
BRUKKK!!
.
.
Aku membanting nya.
.
.
.
.
******
Semua orang yang ada di sana terkejut, melihat apa yang terjadi, teman nya yang ada dibelakang nya itu terlihat geram saat aku berbalik melihat mereka, mereka seperti ingin menyerangku, Vito yang ada disebelah ku sudah mulai akan bertindak, bereaksi setelah melihat mereka seperti akan menyerang.. tidak masalah, kalau mereka ingin dibuat malu juga.
Usaha mereka untuk menyerangku terhentikan karna ada guru yang datang melerai. Orang ini masih terbaring di lantai, guru yang datang membantu nya bangun dan menyuruh kami untuk mengikutinya ke ruang guru. Vito yang bersama ku, aku meminta nya untuk duluan pergi ke kelas duluan.
Berita menyebar dengan cepat, 'anak baru yang ribut dengan jagoan sekolah ini '. Ya kurang lebih mungkin itu inti dari yang mereka katakan.
.
.
.
Diluar ruang guru, banyak siswa yang melihat ke arah dalam, mungkin mereka penasaran apa yang terjadi selanjutnya, aku sudah seperti artis di sini.
"Gimana rasanya tidur dilantai? " (ejek ku padanya sambil menahan ketawa),
Dia hendak menyerangku, tapi menahannya karena kita sedang ada di ruang guru, bisa bisa tambah menjadi rumit masalah ini. Setelah di rundingkan untuk berdamai, kami di persilahkan untuk pergi keluar ruangan, orang orang yang tadi melihat diluar, langsung membubarkan diri dari sana,
Lalu orang ini, maksudku Iqbal, dan temen temannya tadi pergi sambil melihatku dendam, ayolah, aku tidak akan takut.
Dan aku berbalik untuk segera kembali ke kelas, langkahku terhenti melihat sarah ada di depan ku, sejak kapan dia ada di situ?.
Aku mendekati nya,
"Lu lagi ngapain? " (tanyaku penasaran),
Dia hanya diam melihatku,seperti menunjukan rasa iba, kenapa dia?,membuat ku bingung. Aku melambaikan tangan di depan wajah nya, dia terus menatap ku. Ah aku tau wajahku ini tampan, dia mungkin baru menyadarinya--,
"E-ehh, lu ngapain" (tiba tiba sarah menarikku pergi), tidak tau alasan nya apa, mungkin aku akan menurutinya dulu,
.
.
.
"Duduk." (perintahnya), aku dibawa ke UKS.
Ah aku baru merasakan nya sekarang, perban di tanganku keluar darah, sepertinya luka di tangan ku ini melebar, sangat perih.
"AHH!--" (ingin aku teriak,tapi aku tahan), ini lebih sakit dibanding di obati oleh Bi Ami,
"U-udah.. langsung perban aj--, AHH!-"
"DIEM!" (bentaknya),
.
.
.
.
"Udah" (ujarnya setelah selesai mengobatiku), tapi aku penasaran,
"Tadi.. lu ngapain didepan ruang guru? " (tanyaku padanya),
__ADS_1
"Bukan apa apa.." (jawabnya seperti memikirkan sesuatu),
"Tadi gua banting pacar lu.. dia orang nya brengsek yah, kalau bukan disekolah, gua udah--"
"Lu bakal banyak dapet masalah lagi dari dia" (ujarnya memotong ku bicara),
"Iqbal itu pentolan nya disini, semua pada takut sama dia, temen dan anak buah nya itu nurutin perintah dia, kalo dia perintahin buat gebukin lu, lu bisa abis" (lanjut dia menjelaskan dengan serius),
"Ko lu bisa suka sama dia? " (tanyaku), dia membuatku bingung, kenapa bisa suka ke orang seperti itu,
Dia bingung untuk menjawab dan mencoba menjelaskannya..
"Inti nya, dia dulu ga seperti sekarang, dan gua udah putus sama dia.." (jelasnya),
"Terus?.."
"Terus apa? " (tanyanya bingung),
"Terus lu khawatir sama gua? " (tanya ku sambil menahan tawa),
"Ko bisa ya ada cowo kayak lu.." (balasnya sinis keheranan),
"Limited Edition" (jawabku dengan bangga), ya karna aku ini tidak ada dua nya,
.
.
"Makasih ya" (ucapnya sambil menunduk), ternyata perempuan ini bisa berterima kasih ya,
"buat apa?" (tanyaku mendekat padanya),
"buat--"
Tibatiba naura datang, tidak mengetuk pintu dan langsung masuk, aku sangat kaget..
