
Cuaca di luar begitu tidak mendukung terdengar suara kilatan petir serta angin yang begitu kencang tetesan air pun mulai membasahi tiap jalanan, ya malam ini hujan turun sangat deras sekali sehingga nenek Sasmita dan Tuan Raul pun sedikit kesulitan di perlajanannya.
"Raul hati-hati."
"Iya Bu, aku sudah berhati-hati."
Derasnya air hujan tak membuat Tuan Raul dan Nenek Sasmita pun runtuh dia tetap mencari Yesika.
Sementara di tempat berbeda Yesika sengaja di siram air oleh anak buahnya karena sudah lebih dari satu jam dia pingsan.
Byur....
Yesika pun terbangun dengan tangan dan kaki terikat apa lagi mulutnya di lakban jadi dia tida bisa mengatakan apapun.
"Hehe akhirnya kau sadar juga cantik, bersiaplah kakak akan membawamu bermain."Ujarnya dengan tatapan mesumnya.
"Hmmppphhh...."
"Hahaha kau bilang apa! Aku tidak mendengarmu."Ujarnya yang memang sengaja.
__ADS_1
Yesika pun menatap tajam ke arah penculik itu tetapi penculik itu bukannya takut malah dia semakin menggoda Yesika.
"Hei, kau jangan menatapku seperti itu membuatku takut hahaha..."Ucapnya lagi.
Dasar mesum awas saja jika aku bisa membuka tali ini akan ku buat kau tidak bisa tertawa lagi. Batinnya.
"Hei kalian urus dia jangan sampai lecet, bos akan marah jika ada lecet sedikitpun."
"Baik bos."
Mereka berdua maju mendekati Yesika dan membuat Yesika ketakutan, salah satu dari mereka mencengkram kedua pipi Yesika setelah membuka sedikit lakban yang menutupi mulutnya.
Apa yang akan mereka lakukan padaku. Batinnya lagi.
Yesika menggelengkan kepalanya dia tidak ingin tetapi apalah daya tenaga pria lebih kuat di bandingkan dengan wanita, dan mau tidak mau Yesika pun harus menelan obat yang di berikan penculik itu.
Setelah berhasil penculik itupun tertawa puas dan membuat Yesika lemah tak berdaya, mereka segera membawa Yesika ke dalam mobil untuk di bawa pergi.
Obat apa ini, reaksinya begitu cepat... tidak boleh aku harus sadar. Batin Yesika.
__ADS_1
Di dalam mobil Yesika sudah gelisah dan keringat dingin pun mulai bercucuran, entah perasaan apa ini sehingga dia merasakan hawa panas di seluruh tubuhnya. Penculik itu hanya tersenyum melihat Yesika yang sudah kepanasan.
"Hahaha kau pasti sangat kepanasan, tunggulah aku akan melelangmu jadi kau tidak akan kepanasan lagi."Ujarnya sambil menoleh kebelakang.
Damn! ternyata aku diberi obat, awas saja aku akan membalasnya. Batinnya lagi.
Tak butuh waktu lama mobil pun telah sampai di pelelangan banyak sekali para hidung belang yang sanggup membayar mahal untuk barang bagus yang dia inginkan hanya satu malam saja.
Yesika pun di tarik keluar dari dalam mobil, wajahnya pun sudah mulai gelisah. Dia ingin merasakan lebih dari itu, di bawa masuk ke dalam dan seorang wanita paruh baya menghampirinya.
"Mana barang dari bosmu?"Tanya wanita paruh baya itu.
"Ini Madam, lihat saja masih bagus 'kan!"Ujar salah satu anak buahnya.
Wanita paruh baya itu memperhatikan Yesika dari atas sampai ujung kaki, lalu dia menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan barang yang di bawanya.
"Bagus, bawa dia ke dalam dan ada orangku di sana akan mengurusnya."Titahnya lagi.
Mereka pun segera membawa Yesika yang hampiri tidak sadar, Yesika terus menggelengkan kepalanya agar bisa sadar walaupun tidak sepenuhnya.
__ADS_1
"Ini barangnya, ganti pakaiannya."
"Baik Tuan."