
"Sebenarnya..."
"Yesika." Panggil nenek Sasmita lalu dia menggelengkan kepalanya seolah tidak ada boleh yang tahu.
"Tetapi nek, bagaimana pun juga pasti papa akan tahu." Ujar Yesika menatap nenek Sasmita.
Dari kejauhan Sinchen melihat perdebatan mereka bertiga lalu dengan rasa penasarannya dia pun perlahan mendekat untuk memastikan tidak terjadi apapun.
"Katakan Sika ada apa? Apa yang kalian sembunyikan dariku." Cecar Tuan Raul yang semakin penasaran.
"Jadi begini papa..." Sebenarnya Yesika juga tidak ingin mengatakan hal ini, tetapi mau tidak mau dia harus mengatakannya kepada Tuan Raul."Bibi Marina mengusir aku dan nenek saat kembali ke rumah, Bibi Marina sudah mendapatkan tanda tangan kakak dan rumah itu sudah menjadi miliknya." Tutur Yesika hati- hati.
Rahang tuan Raul mengeras karena sekarang Marina begitu berani setelah menyakiti kedua putrinya dan merebut semua set milik mendiang istrinya.
"Marina... awas saja jika aku bertemu denganmu akan aku habisi kau." Ucap Tuan Raul yang mengepalkan tangannya serta dengan sorot mata yang begitu tajam.
Yesika memegang lengan Tuan Raul agar merasa lebih tenang, dia tahu jika saat ini Tuan Raul sedang menahan emosinya. Sinchen yang sedari tadi mendengarkan pun segera menjauh agar tidak ketahuan oleh Yesika dan yang lainnya.
__ADS_1
****
Seminggu pun berlalu kini Yovela pun telah pulih dan di perbolehkan untuk pulang Yesika dan nenek Sasmita pun segera membereskan barang- barang yang akan di bawa pulang. Hari ini Tuan Raul sedang ke kantornya dia ingin menemui Marina dan meminta penjelasan darinya.
Selesai berkemas Yesika membantu Yovela yang akan berjalan keluar dari ruangannya.
"Sika tidak apa- apa, aku bisa sendiri." Ucap Yovela yang tidak mau di bantu.
"Tetapi kau baru saja sembuh, kak." Ucap Yesika yang khawatir kepada sang kakak.
Yovela tersenyum melihat Yesika begitu khawatir padanya, lalu bi Rahma dan seseorang pun menghampiri Yesika dan yang lainnya.
Semua mata tertuju pada bi Rahma tak lupa dengan seseorang yang Yesika kenal. Yesika tersenyum dan menghampirinya begitu juga dengan orang itu pun membalas senyuman dari Yesika.
"Aku baik- baik saja ibu." Ucap Yovela.
Lalu Yesika menghampiri Reza.
__ADS_1
"Kak Reza, apa kabar?" Tanya Yesika.
"Aku baik- baik saja sika, kau sendiri bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Reza yang begitu takjub dengan kecantikan Yesika.
Sewaktu masih jadi preman dia adalah gadis tomboy dan selalu bersikap kasar, tetapi sekarang ini dia sudah berubah menjadi gadis yang cantik dan anggun.
"Seperti yang kau lihat kak, oh iya kau sudah tahu tentang kakakku?" Tanya Yesika kepada Reza, karena dia langsung bertanya kepada Yesika.
"Tentu saja aku tahu, karena kakakmu sudah menceritakan semuanya padaku." Mentap Yesika.
Yesika menatap Yovela dengan wajah cemberutnya, Yovela yang menatapnya hanya tersenyum saja.
"Sudahlah lebih baik kita pulang saja." Ajak nenek Sasmita.
Mereka pun membawa barang yang sudah di susun rapi untuk sementara Yesika dan yang lainnya pun akan tinggal di rumah bi Rahma, sampai mereka menemukan rumah baru.
Sore itu Yovela dan Reza sedang asyik mengobrol satu sama lain, lalu tak lama kemudian Sinchen datang menghampiri Yovela dan Reza.
__ADS_1
"Vela, bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kau sudah lebih baik?" Tanya Sinchen, tetapi matanya menyipit menatap Reza.