Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

"Aku..." Ucapannya menggantung.


Nenek Sasmita mengerutkan keningnya menatap Sinchen, entah apa yang dia fikirkan saat ini. Dengan cepat Sinchen menjawabnya.


"Maksudku Vela, nek."Sahut Sinchen.


"Baiklah, dia ada di taman bersama Yesika." Ucap nenek Sasmita.


"Baik nek, terima kasih."


Sinchen pun menuju taman dan dia melihat Yesika bersama Yovela sedang tertawa bersama tetapi saat melihat sebelah Yesika raut wajah Sinchen berubah menjadi suram, dengan langkah cepat dia menghampirinya.


"Kakak ipar, kau ada di sini." Ucap Yesika.


Yovela pun menoleh dan tersenyum menatap Sinchen, lalu dia pun duduk di dekat Yovela. Tatapan mata Sinchen tidak lepas dari Yesika, dia terus menatap Yesika dan membuat Yovela tersenyum miris.


Apakah aku tidak pantas bahagia, melihat semua ini. Batin Yovela.


Yovela pun menarik nafas dalam lalu dia bangun dari duduknya."Kalian tunggu sebentar, aku akan mengambilkan minuman."

__ADS_1


"Kak, tunggu aku akan membantumu." Ucap Yesika yang mengikuti sang kakak.


Yovela hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya setelah kepergian keduanya suasana pun menjadi hening, hanya ada tatapan yang saling tajam.


"Sepertinya kau begitu mengenal Sika." Ujar Sinchen yang mulai membuka suaranya.


"Tentu saja aku mengenal dia, karena aku dan dia telah tumbuh bersama jadi wajar saja jika aku lebih dekat dengannya." Jawab Reza sinis.


"Heh! Kau terlalu sombong, Sika itu tidak menyukaimu jadi lebih baik kau mundur saja." Dengan tatapan datar.


"CK CK kau saja, jika ingin mundur karena kau sudah mempunyai tunangan. Apa kau akan menyakiti perasaannya!"


"Itu bukan urusanmu, aku mau melakukan apapun kau tidak ada hak untuk mengaturku. Memang aku tidak menyukai Yovela, aku hanya menghargai perasaannya saja tidak lebih." Tutur Sinchen menatap lurus ke depan.


"Kau.... jangan pernah menyakitinya Sinchen, ah maaf aku salah maksudku tuan muda Sinchen." Cibir Reza.


"Kau....". belum selesai mengatakannya, terdengar suara nampan jatuh dan membuat keduanya menoleh.


"Vela..." Ucapnya bersamaan.

__ADS_1


Yovela tidak mengira jika Sinchen akan mengatakan hal seperti itu tentang dirinya, raut wajah Yovela pun ikut berubah dengan berlinang air mata Yovela segera berlari ke dalam rumah.


Yesika yang melihat kakaknya berlari menuju kamarnya pun, segera menghentikan langkahnya dan mengikuti Yovela menuju ke kamarnya.


Tok... Tok... Tok


"Kak, ada apa? Kenapa kau menangis?" Tanya Yesika di balik pintu.


Yovela diam saja dia menjatuhkan dirinya di kasur empuk miliknya dengan air mata yang sudah berlinang.


"Kenapa kau tidak bilang dari awal Sinchen hiks hiks padahal aku sudah sangat yakin jika kau memiliki perasaan yang sama denganku." Ucap Yovela dengan air mata yang sudah membasahi wajah cantiknya.


Sementara Yesika tidak berani masuk ke dalam kamar sang kakak, akhirnya dia pun membalikkan badannya kini di hadapannya ada dua orang yang saling melemparkan tatapan sinis dan membuat Yesika menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kalian lakukan kepada kakakku, sehingga dia tidak mau membukakan pintu untukku!" Selidik Yesika dengan menyipitkan matanya.


"Kau tanya saja dia." Tunjuknya pada Sinchen."Dia yang membuat kakakmu menangis." Ucapnya lagi.


Yesika sebenarnya tidak ingin terlibat masalah lagi dengan Sinchen, karena perasaannya kini masih bercampur aduk dia takut jika jatuh cinta pada Sinchen akan menyakiti hati sang kakak. Yesika menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya.

__ADS_1


"Kau...."


__ADS_2