Under The Rain

Under The Rain
#4


__ADS_3

Aku bangun dan menahan nya,


Kenapa juga aku ikut campur,


Tapi yang pasti,


Aku tidak ingin,


Melihat perempuan menangis.


.


.


.


******


" Lepas.." (perintah nya padaku sembari melihat tanganku yang menahan nya, mencoba melepasnya tapi aku tahan dengan kuat),


" Lu siapa? " (tanya dia sambil memelototiku),


"emm.. bukan siapa-siapa" (Jawabku),


"Di tanya siapa harus nya jawab nama, lu anak baru disini? "


"lu gatau gua siapa? " (tanya dia sembari melepas tangannya yang aku tahan),


"ngapain juga harus tau" (jawabku dengan tertawa kecil),


Setelah ku balas ucapannya, dia emosi dan menarik kerah ku, mengepalkan tangan nya, ia ingin memukul, saat akan mendarat di wajah, Naura berteriak memanggil, tangan lelaki ini terhenti saat ingin memukulku,


Naura mendorong lelaki ini, dan kerah baju ku terlepas dari tangannya, orang orang yang berada disana melihat kami, ah untung lah, tidak mungkin kan laki laki menyerang perempuan, apalagi bila ada banyak orang yang melihat nya,


"Kenapa ngeliatin? suka? " (ucap Naura pada lelaki itu dengan suara yang cukup kencang),


Lekas ia menyuruh ku untuk segera pergi ke depan gerbang sekolah untuk pulang, karna pak Indra mungkin sudah menunggu, lalu aku pergi dari lelaki itu sambil menahan tawa. Waah seram seram juga adikku ini.


.


.


.


"Pak Indra mau beli makanan dulu ga?" (tawar naura),


"Eh boleh non.. kebetulan lumayan laper" (jawab Pak Indra senang sembari menyetir),


"Beli apa? Pizza? Pak Indra kayaknya suka, sampai habis pesenan kemarin loh" (tambahku),


"Yaudah kita ke pizz--"


"Eh gausah non, ke inget bi Ami udah masak dirumah hehe, ga enak kalau kita nanti malah makan yang lain.." (jelas Pak Indra yang tiba tiba memotong omongan naura). Aku hanya menahan ketawa melihat Pak Indra mulai panik saat akan ditraktir makan Pizza.


.


.


"Kak, tadi siapa? " (tanya naura padaku),


"Gatau si, baru tadi ketemu"


"Baru pertama masuk, udah ada masalah aja, dasar cowo" (ledeknya)


"Baru pertama masuk, udah deket aja sama cowo, dasar ce--" (omongan ku terpotong karna dia memukul tanganku),


"Ihhh ini kenapa, ada darah.."


Ahh aku sampai lupa kalau aku sedang berdarah, baru sadar saat Naura memukulku tadi, Pak Indra langsung mencari Apotik untuk membeli peralatan P3K, segera setelah membeli nya, kita langsung kembali pulang.


.


.


.


" Bi.. aku luka, tolong bersihin"


"Itu kenapa bisa gitu..? " (tanya bi Ami sambil memukul ku),

__ADS_1


"Jangan dipukul! sakit, udah tau luka masih aja di pukul " (ujarku pada bi Ami),


"Lebay." (ejek naura yang sedang membuka buka kulkas mencari makanan),


"Kenapa bisa gini? " (tanya bi Ami sambil mengobati luka ku),


"Berantem." (tambah naura)


"Baru pertama masuk, udah punya musuh kamu disini, bagus! " (omel bibi sambil menekan luka ku saat sedang diobati), Ahh itu sakit.


Setelah di obati, aku makan masakan bi Ami, buat ku, masakan bi Ami itu justru adalah obat yang sangat ampuh, wah seperti nya luka ditangan ku ini akan cepat sembuh.


Segera setelah aku makan, aku kembali ke kamar dan beristirahat, lelah sekali bersekolah selama sembilan jam, dan orang orang melakukan ini setiap hari nya, melelahkan.


******


[ ESOK HARI ]


.


.


.


.


Kami kembali berangkat sekolah di antar Pak Indra, melihat keluar jendela, orang orang mulai beraktivitas, jalan dipadati kendaraan, ternyata disini cukup macet saat pagi,


"Kak.. nanti jalan jalan yuk" (tiba tiba naura mengajak untuk pergi jalan),


"Kemana? " (tanyaku),


"Gatau sih, pengen kulineran. Yaudah kalo gamau temenin aja belanja ya, ke mall "


"Iya terserah, kapan? "


"Weekend lah, kan kalau hari biasa kita sekolah" (jelasnya),


Aku juga ingin untuk jalan jalan di kota Bandung ini, bosan jika aku hanya diam di rumah terus.


Sesampai di sekolah, aku dan naura pergi ke kelas masing masing, dari kejauhan terdengar suara berisik, ah aku tau, itu pasti adalah kelas ku, kelas paling berisik dan gaduh, guru pun bosan untuk menasehati murid murid disana.


