Under The Rain

Under The Rain
#1


__ADS_3

"KAK! "


.


.


.


"KAKK!! "


"ahh apaan si! " (jawabku dengan kesal)


"gantian! pengen nonton! " (sambil menarik narik lengan bajuku dengan marah).


Ckk... mengganggu kesenanganku


"ntar, lagi maen juga,ribet lu"


"ISHH! " (kesalnya dia sampai lekas pergi ke kamar mendobrak pintu)


"nanti bentar lagi! " (teriak ku padanya).


Dia ini adik ku,kami dua bersaudara,nama nya naura.


.


.


.


.


" vid, ini makan siangnya...."


"iya bi bentarr" (jawabku spontan)


"jangan game terus!, bentar lagi guru mu datang!" (sembari memarahiku dengan aksen jawanya dan menarikku kemeja makan).


sedikit informasi,dia ini adalah bi ami, asisten rumah tangga sejak kami masi kecil, yang juga sekarang menjadi kepala pelayan disini, dia sudah kami anggap ibu sendiri. Orang tua kami sudah meninggal sewaktu aku berumur 14 tahun,hasil Penyelidikan Polisi mengatakan kasus ini adalah pembunuhan,tapi belum diketahui kenapa dan siapa pelakunya.


Orang tua kami adalah Pemilik SinarNusa.Company yang merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang Konstruksi terbesar di Indonesia.


Yahh kalau dipikir lagi, aku hanya bisa memikirkan satu hal, yang bisa menjadi pelaku dibalik kasus pembunuhan orang tua kamu adalah Adik ayah ku sendiri, Muhtar Wijaya, yang sekarang mengambil alih sementara perusahaan. Terlihat saat di hari kematian orang tua kami, hanya dia yang terlihat senang saat itu,


Agar Perusahaan tidak diambil alih sepenuhnya dan kembali pada pewaris seharusnya, Pak Hardian yaitu Sekertaris Ayahku dulu,mengurus segala hal di Perusahaan sembari menyelidiki kasus orang tua kami.


Saat ini hanya bi Ami dan pak Hardian, keluarga kami.


.


.


.


.


"David,mulai minggu depan,kamu mulai belajar diSekolah" (ucap pak Hardian yang baru saja datang ke rumah),


"bi Ami juga ikut, kalian akan pindah ke bandung" (ucap nya lagi, aku yang sedang makan langsung tersedak mendengarnya,karnaaa...ini sangat TIBATIBA!, adik ku begitu mendengar nya langsung keluar kamar)"


"aku juga ikut?" (sahut naura),


"semuanya" (jawab singkat pak hardian),


"kenapa? kenapa harus pindah?" (tanyaku dengan penasaran),


"kalian selama ini hanya belajar dan diam dirumah, tidak punya teman,cobalah untuk berteman dilingkungan yang baik,kalian akan mengambil alih perusahaan,sebelum itu kalian harus belajar bersosialisasi" ( jelas pak Hardian, yang menurutku ada sesuatu yang disembunyikan, alasan yang cukup membingungkan, walaupun begitu aku yakin ini pasti untuk kebaikan kami, dan aku tak masalah)


"bi.. kenapa harus ke bandung si? disini juga bisa kalau alesannya untuk sekolah formal,ngapain pindah jauh jauh?!" (ucap naura yang sepertinya ga setuju untuk pindah),


"disini panas, enak juga bandung,dinginnn hehe.... bibi mau ke dapur lagi.." (jawab bi Ami sembari pergi kedapur sambil senyum senyum sendiri, sedangkan naura? ya dia cemberut),


Pak hardian bilang kita akan tinggal dirumah kakek ku dulu, rumah yang tua tapi cukup luas,dan masih terawat.


Di dalam perjalanan sedang aku melihat bagaimana keadaan kota Bandung ini,pak Hardian mengatakan,


'kamu akan baik - baik saja disini ' , kata yang cukup singkat,perkataan yang cukup sederhana,sambil melihatku dengan tatapan menakutkan bagiku, dia ini bukan hantu!


Tapi kenapa aku hanya terdiam,menjawabnya pun aku sulit untuk berucap, tapi sesuai sifat pak Hardian,seperti ada sebuah maksud dibalik kata kata nya yang tidak aku ketahui,


Ahhhh orang yang sulit dimengerti.


.


.


.


.

__ADS_1


Oh ya, naura dan bi Ami ga berangkat bersama kami,mereka datang ke sini besok,yah alesannya karna adik gua itu memang sempet menolak pindah.


Setelah mengantarku ke bandung,pak hardian lekas kembali ke jakarta. Kenapa repot repot mengantarku toh sampai dari sini langsung balik lagi, pikirku.


Malam pertamaku di Bandung, kurebah kan badanku dikasur ..


Ahhh bosan! , Aku pergi keluar saja untuk melihat lihat, kebetulan saat itu hari minggu dan sedang ada pasar malam didekat sini.


