Twins Yovela & Yesika

Twins Yovela & Yesika
Bab


__ADS_3

"Arka lalu kau ingin apa? Bahkan Papa sudah menjadikanmu sebagai Manager di perusahaan apa lagi yang kurang."Sahut Yesika.


"Heh Vela, atau siapapun kamu itu suatu saat nanti Papa akan tahu siapa kamu sebenarnya."Bangun dari duduk lalu melangkahkan kakinya.


Nyonya Marina pun mengikuti langkah kakinya dan meninggalkannya, Tuan Raul begitu malu di hadapan Tuan Robert karena hal sekecil ini saja menjadi masalah yang besar.


"Tuan Robert maafkan atas sikap tidak sopan putraku!"Ujar Tuan Raul dengan senyum canggungnya.


"Tidak masalah Tuan, pasti selalu saja ada pertengkaran kecil di keluarga kita. Baiklah Tuan karena tugas saya sudah selesai, jadi saya permisi dulu."Bangun dari duduknya dan menjabat tangan Tuan Raul."Nyonya besar dan Nona Muda, selamat semuanya sekarang menjadi hakmu."Tutur Tuan Robert tersenyum manis.


"Terima kasih Tuan."Sahut Yesika membalas uluran tangan Tuan Robert.


Tuan Robert pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan keluarga Barata, kini Arka di kamarnya sedang marah besar dia melemparkan dan membanting barang yang ada di sekitarnya.


Prang....


Brak....


"Ahh damn! Semua ini gara-gara gadis itu datang lagi, jika bukan karena dia Papa pasti sudah memberikannya kepadaku."Ucap Arka dengan penuh emosi dan nafasnya juga memburu.

__ADS_1


Nyonya Marina masuk ke dalam kamar Arka, dia melihat semua barang yang tadinya tersusun rapi kini sudah berantakan.


"Arka apa yang kau lakukan dengan kamarmu ini, kenapa berantakan sekali!"Tutur Nyonya Marina melangkah masuk ke dalam kamar Arka.


"Mama.... aku harus bagaimana lagi sekarang? Papa sekarang lebih peduli kepada anak itu."Ucap Arka dengan raut wajah kesalnya.


"Kau tenanglah dan jangan emosi dulu." Menarik tangan Arka agar duduk di sisi ranjang miliknya.


"Bagaimana aku tidak emosi Mama, Papa sekarang lebih membela dia di bandingkan denganku Ma."Keluh Arka lalu dia duduk di pinggir ranjang.


Nyonya Marina mengerti dengan keinginan putra, lalu Paman Samuel masuk ke dalam kamar Arka dan duduk di sofa lalu menatap keduanya.


"Paman cukup sudah, semua rencanamu terus saja gagal dan gagal lagi."Kesal Arka.


"Arka jangan seperti itu, bagaimanapun juga dia adalah pamanmu."Sahut Nyonya Marina.


"Mama, paman selalu melakukan apa yang dia mau tetapi apa hasilnya? Malah selalu gagal saja."


"Lalu apa rencanamu Arka?"paman Samuel menatap tajam ke arah Arka.

__ADS_1


Arka menatap Nyonya Marina dan paman Samuel dengan tersenyum dingin dia memiliki rencana untuk Yesika agar semua hartanya bisa pindah tangan kepadanya.


"Mama dan paman, kau tenang saja kali ini aku akan membuat rencanaku sendiri. Kalian tidak perlu khawatir."Jawab Arka dengan senyum devilnya.


Nyonya Marina dan paman Samuel saling menatap satu sama lain mereka tidak tahu apa yang akan di rencanakan oleh Arka selanjutnya.


Di taman belakang kini Yesika sedang duduk dia dan pikirannya jauh melayang entah kemana arahnya, sekarang seluruh harta keluarganya telah resmi menjadi miliknya. Bukannya dia bahagia, tetapi dia tidak tahu apakah harus benar-benar bahagia atau berpura-pura karena ini bukan haknya melainkan Yovela yang asli dan bukan dirinya.


"Aku harus bagaimana sekarang, apakah kakak akan setuju jika aku yang mengambil alih semuanya!" Gumam Yesika.


Nenek Sasmita menghampiri Yesika dan duduk di sampingnya."Sayang apa yang kau pikirkan hmm."


"Nenek..."Memeluk nenek Sasmita."Aku bingung Nek, harus bagaimana menjalaninya! Apakah kakak akan setuju jika aku sebagai dia dan mengurus seluruh aset ibuku."


Nenek Sasmita mengusap lembut rambut Yesika dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, nenek tahu betul sikap dan sifat kakakmu itu. Dia pasti akan mengerti mana mungkin dia akan marah kepadamu, karena kau adiknya."Mendorong kedua bahu Yesika."Jadi kau tidak perlu takut lagi ya."Mencubit hidung Yesika.


"Baiklah Nek."

__ADS_1


__ADS_2