Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

Hari ini adalah dimana waktunya untuk berdiam diri di dalam selimut tebal serta cuaca yang sangat mendukung, karena cuaca hari ini begitu mendung dan akan turun hujan.


Begitu juga dengan Yesika yang sudah rapi dengan pakaian santainya. Melangkah keluar dari kamar menuju ruang keluarga dimana di sana sudah ada anggota keluarga sudah berkumpul dan kebetulan hari ini, ada tamu yang begitu special bagi Tuan Raul lalu dengan langkah semangat Yesika menghampiri semuanya.


"Selamat pagi semuanya.." Sapa Yesika dengan senyum manisnya.


Tuan Raul menoleh dan tersenyum." Pagi juga sayang, kemarilah."


Yesika pun menghampiri Tuan Raul dan duduk di sampingnya, Yesika belum sadar jika ada tamu yang di undang oleh Tuan Raul. Anggap saja teman lamanya yang sudah bertahun- tahun tidak bertemu.


"Raul apakah dia putrimu? Cantik sekali." pujinya dengan menatap ke arah Yesika.


"Benar Luis, dia putriku.Vela ayo sapa paman Luis dan juga Sinchen."Ucap Tuan Raul.


Yesika pun menurutinya tanpa melihat siapa dulu yang akan dia sapa.


"Hallo paman, aku Yovela. senang bertemu denganmu." Ucap Yesika ramah. Lalu dia beralih menatap sebelahnya.


"Kau......"


kenapa dia ada di sini, bukankah dia majikan dan supir gila itu menyebalkan. batin Yesika.

__ADS_1


Tuan Raul dan Tuan Luis saling padang menatap satu sama lain.


"Kalian saling mengenal?" Ucap Tuan Raul.


"Tidak.."


"Kenal."


Tuan Raul mengerutkan keningnya."Ada apa denganmu sayang, sepertinya kau sudah mengenalnya."


"Aku mengenal dia heh! Aku tidak sudi kenal dengannya. Yang ada malahan dia dan supir gilanya itu ingin menabrakku." Ucap Yesika dengan nada mengejek.


"Sinchen apa benar, kau hampir menabraknya?"Tanya Tuan Luis.


"Setidaknya supir gilamu itu mempunyai tangan untuk mengrem, jika tidak kau sudah aku cincang." Kesal Yesika sambil melipat tangan di dada.


"Vela sudahlah, kau tidak boleh berkata seperti itu. Lebih baik kau duduk saja, kemarilah." Ujar Tuan Raul.


"Tidak mau, paman maaf Vela masih banyak pekerjaan permisi." Pamit Yesika kepada Tuan Luis, Tuan Luis pun menganggukkan kepalanya.


"Vela kau tidak boleh seperti itu." Panggil Tuan Raul.

__ADS_1


"Raul sudahlah, biarkan saja dia sudah besar dan mengerti mana yang terbaik untuknya." Sahut Tuan Luis.


"Baiklah, aku percaya kepadanya."


Sementara Sinchen meminta izin ingin pergi ke toilet tentu saja Tuan Raul memberi tahunya, lalu Sinchen pun berpamitan. Sesampainya di dapur Sinchen bukannya ke toilet dia malah menoleh ke arah taman belakang, di sana ada Yovela yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya lalu Sinchen pun berjalan mendekatinya.


"Dasar pria menyebalkan, sudah jelas dia yang mau menabrakku malah aku yang di salahkan." Umpat Yesika, sambil mengepalkan tangannya.


"Oh? Benarkah?"Ucapnya di belakang Yovela.


Yovela terkejut saat menoleh ke belakang lalu dia bangun dari duduknya." Kau..... apa yang kau lakukan di sini?"


"Heh! Tadi aku mendengar ada yang mengumpatiku, makanya aku mencari tahu siapa orangnya."Ucapnya dengan melipat tangan di dada.


Yovela menjadi gugup dan salah tingkah lalu di memutar bola matanya tetapi Sinchen menangkup kedua pipi Yovel agar tidak menghindarinya.


"Kenapa? Takut?" Goda Sinchen.


Yesika menelan salivanya." Si- siapa yang takut."


Dengan cepat Yesika menepis tangan Sinchen." Singkirkan tanganmu."

__ADS_1


Sinchen hanya tersenyum tipis melihat tingkah Yesikn yang begitu imut menurutnya.


__ADS_2