
Itu dia,
.
.
Si perempuan gila.
.
.
.
******
"HEEI--," tunggu ..
Apa dia tak mengingatku?
Gimana mungkin?
Dia hanya sekilas melihat ku lalu kembali melihat ke arah luar jendela, wahh perempuan ini, tak terkejut sama sekali, setidaknya harus terkejut seperti yang lain saat melihat wajah ku, bukan kah itu hal yang normal?
Seperti kalau kamu melihat lukisan yang indah, kamu akan mengatakan nya indah, kalau kamu melihat suara yang merdu, kamu akan mengatakan nya merdu. Itu hal yang sangat naluriah bagi manusia, apa arti nya dia itu gak normal?
Aku terus menatap nya sedang guru ku didepan menjelaskan latar belakang ku, dan alasan ku pindah kemari, dia kembali melihat ku dan hanya menggedikan bahu sambil memasang raut wajah sinis.
Aku dipersilahkan untuk duduk, tempat duduk ku ada di dua meja dibelakang nya, ahh mood ku saat ini sangat buruk, dekat dengan dia, mood ku jadi tidak enak. Hari pertama ku di bandung, bertemu dia dan aku ditendang, sekarang hari pertama ku di sekolah, bertemu dengan nya lagi, aku tidak tau kesialan apa lagi yang bakal terjadi.
Ah aku tidak mengenal siapapun di sini, aku harus mencari teman, kemudian aku mencoba berkenalan dengan orang yang disebelah ku,
"Hei gua david, nama lu siapa?" (sambil menjulurkan tangan ku sebagai tanda kita berkenalan),
"Gua vito" (jawabnya dia sembari membalas salaman ku),
Setelah mengobrol, ternyata dia juga dari jakarta, ia sudah hampir 3 tahun disini, ia pindah ke bandung saat kelas 3 smp, dia tak menjelaskan kenapa dia pindah, yah aku juga tak mau menanyakan lebih jauh, karna kita baru kenal, aku hanya mengobrol dengan dia, tak sadar menghiraukan pelajaran dan tugas yang diberikan guru, sampai..
\~Kringggg!! Kringgg!!\~
Bel sekolah berbunyi menandakan waktu nya untuk istirahat, vito mengajak ku pergi keliling sekolah, karna aku belum tau wilayah sekolah ini, sambil berjalan keluar kelas, aku lihat perempuan itu tak ada di kursi nya, pasti dia sudah keluar juga, akan aku pertanyakan perbuatan nya hari lalu.
Aku dan vito berjalan melewati kantin, sangat ramai di sana berdesakan membeli jajanan, ah disitu pasti sangat gerah, kenapa orang orang mau berdesakan seperti itu, lebih baik membawa bekal dari rumah, lagian makanan kantin belum tentu sehat.
Lalu kami kembali berkeliling, sama seperti tadi pagi, aku selalu di perhatikan orang orang, aku sih tak risih dan tak masalah mereka seperti itu, karna hak hak mereka juga.
Ternyata Vito juga cukup eksis di sekolah nya ini, dia bilang kalau ia mengikuti ekstrakulikuler basket, mengajak ku untuk bergabung, aku akan ikut dengan nya, akan bosan kalau sekolah hanya untuk belajar dan tidak bersenang senang.
*"Gua ke wc dulu, tunggu* ya" (vito lekas pergi karna ingin buang air kecil),
Aku duduk, menunggu nya di DPR, alias Dibawah Pohon Rindang, haha, sekolah ini banyak sekali pohon pohon, juga sekolah ini di dominasi dengan warna hijau, yang membuat sekolah ini sangat tampak sejuk, ah aku akan suka dengan sekolah ini,
Sedang aku duduk menunggu vito, tercium wangi parfum samar samar, semakin lama wangi nya semakin kuat, aku tau ini parfum siapa, orang nya bentar lagi pasti nongol,
3..
2..
1..
"KAK!" (mencoba membuat kaget,tapi tidak berhasil), hahh adik siapa sih ini..
"lagi ngapain? " (tanya nya dia),
__ADS_1
"nunggu temen, lagi ke wc. Lu gada temen ya, makanya keluar hahaha"
"hemm ada, gw abis keliling sekolah, liat liat " (jelasnya dia)
"mana? ini lu sendiri"
"itu lagi ke wc dulu"
Jitakan ku langsung mendarat dikepalanya,
"sakitt!! " (teriaknya pada ku),
"Dih, lu baru masuk udah punya pacar!?, gokil lu ya, putus lu--"
"Ya temen lah, ngapain gw pacaran*" (jawabnya dia memotong omongan ku)
"ya cari lah temen cewe, kenapa cowo! " (kesal ku),
Aku tak habis pikir, ku pikir setelah pindah, aku tak perlu mengkhawatirkan apapun. Aku melihat sekeliling untuk meredakan emosi ku, menghela nafas menenangkan diri.
