Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Tahun berganti tahun kini kehidupan Yovela semakin bahagia apa lagi telah hadirnya seorang putri cantik yang melengkapi hari- harinya.


Begitu pula dengan hubungan Yesika dan Reza semakin lengket setiap hari, sehingga mereka memutuskan untuk menikah. Tuan Raul dan nenek Sasmita begitu bahagia melihat kedua cucunya sudah memiliki pilihannya sendiri.


Di tempat berbeda wanita paruh baya hanya bisa tersenyum kecut melihatnya sampai sekarang dia masih saja bersembunyi, entah sampai kapan dia akan terus bermain petak umpet tetapi jauh di lubuk hatinya dia selalu merindukan kedua putrinya. Sehingga takdir mempertemukan mereka lagi kali ini saat sedang memilih cincin pernikahan, tidak sengaja dia melihatnya dengan mata yang berkaca- kaca dia menahan air mata yang akan jatuh kapan saja.


"Tenyata dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa, aku bahagia melihatmu." Gumamnya dari kejauhan.


Sementara Yesika dan Reza sedang sibuk memilih cincin untuk pernikahan mereka.


"Sayang, kau suka yang mana?" Tanya Reza menatap Yesika.


"Ini sangat bagus dan cantik, tetapi itu juga sangat cantik aku bingung harus memilih yang mana!" Keluh Yesika ketika melihat model cincin di etalase berbagai model ada di sana.


Reza tersenyum melihat calon istrinya kebingungan lalu dia mengusp lembut rambut Yesika dan membuatnya menoleh menatap Reza.


"Apapun pilihanmu aku setuju sayang, jangan ragu pilih saja." Tutur Reza lembut.


"Baiklah."


Yesika pun memilih salah satu cincin itu dan setelah melihat berbagai model, akhirnya Yesika pun memilihnya cincin sederhana tetapi sangat elegan dan terlihat mewah.


Selesai memilih mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama, tetapi tidak sengaja mata Yesika menatap seorang wanita paruh baya yang terus menatapnya sedari tadi.


Melihay Yesika menatapnya lalu dia pun mengalihkan pandangannya, sedangkan Yesika berjalan mendekat setelah meminta izin kepada Reza. Dan membuat wanita paruh baya itu salah tingkah karena tertangkap basah oleh Yesika.


"Bibi, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Yesika sopan.

__ADS_1


"Akh.. Aku.. Aku....ha- hanya jalan- jalan saja." Jawabnya dengan gugup.


Yesika hanya mengganggukkan kepalanya saja."Bibi apa kau mau ikut denganku? Ayo aku akan memperkenalkan kau dan calon suamiku."


Wanita paruh baya itu terkejut saat Yesika menarik tangannya dan membuatnya pasrah saja.


Kenapa perasaanku seperti dekat dengannya, siapa sebenarnya bibi ini rasanya begitu nyaman saat menggenggam tangannya. Batin Yesika.


"Sayang, lihat aku membawa siapa?" Ucap Yesika tersenyum manis.


"Siapa sayang?" Tanya Reza penasaran.


"Ini sayang, bibi Nesya yang pernah aku ceritakan kepadamu."


"Benarkah?"


Nesya diam saja saat Yesika memperkenalkan dirinya kepada Reza, begitu juga dengan Reza yang memang tidak tahu apa- apa. Setelah berkenalan kini mereka mengajak Nesya untuk makan bersama, tentu saja Nesya tidak menolaknya dan mengikutinya.


Setelah makanan siapa lalu mereka pun memakannya, makanan pun telah habis kini Nesya akan pulang tetapi Yesika menahannya agar ikut bersamanya untuk di perkenalkan kepada Tuan Raul dan nenek Sasmita.


"Bibi, ayo ikut dengaku." Ajak Yesika.


"Kemana?" Tanya Nesya.


Yesika pun tersenyum manis lalu menggenggam tangan Nesya dan menariknya keluar lalu Yesika pun memesan taxsi. Sementara Nesya bertanya kepada Yesika, dia pun penasaran kemana Yesika akan membawanya.


"Kau akan membawaku kemana?" Tanya Nesya.

__ADS_1


"Ke rumahku, papa dan nenek pasti akan senang bertemu dengan bibi."Ujar Yesika yang sibuk dengan ponselnya.


Deg....


Mata Nesya membulat sempurna dia tidak percaya jika Yesika akan membawanya kembali ke masa lalunya. Nesya menggelengkan kepalanya lalu dia melepaskan tangan Yesika.


"Maaf, sepertinya aku tidak bisa." Ucap Nesya membalikkan badannya.


"Tunggu bibi, ada apa denganmu? Apa kau tidak suka!" Ucap Yesika yang berusaha menghentikan langkah Nesya."Atau kau membenciku." Tebak Yesika.


Nesya pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan lagi badannya, sebenarnya Nesya pun sangat merindukan mereka tetapi dia masih begitu kesal dengan suaminya yang tega menduakannya.


Nesya menatap Yesika dengan raut wajah sedihnya dan membuat Nesya menjadi tidak tega melihatnya. Lalu dia mendekat lagi ke arah Yesika dan menggenggam tangan Yesika.


"Maaf bukan maksudku sepeti itu, tetapi....." belum selesai mengatakannya, taxsi pun datang menghampiri mereka.


"Bibi, aku mohon padamu." Ucap Yesika memohon.


Nesya menghembuskan nafas kasarnya lalu dia pun tidak tega melihat Yesika begitu berharap kepadanya. Akhirnya Nesya pun mengikutinya untuk bertemu dengan Tuan Raul dan nenek Sasmita, mereka pun sampai di rumah sederhana lalu keluar dari dalam taxsi.


Nesya menatap nanar rumah sederhana itu lalu Yesika menarik tangan Nesya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Papa....Nenek dimana kalian, aku membawa tamu istimewa." Ujar Yesika berjalan masuk.


Sementara Nesya hanya bisa pasrah saja lalu nenek Sasmita dan Tuan Raul keluar secara bersamaan.


Deg.....

__ADS_1


__ADS_2