meninggalkan rumah mereka, Yesika pun bertanya kepada Arka darimana dia memiliki uang sebanyak itu untuk membeli mobil tersebut.


"Arka sejak kapan kau punya uang? Bukankah kau tidak bekerja di perusahaan papa?"Tanya Yesika penasaran.


"Untul apa kau tahu hah! Kau tidak pernah membagi hartamu padaku, jadi kau tidak perlu bertanya apapun itu." Ketus Arka, yang langsung menghampiri mobil tersebut.


Yesika menggelengkan kepalanya melihat sikap Arka seperti itu. Sedangkan Arka terlihat bahagia bersama Nyonya Marina.


"Tentu bu, apapun akan aku lakukan."Jawab Arka enteng.


Tak lama sebuah pesan masuk ke ponsel Yesika dan dia pun segera merogoh tas miliknya lalu membuka notif pesan itu. Dan Yesika pun terkejut dengan pesan itu karena isinya adalah tagihan mobil yang di pesan oleh Arka.

__ADS_1


"Arka kau membeli mobil ini tanpa memberitahu padaku? Dan kau belum membayarnya, apa maksudnya ini." Geram Yesika yang menghampiri Arka.


"Vela, sudah kau jangan berisik memang ada yang salah dengan Arka? Kau saja yang tidak pernah mengerti dengan Arka. Lebih baik kau bayar tagihannya." Ucap Nyonya Marina sinis.


"Bibi, ini adalah harta peninggaln ibuku jadi aku yang berhak mengaturnya. Bukan Bibi yang mengaturnya." Jawab Yesika dengan sorot mata tajam." Dan kau Arka kembalikan mobil itu, aku tidak akan membayarnya." Sahut Yesika menatap Arka.


"Vela kenapa kau begitu perhitungan denganku, aku juga masih anak papa jadi kau jangan mengaturnya." Bentak Arka.


Paman Samuel hanya melihat pemndangan seperti itu karena baginya itu adalah pemandangan terindah. Tetapi dari dalam rumah seorang wanita paruh baya bersama pria paruh baya pun segera menghampirinya karena mendengar suara keributan.


"Ada apa ini?" Tanya wanita paruh baya itu.


Semua orang pun menoleh lalu Yesika pun segera menghampirinya dan mengatakan jika Arka telah membeli mobil mewah itu.


"Nenek, kenapa kau tidak beristirahat saja." Ucap Yesika menghampirinya.

__ADS_1


"Nenek mendengar keributan, memang ada masalah apa?" Menatap Yesika, lalu mengalihkan pandangannya."Mobil? Mobil siapa itu?" Tanya nenek Sasmita.


"Itu..."


__ADS_2