Lalu mendengar suara panggilan, bukan ditunjukan pada ku, tapi suara itu terdengar sampai pada ku, ku tolehkan kepala untuk mencari asal suara itu, aku melihat dia, perempuan gila itu sedang duduk didepan koridor, seseorang memanggil sembari lari datang pada nya. Ternyata nama perempuan gila itu adalah sarah, saat aku akan menghampiri nya, adik ku lekas pergi saat orang yang menemani nya keliling sekolah itu sudah keluar dari wc.
"heh kemana!? " (tanya ku),
"ke hongkong" (jawabnya marah sembari pergi), kenapa dia yang marah, harus nya kan aku.
" vid, ayo balik ke kelas" (ajak vito yang sudah keluar dari wc),
Kemana perempuan itu, dia sudah tidak ada di tempat tadi, ah sudah lah, toh di kelas juga bakal ketemu lagi, aku dan vito segera pergi kembali ke kelas.
.
.
.
.
Ahh disini sangat berisikk, aku sangat risih,
Ku telungkupkan kepala diantara lekukan tanganku, dengan memakai earphone, volume suara ku atur sampai cukup tinggi, setidaknya sampai suara orang orang ini tidak terdengar, mungkin aku akan tidur saja..
Sedang asyik aku mendengarkan lagu, dengan memakai earphone ku, ada saja yang mengganggu, siapa sih? Aku bangun dan tak sengaja menggeret meja, melihat sekitaran ku, seketika hening dan semua memperhatikan ku.
"Jangan tidur terus, coba kamu kerjakan ini, biar kamu ga ngantuk.." aku dipanggil untuk menyelesaikan soal matematika yang ada di papan tulis, aku segera kedepan sembari melihat meja depan ku yang masih juga tak di isi, perempuan itu pasti kabur, dia malu untuk meminta maaf padaku karna kejadian yang lalu.
Soal yang diberi sangat mudah, mungkin seharusnya aku sudah kuliah sekarang, siswa siswa dikelas bergumam, seperti berkata 'wahh hebat ', yaa itu lah kemampuan ku.
Walaupun aku hanya belajar dirumah, aku takan kalah dengan orang yang berajar formal disekolah, tidak hanya akademik, aku dituntut untuk bisa disemua bidang.
Selalu ada guru atau pelatih yang datang ke rumah, mungkin 7 dari 10 orang, mereka adalah seorang atlet nasional, atau orang yang bisa dibilang sangat hebat dibidangnya, aku dilatih untuk bisa alat musik, bela diri, olahraga. Intinya apapun dalam bidang non akademik.
.
.
.
.
\~Kringggg!! Kringggg!!\~
Ahhh waktu nya pulang, belajar disekolah ternyata melelahkan, punggung ku sakit karna berdiam duduk selama pelajaran berlangsung. Aku ingin cepat pulang ke rumah, aku ingin tidur.
__ADS_1
"Vid, gw duluan ya" (pamit vito padaku),
"Oh iya hati hati " (jawabku), aku segera keluar kelas, dan pergi ke depan gerbang untuk dijemput pak Indra,
.
.
.
.
"Aku tau aku salah, aku gakan nyangkal, tapi ga akan lagi--"
"Aku udah tahan selama hari hari lalu, aku gamau percaya sama yang aku liat waktu itu, tapi icha bilang kamu pergi lagi kemarin sama dia!.."
Terdengar dari dalam kelas saat aku sedang berjalan di koridor menuju ke depan gerbang, aku tau suara itu pertengkaran orang yang berpacaran, kenapa orang suka sekali hal yang merepotkan,
Ah udah jam segini, aku ingin cepat pulang--
DUBRAKK!!
SIAL.
Kenapa pintu ini tiba tiba terbuka kencang, aku terjatuh karna tertabrak pintu, tangan ku berdarah, sepertinya karna gagang pintu itu, ahh sial, kalau sedang berantem jangan bawa bawa orang lain.
seorang perempuan lari keluar kelas, sekilas aku melihat ia tampak menangis, tapi sepertinya aku kenal dia.. dia, si perempuan gila itu. Aissh setiap ketemu dia pasti aku dapat sial, tapi.. apa dia baik baik saja?..
"Sarah! " (lelaki itu berteriak memanggilnya), ia keluar kelas dan mengejarnya, hei bukankah kalau ia mengejarnya, situasi nya akan memburuk?
.
.
.
Aku bangun dan menahan nya,
Kenapa juga aku ikut campur,
Tapi yang pasti,
Aku tidak ingin,
Melihat perempuan menangis.
.
.
.
--""--""--
| David |
| Naura |
**Jangan lupa untuk tekan Like,Favoritkan dan tinggalkan komentar ya..
__ADS_1
Kritik dan saran sangat diterima😊😊
Dukung dan Ikuti terus ya, karna cerita akan semakin seru🤗**