Ramai orang sedang berbelanja, bermain, seperti nya menyenangkan, ini pertama kalinya aku ketempat seperti ini, yah karna aku jarang sekali bepergian,keluar pun dibatasi, berliburan? .. Aku tidak ingat kapan terakhir berliburan. Walaupun begitu, selama aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau dengan hanya diam dirumah, aku tak masalah.


.


.


.


.


Hujan ...


Tiba tiba hujan turun, ayolahh jangan sekarang,aku sedang menikmati hari pertamaku disini. Orang orang berlari,meneduh menghindarinya, dagangan tak luput terbasahi oleh hujan, aku pun harus meneduh, pikirku,


Saat akan pergi, seseorang ku lihat didepan keramaian orang yang berlari untuk meneduh,dia hanya terdiam,


Siapa itu? ..


Terlihat punggungnya membelakangiku, dan kepala yang menunduk ..


Hei bukan kah sekarang sedang hujan,kenapa diam saja, pikirku. Tanpa sadar aku pun juga hanya terdiam melihatnya seperti itu,


Pikiranku seperti mengingat sesuatu,aku seperti merasakan sesuatu,


.


.


Aku mengenal punggung itu,


Aku tau perasaan ini,


.


.


.


.


[Dihari kabar kematian orang tua David]


Bunyi telpon rumah berdering, ahh aku sedang bermain game!


"Bi .... ada telpon" (panggilku pada bibi untuk menerima telpon),


"Kamu yang angkat dong! Bibi sedang masak!" (Bibi yang menegurku sambil berjalan untuk menerima telpon),


"Tau huuuu!! Bukannya angkat!" (Ejek adikku yang nongol dari kamar),


"Berisik!" (kesalku padanya),


.


.


.


.


Sepertinya bibi selesai menelpon, bibi datang ke arahku dengan wajah sedih, mata yang berkaca, nafas yang berat, kenapa? Perasaanku tidak enak,


"Kita pergi kerumah sakit ya" (ucapnya sambil menangis, Apa ini! . . Aku tidak menyukai situasi ini),


Aku,


Takut ..


Aku memikirkan hal yang tidak tidak, firasatku tidak enak, bibi memberitahuku kalau ayah dan ibu sekarang sedang kritis dirumah sakit, tak kuasa menahan tangis, bibi berbicara sedang ia menangis, aku hanya terdiam, menggelengkan kepala karna tidak mau percaya.


Aku lekas pergi ke kamarku untuk bersiap pergi, aku menyuruh bibi untuk tidak memberi tau adikku soal apa yang terjadi, walaupun kami hanya selisih satu tahun, dia tetap seorang perempuan, dia adikku, aku takan tega melihatnya menangis.


.


.


.


.


Firasatku,

__ADS_1


Pikiranku,


Semua itu terjadi,


Aku tidak suka semua ini.


Pak Hardian menemaniku duduk, aku masih tidak mempercayainya, polisi mendekat dan mengatakan pada pak Hardian,bahwa kasus ini belum jelas dan harus diselidiki lebih lanjut,


Dibalik para Polisi dan Wartawan yang datang, terlihat adik ayahku, Muhtar Wijaya dan istrinya,terlihat baik baik saja dan tak nampak sedih, ketika ia melihat wajahku, ia tersenyum ..


Apa ??. .


Pada saat seperti ini dia tersenyum !??..


APA DIA BAHAGIA!?..


Saat itu aku langsung berlari menyerangnya, mengatakan pada semua bahwa dia adalah pelaku nya, tentu semua tak percaya karna aku hanya bocah dan juga tidak punya bukti,


Aku berulang kali mengatakan kalau dia adalah pelakunya sedang aku hendak menyerangnya.


Aku berlari mencari adikku, bukankah ia bersama bi Ami,


Dimana dia? ..


Langkahku terhentikan,


Melihat punggung adikku sedang berdiri didepan kamar jenazah,


Suara tangisnya sampai padaku,


Hatiku saat itu,


.


.


.


Hancur.


Sangat berantakan,


Tapi kenapa aku hanya terdiam, bukankah adikku juga pasti merasakannya,


Bukankah aku seorang kakak,


Aku tidak mau membiarkannya menangis ..


dan akan melindunginya.


\~flasback off\~


.


.


.


.


Tidak tau mengapa, aku menghampirinya ..


Di bawah hujan,


Perlahan mendekatinya,


Punggung itu,


Perasaan ini,


Aku tidak akan membiarkannya,


.


.


.


.


Menangis.


--""--""--


****Ikuti terus cerita nya ya..


cerita ini aku kirim lagi yang sebelumnya kehapus😭


jangan lupa untuk like dan favorite kan yaa

__ADS_1


karna akan semakin seru cerita nyaa..😊****


__ADS_2