Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

"Mau kemana kau!"Tanya nenek Sasmita dengan menatap tajam.


"Aku mau menemui temanku, ada apa Nek."Jawab Arka datar.


"Siapa dia?"


Arka menautkan kedua alisnya."Apa maksudmu Nek? Kenapa bertanya seperti itu."


"Aku curiga sampai sekarang Vela belum pulang, pasti kau 'kan? Ayo mengaku!"Ucap nenek Sasmita yang kesal kepada Arka lalu dia pun menghampiri Arka dan memukulnya dengan tongkat miliknya.


"Nek... aduh sakit, kenapa kau memukulku."Sahut Arka yang merasa kesakitan.


"Ini akibatnya jika kau berbohong kepada nenek."


Tuan Raul yang melihat hal itupun hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam melihat tingkah nenek Sasmita.


"Ibu sudahlah, tidak ada hubungannya dengan Arka. Arka cepat kau pergi."Tuan Raul menyuruh Arka segera pergi.


Arka pun pergi meninggalkan nenek Sasmita dan Tuan Raul hal itupun membuat nenek Sasmita marah kepada Tuan Raul.


"Raul, kenapa kau biarkan anak tengil itu pergi hah. Aku belum selesai memberikan pelajaran kepadanya."Dengan mengulung lengan bajunya.

__ADS_1


"Ibu sudahlah, tidak perlu di kerja. Lebih baik kita fokus pada Vela, aku begitu khawatir."


"Iya kau benar juga sudahlah!"


Sementara di sebuh gudang yang telah usang dan banyak sekali bahan yang tidak terpakai juga membuatnya tidak berkutik dia pun mulai sadar lalu mengedarkan pandangannya.


Dimana ini, tangan dan kakiku di ikat. Batinnya.


Lalu terdengar suara seseorang yang sedang berbicara dengan anak buahnya, dia tidak tahu pasti siapa yang menculiknya lalu terdengar derap langkah kaki yang semakin mendekat. Dengan cepat dia pun memejamkan matanya kembali dan berpura-pura pingsan.


"Kenapa dia belum sadar juga."Ucap seseorang dengan memakai topeng.


"Maaf bos, seharusnya sudah sadar."Jawabnya membungkuk sopan.


Apa di lelang? Tidak boleh, aku harus segera kabur dari sini.Batinya lagi.


"Baik bos."


"Awasi dia jangan sampai kabur."


"Baik."

__ADS_1


Dia pun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu dan entah pergi kemana lagi lagi.


Di tempat yang berbeda jauh dari kata kotor seorang wanita paruh baya begitu cemas dengan keadaan cucunya, dia begitu gelisah setelah tahu jika cucunya di culik.


Supir yang menjemputnya di kantor pun telah sampai dia rumah dan melaporkannya kepada Tuan Raul dan tentu saja Tuan Raul sangat panik dan juga khawatir.


"Ibu bagaimana ini dengan Vela, aku akan lapor polisi."Merogoh saku celananya.


"Baiklah Raul, aku akan bersiap-siap dulu."


Nenek Sasmita bangun dari duduknya menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya, sesaat dia teringat dengan Yovela lalu mengambil ponsel dan akan menghubunginya. Namun dia urungkan niatnya karena jika Yovela tahu dia pasti akan ikut mencari Yesika, dan Tuan Raul akan tahu semuanya jadi nenek Sasmita tidak menghubunginya untuk saat ini.


Keluar dari dalam kamar melangkah menghampiri Tuan Raul."Ayo Raul kita pergi mencari Vela."


"Ibu ini sudah malam, tidak baik untuk kesehatanmu Bu."Tutur Tuan Raul yang begitu khawatir."Biarkan aku dan supir saja yang mencarinya."


"Tidak Raul, Vela itu cucuku aku tidak mau berdiam diri duduk dan menunggunya."Tolak nenek Sasmita.


"Tetapi...."Ucapannya langsung di potong oleh nenek Sasmita.


"Cukup Raul keadaanku baik-baik saja, sekarang ayo kita pergi mencari Vela." Melangkah lebih dulu.

__ADS_1


Tuan Raul hanya bisa menarik nafasnya dan tidak bisa membujuk nenek Sasmita jika menyangkut masalah cucunya dia pasti akan ikut turun tangan. Masuk ke dalam mobil dan mulai mencarinya.


__ADS_2