" David!.." (panggil Vito), aku lekas menuju kursi ku, sambil melihat perempuan itu, maksudku sarah, dia hanya diam, memakai earphone di telinga nya, aku hentikan langkah ku dan duduk didepan meja nya,


"Ada apa?" (tanya nya padaku),


"Lu ga inget?"


"Ga.." (jawabnya singkat sambil menatapku, seram),


"I-itu.. bola" (aku mencoba menjelaskan),


"Apa? " (tanya nya kembali),


"Lu nendang gua minggu lalu pas ujan, lu harus minta maaf ke gua--"


"Oh lu orang nya!--" (dengan cepat aku menutup mulutnya, jangan sampai semua orang di kelas tau, aku tak mau di kira orang mesum),


"Ssttt!, jangan teriak bisa ga si? " (ucapku pelan pada nya), aku kembali menarik tangan ku saat dia sudah menurut untuk tenang,


"Minta maaf sekarang,kalo ga gua teriak lagi.." (jelasnya),


"Ya kan ga perlu nendang gua juga kan--"


"Siapa yang duluan salah? " (tanya nya),


"Ya gua ga maksud buruk peluk lu waktu itu. Terus kenapa bales nya pake nendang segala, itu kekerasan!, lu yang sa--"


"Lu termasuk Pelecehan karna peluk peluk orang."


.


.


.


Ah, aku hanya terdiam, kalau dalam catur, aku sudah checkmate, aku harus memakai alasan apalagi,


"Gak minta maaf?, gua teriak.. WOY--" (segera aku menutup mulutnya lagi), kenapa harus teriak sih.

__ADS_1


"Sorry, tapi lu juga minta maaf dong, lu juga nendang gua" (ucapku),


"Ga, yang penting sekarang udah impas" (jawabnya dengan senyum jahat nya),


Wah perempuan ini, menyebalkan sekali, baru kali ini aku bertemu perempuan seperti ini. Ah iya, aku jadi teringat kejadian kemarin saat dia membuka pintu tibatiba dan membuat luka ditanganku,


"Ehemm.. terus buat yang ini, ga minta maaf ?" (tanyaku sambil menunjukan luka ditangan),


"Kenapa emang? "


"Lu kemarin ribut sama pacar lu, tiba tiba buka pintu, terus lari, gara gara lu, gw ketabrak pintu, jadi nya kayak gini " (jelasku padanya),


"Ngapain juga diem disana.. nguping?salah siapa berarti? " (jawabnya),


"Bukan nguping, ga sengaja ke denger! terus.. kemarin gua liat lu kayak nangis, gapapa?" (tanyaku),


"Nangis?, gapapa lagian" (jawabnya cuek),


"Emmm, terus dia mau ngejar lu, tapi gua tahan. Bukan apa apa sih, yah cuman nanti bakal ribut lagi di tempat lain kalo di diemin kan.. " (jelas ku dan segera langsung pergi ke tempat duduk ku), karena guru sudah datang dan akan memulai pembelajaran,


.


.


.


.


\~Kringggg!! Kringgg!!\~


"Vid, anter yuk ke kantin.." (ajak Vito untuk menemaninya ke kantin),


"Gua kan bawa bekel "


"Iya anter doang" (jelasnya lagi),


Aku menunggu nya didekat koridor menuju kantin, aku tidak mau kesana, aku tidak mau berdesakan disana. Vito pun selesai jajan dan kita akan kembali ke kelas, tapi saat aku berbalik, ada orang dihadapan ku, dengan beberapa orang dibelakang nya. Dia adalah orang yang kemarin aku tahan saat akan mengejar sarah.


Vito berbisik menjelaskan padaku, dia siswa kelas 3, dan dia Ketua Genk yang ada disekolah ini,atau bisa dibilang ia seperti jagoan nya disekolah ini. Apapun itu aku tidak peduli, yang aku pedulikan, kenapa ia saat ini berada di hadapanku.


"Mau dilanjut urusan kemarin? " (ucapnya menantang),


"Ber-empat..? " (tanyaku sambil melihat orang yang ada dibelakangnya),


"Gausah, ini urusan kita berdua" (jelasnya sambil mendekat pada ku),


.


.


Tiba tiba teringat saat sarah menangis di guyur hujan, dan kembali menangis kemarin. Apa ini semua karna orang ini?.


Mungkin kah hari itu, ia melihat pacarnya sedang dengan orang lain, maka saat itu dia menangis?


dan kembali menangis karna terulang hal yang sama. Orang ini, brengsek.


"Gimana? " (tanya nya kembali),


"Di sini?, gapapa?, banyak orang yang liat.." (jelasku padanya),


"Gausah takut " (balas nya meremehkan),


"Ok" (jawabku sambil tersenyum),


BRUKKK!!


.


.


.


Aku membanting nya.


--""--""--


**Jangan lupa untuk tekan Like, Favoritkan dan tinggalkan Komentar..


Kritik dan saran sangat diterima😊

__ADS_1


Ikuti dan Dukung terus yaa🤗**


__ADS_2