"Heh! ketok pintu dulu kalo mau masuk!" (kesalku),
"Lu ribut lagi? gapapa?.." (tanyanya yang baru datang),
"Ya rame lagi diomongin orang orang, tadi gua ke kelas lu, tapi ga ada, yaudah pergi kesini" (jelasnya),
Aku hanya menganggukan kepala, melihat sarah yang sepertinya bingung di situasi ini, dan aku mengenalkan nya pada naura, begitu juga sebaliknya. Kemudian kami pergi kembali ke kelas masing masing,
Sambil berjalan menuju kelas,
" Adik lu ko bisa se angkatan yang sama? " (tanya nya), dan langsung melanjutkan lagi pertanyaan nya,
"Berarti lu lebih bodoh ya dari adik lu-"
"Sembarangan! emang karna umur kita ga beda jauh.." (aku berhenti dan langsung membantahnya). Wah perempuan ini, menyebalkan, dia hanya tertawa dan langsung masuk ke kelas.
"David !" (Vito memanggilku),
Aku segera duduk di kursi ku, dan mengobrol dengan Vito soal masalah tadi. Guru pun masuk dan memulai pembelajaran
.
.
.
"Ini bapak ada tiga soal, yang bisa mengerjakan soal ini silahkan kedepan"
Semua orang dalam sekejap menjadi sibuk sendiri, mengalihkan pandangan nya, dan berpura pura tidak mendengar, ada yang melihat langit langik kelas, ada yang berpura pura mengerjakan soal. Saat itu aku melihat sarah dari belakang, karena tempat duduk ku ada di dua meja dibelakang nya, ia berpura pura menghitung dengan jari jari nya, padahal itu adalah soal yang tidak bisa dikerjakan dengan jari,hahaha.
"Kalau tidak, bapak tunjuk kedepan saja ya" (lanjut nya),
Dan semua menjadi panik, menengok kanan kiri, memanggil satu sama lain untuk segera ke depan. Haha kenapa dengan semua orang, matematika itu sebenarnya mudah. Akan aku tunjukan pada nya kemampuan ku, kubuat sarah memakan kembali omongan nya tadi.
"Pak.. saya mau kerjakan soalnya" (aku mengatakan nya sembari maju ke depan),
Ah ini sangat mudah, aku sudah menyelesaikan nya dengan cepat, dan aku disuruh untuk menunjuk siapa yang akan mengerjakan soal selanjutnya. Haha entah kenapa ini membuat ku sangat senang,
"Siapa yang mau kamu tunjuk? "
__ADS_1
"Sarah." (aku tunjuk sarah sambil menahan ketawa), yang lain merasa lega karna tidak dipanggil oleh ku, padahal beberapa detik sebelumnya, mereka menggelengkan kepala padaku untuk tidak dipilih.
Dia segera ke depan dengan senyum dan sangat tenang, ah apa mungkin dia bisa mengerjakan nya? kalau begitu pilihan ku salah-
"kau akan mati"
.
.
DEGG
.
.
.
Sepertinya pilihan ku benar benar salah.
Dia mengatakan nya disamping ku setelah spidol yang ku pegang diambil oleh nya. Aku benar benar merinding. Haruskah aku kabur setelah ini selesai?.
.
.
.
.
\~Kringgg!! Kringgg!!\~
Bel berbunyi tanda sekolah hari ini selesai,waktu nya pulang!..
"Vid.. main yuk besok pulang sekolah" (ajak Vito padaku),
"Kemana?" (jawabku sembari membereskan buku di meja),
"Nonton film, ada film bagus baru keluar di bioskop" (jelasnya),
Mungkin aku akan ikut, aku tidak pernah datang ke bioskop, kalaupun ke mall, aku lebih sering menemani Naura berbelanja, selebihnya aku hanya membeli barang untuk upgrade Komputer ku.
"Oke.. tapi gua ajak adik gua ya" (kebetulan tadi pagi pun Naura ingin jalan jalan, sekalian saja kan),
"Yaudah, gua duluan ya" (pamit nya untuk pulang duluan), aku masih membereskan buku dan memasukannya ke dalam tas, setelah selesai aku segera akan pergi, tapi sarah tiba tiba datang ke arah ku, apa dia marah karna kejadian tadi?
Wah dia orang yang menyimpan dendam, tidak sesuai dengan wajah nya, ya lumayan cantik.
Tapi dia tidak seperti sedang marah, sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan,
"Mau ga jadi pacar gua?"
.
.
.
.
.
Hah???
--""--""--
| Sarah |
**Jangan lupa untuk tekan Like, Favoritkan dan tinggalkan komentar yaa..
Kritik dan saran sangat diterima😊
Ikuti dan dukung terus yaa🤗**
__ADS_1