
Sementara Yesika kini sedang sibuk dengan pekerjaannya lalu pintu ruangan di buka secara kasar dan masuklah seseorang yang membuat Yesika malas menatapnya.
"Vela, aku langsung saja pada intinya saja agar kau paham. Sebaiknya kau tidak usah mengelak lagi, aku sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya.." Ucapnya dengan menjeda kalimatnya."Kau sengaja 'kan tidak memberi bagian untukku karena kau ingin memuaskan dirimu bukan dengan om -om tampan di luar sana 'kan. Heh! Tetapi sayang sekali Vela, aku sudah mempunyai bukti untuk itu jadi kau tidak bisa mengelak lagi." Ucapnya dengan panjang kali lebar.
Yesika yang sedari tadi tidak mengatakan apapun dia fokus pada pekerjaannya dan membuat seseorang yang ada di hadapannya menjadi kesal. Dengan kesal dia pun menutup laptop Yovela dan menatap tajam ke arahnya.
Plak..
"Apa kau mendengarkanku Vela? Aku sudah berbicara panjang lebar tetapi kau tidak mengatakan apapun padaku." Ucapnya dengan kesal.
"Heh! Arka... Arka berita apa yang kau bawa sehingga membuatku harus mendengarkanmu hmm." Jawab Yesika santai.
"Oh mau bukti baik lihat sajaa ini." Arka mengeluarkan ponselnya dan dia mulai mmempwrlihatka hasil foto dan juga vidieo yang ada di dalam ponselnya.
Kakak.. bagaimana bisa si tengik ini tahu jika dia bukan aku dan aku bukan dia, damn!.
Yesika hanya bisa mengunpatinya di dalam hati karena tidak mungkin baginya untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi. Yesika pun mencoba untuk bersikap santai seolah dia tidak tahu.
"Heh! Mungkin kau salah orang bocah tengik, lupakan saja itu bukan diriku." Elak Yesika.
"Ckck sudah ketahuan juga masih saja kau mengelak Vela, bagaimana jika ayah tahu tentang vidieo ini? Apa yang akan ayah lakukan jika melihat anak kesayangannya seperti ini."
__ADS_1
Yesika memijat pelipisnya karena merasa pusing dengan ucapan Arka yang begitu panjang kali lebar dan membuat Yeska malas mendengarkannya.
"Sudah belum kau mengukur panjang kali lebarnya? Hmm?" Ucap Yesika dengan menopang dagu.
"Jadi sedari tadi kau tidak mendengarkanku, Yovelaa...."Geram Arka pada Yesika.
"Sudahlah lebih baik kau pulang saja, aku malas berdebat denganmu Arka." Usir Yesika.
"Kau tida bisa mengusirku begitu saja Vela, aku akan memberi tahu ayah saat di rumah nanti dan kau tidak bisa berbuat apa-apa." Ucap Arka tersenyum miring.
"Silahkan saja, apa kau fikir ayah akan percaya padamu?"
Arka menggeretakkan giginya lalu dia pun berlalu ke luar dari ruangan Yesika, setelah kepergian Arka lalu Yesika menarik nafas dalam dia pun harus memutar cara agar tidak di curigai oleh Arka.
Yesika menuju parkiran mobil dia ingin membawa mobil sendiri dan tidak memakai supir, sebelum masuk ke dalam mobil ada sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapannya. Yesika mengerutkan keningnya entah siapa yang datag menemuinya di saat seperti ini.
Seseorang pun keluar dari dalam mobil dengan pakaian elegannya dan berjalan ke arah Yesika.
Kenapa harus dia lagi sih. batin Yesika.
"Selamat siang Nona, apa ku bisa bertemu dengan atasanmu?" Ucap supirnya.
__ADS_1
"Kau dan majikanmu yang gila untuk apa datang kemari." Ucap Yesika yang masih kesal.
"Maaf Nona, namaku bukan gila serta Tuanku juga bukan gila namanya." Membungkuk hormat.
"Terserah kau saja, cepat singkirkan mobilmu ada hal yang lebih penting daripada mengurusi kalian." Usir Yesika.
Nona mengapa terburu- buru apakah ada hal yang begitu penting?" Ujar seseorag yang keluar dari dalam mobil.
Yesika sedikit menoleh dan menatap datar." Tuan Muda yang terhormat, ini urusan pribadiku."
"Benarkah? Kalau begitu biarkan ku membantu." Tersenyum dingin.
Orang ini begitu menyebalkan, kenapa juga ayah harus setuju dengan pernikahan ini. batin Yesika.
"Tidak perlu, aku bisa mengurusnya."Jawab Yesika cepat." Jika tidak ada hal lagi, aku akan masuk ke dalam mobil."Ujar Yesika yang akan masuk ke dalam mobil.
Dengan cepat Tuam muda menari pergelngan tangan Yesika dan membuatnya menoleh.
"Ada apa lagi Tuan Muda, sudah aku katakan jika aku ada hal yang lebih penting." Kesal Yesika.
"Nona, ayahmu menyetujui pernikahan ini. Apa kau tidak ingin membahasnya!" Aura dingin mulai keluar.
__ADS_1
Yesika yang mersakan hal itupun hanya bisa menarik nafas dalam- dalam.