Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Beberapa hari kemudian orang yang sudah membuat masalah pun telah di bereskan oleh Sinchen. Begitu juga dengan Arka dan Nyonya Marina yang di marahi oleh tuan Raul.


Akhirnya hubungan ayah dan anak ini pun akur kembali sehingga membuat Arka dan Nyonya Marina semakin membenci Yovela atau Yesika.


Pada hari ini Arka sungguh merasa kesal karena Tuan Raul terus saja membanggakan Yovela saja. Semenjak tahu jika Arka menjebaknya dan tuan Raul pun mengacuhkannya.


Arka pun pergi ke cafe karena dia merasa asing ketika ada di rumah, saat Arka sedang meminum kopinya tidak sengaja tatapan matanya melihat sosok yang dia kenal.


Yovela kenapa ada di sini, seharusnya dia di kantor. Batin Arka.


Lalu Arka pun bangun dari duduknya dan dia pun mengikuti langkah Yovela yang asli. Awalnya Yovela berjalan santai saja tetapi ada yang mencurigakan lalu dia menoleh ke belakang.


"Tidak ada siapapun, sebaiknya aku harus sembunyi." Ujar Yovela lalu dia melangkah cepat.


Yovela segera bersembunyi karena dia tidak ingin ada yang mengenalinya, sementar Arka kehilangan jejak Yovela yang telah hilang.


"Damn! Aku kehilangan jejaknya, tetapi dia seperti orang yang aku kenal? Akh... sudahlah, jika aku bertemu lagi dengannya aku akan bertanya langsunh saja."


Yovela pun segera masuk ke dalam rumah dan menguncinya dia bemar- benar sangat takut jika ada yang mengenalinya, karena usaha Yesika pasti akan sia-- sia saja.


"Sepertinya Arka yang mengikutiku, jika benar adalah dia! Aku harus bagaimana, pasti usaha Sika akan sia-sia." Gumam Yovela.


Sementara di perusahaan kini Yesika tida begitu fokus bekerja karena Sinchen selalu datang ke kantornya dengan berbagai macam alasan.

__ADS_1


Seperti hari ini Sinchen sengaja datang menemui Yesika dan membuat Yesika memijit peleipisnya.


"Sayang, ada apa denganmu?" Tanya Sinchen yang terlihat khawatir.


"Sudah aku bilang gak usah datang, masih saja datang."Mengerucutkan brucutkan


Tentu saja membuat Sichen semakin gemas melihat tingkah Yesika, Yesika langsung mengerutkan keningnya.


"Kau mau apa?" Ucap Yesika menyipitkan matanya.


"Tidak apa- apa, aku hanya ingin mengatakan jika pernikahan kita akan di percepat." Ucap Sinchen tersenyum manis.


"Oh pernikahan? Apa di percepat? Tidak.....!" Ujar Yesika yang terkejut.


"Tidak perlu terkejut seperti itu." Mengusap lembut kepala Yesika." Aku akan memberimu waktu, untuk memikirkan semuanya. Iya sudah aku akan kembali ke kantor." Mengecup pipi Yesika.


Setelah kepergiannya barulah Yesika sadar lalu dia pun menepuk keningnya." Astaga, sadarlah Yesika jangan sampai terbujuk rayuannya."


Malam harinya ketika Yesika sedang duduk di taman dia tidak tahu jika Sinchen datang ke rumahnya. Yesika menatap langit malam yang penuh dengan bintang tetapi sebenarnya dia sedang memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatinya.


Sampai dia pun melamun sehingga tidak tahu jika Sinchen sudah ada di belakangnya.


"Apa yang kau pikirkan, sayang." Bisik Sinchen.

__ADS_1


Tetapi tidak ada reaksi apapun dari Yesika, tetapi Sinchen tidak menyerak begitu saja lalu diapun mengecup lagi pipi Yesika barulah dia sadar jika Sinchen ada di hadapannya.


Cup..


"Hah! Kau... kenapa kau ada di sini?" Ucap Yesika yang bangun dari duduk, serta memegang pipinya."Kau berani sekali menciumku lagi, dasar mesum." Kesal Yesika.


"Dari tadi aku bertanya secara baik- baik padamu, tetapi kau diam saja dan tidak mengatakan apapun. Apa kau ada masalah?" Tanya Sinchen yang menatap Yesika.


Aku tidak mungkin mengatakannya jika aku bukan orang yang dia cari. Batin Yesika.


"Itu bukan urusanmu."Memalingkan wajahnya.


Sinchen pun berjalan mendekati Yesika dan sekali lagi berbisik di telinganya.


"Benarkah?"


" Kau jangan terlalu dekat, menjauhlah."


"Kalau aku tidak mau bagaimana."


Yesika berjalan mundur sedangkan Sinchen berjalan maju dengan senyum jahilnya dia terus saja mendekati Yesika dan akhirnya Yesika sudah terpojok dan tidak bisa kabur kemana pun.


Sial, aku terjebak. Umpatnya.

__ADS_1


"Kau mau apa?" Ucap Yesika gugup.


"Aku mau apa ya."Ucapnya dengan tersenyum jahil.


__ADS_2