
Hari berganti hari kini Yesika sudah terbiasa dengan sikap Nyonya Marina serta Arka yang selalu saja membuat masalah untuknya, entah itu barang ataupun yang lainnya tetapi Yesika tetap tenang menghadapinya.
Hari ini di kantor ada metting dengan klien semua orang sedang sibuk dengan dokumen di tangannya masing-masing. Begitu juga dengan Yesika yang sedang melihat beberapa dokumen yang akan di persentasikan oleh sekertarisnya.
Tibalah waktunya untuk metting ada rasa takut yang menjalar di seluruh tubuhnya begitu juga dengan detak jantung Yesika yang memacu semakin kencang, karena ini pertama kali baginya untuk metting dan menggantikan posisi sang kakak.
"Huff tenang Sika, kau pasti bisa ini semua demi kakak." Ujarnya dengan menarik nafas dalam-dalam.
Setelah merasa tenang diapun melangkah keluar ruangan menuju ruang metting dimana semua orang sedang menunggunya. Yesika pun masuk dengan langkah elegannya bersama sekertaris yang selalu setia menemaninya.
"Baiklah semuanya, kita akan mulai rapatnya dan kau lakukan tugasmu."Ucapnya datar.
"Baik."
Sekertaris pun memulai persentasinya semua orang fokus dengan persentasi tersebut. Setelah satu jam akhirnya persentsi tersebut pun telah selesai semua orang pun saling berjabat tangan.
Yesika pun menyambutnya dengan senang hati lalu setelah selesai metting akhirnya jam makan siang pun tiba, Yesika yang jarang keluar dari ruangannya kali ini dia ingin makan di cafe dekat kantornya.
Dia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan menuju pintu lift sesampainya di Loby dia pun segera berjalan ke arah cafe tersebut dengan semangatnya, tanpa melihat ke arah kiri dan kanan jalanan Yesika hampir saja tertabrak oleh mobil karena dia hanya fokus pada cafe tersebut.
Tin..Tinn...Tinnn..
__ADS_1
"Akhh....." Teriak Yesika.
Beruntung supir tersebut bisa mengrem mobilnya lalu seseorang yang ada di belakang kursi kemudi pun mulai bertanya.
"Apa yang kau tabrak?" Dengan suara datarnya.
"Sepertinya tidak ada korban Tuan."Tuturnya dengan melihat ke arah ke depan.
"Cepat kau urus."Titahnya.
"Baik."
Supir itupun segera keluar dari dalam mobil dan menghampiri Yesika.
Yesika menatap sinis ke arah supir tersebut."Kau ini bisa menyetir atau tidak hah, hampir saja kau membuat jantungku berhenti berdetak."
"Maaf Nona, tetapi ini salahmu juga kenapa kau tidak fokus saat menyebrang." Ucap supir tersebut.
"Kau..."
Belum selesai mengatakannya dari dalam mobil seseorang sudah memanggil supir tersebut.
__ADS_1
"Membuang waktuku saja, cepat!" Ucapnya dengan sinis.
"Sudahlah Nona, Tuanku sudah memanggil dan anggap saja hari ini kau bberintun." Meninggalkan Yesika.
"Eh.. kau mau kemana urusan kita belum selesai, hei kau... jangan mencoba untuk kabur." Teriak Yesika.
Dan mobil tersebut pun meninggalkan Yesika yang sedang menggerutu, lalu mobil tersebut melaju dan tidak sengaja mencipratkan genangan air dan tentu saja mengenai baju Yesika dan membuatnya semakin geram.
"Akh.. dasar supir tidak bertanggung jawab, semoga kita tidak bertemu lagi." Kesal Yesika.
Dan pada akhirnya diapun tidak jadi pergi ke cafe karena bajunya kotor.
Sore hari Yesika tidak langsung pulang ke rumahnya dia pergi mengunjungi rumah Bi Rahma dan sang kakak karena sudah rindu berat. Yesika menggunakan taxsi online karena tidak mungkin baginya untuk menggunakan mobil.
Di depan pintu dia pun mengetuknya lalu seseorang pun membuka pintu dengan perasaan senang, bahagia, juga bercampur sedih dia pun memeluknya lalu menyuruhnya masuk ke dalam rumah.
"Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah bibi Marina dan Arka membuat masalah lagi bagimu?" Tanyannya dengan penasaran.
"Hanya sedikit masalah kau tenang saja kak, aku tidak akan diam saja dan akan merebutnya kembali apa yang menjadi milik kita." Tuturnya dengan nada dingin.
"Baguslah ini baru adikku." Mengusap lembut kepala Yesika.
__ADS_1
Mereka berdua pun tertawa bersama.