
Mau ga jadi pacar gua?"
.
.
.
.
.
Hah???
******
Aku sangat terkejut mendengarnya, bagaimana mungkin,dia memintaku jadi pacar nya, harus nya kan aku yang bilang begitu. Maksud ku.. harusnya lelaki yang melakukan itu.
Aku tidak dapat memikirkan apapun, aku hanya terdiam, merenungkan situasi ini,
"Tapi ga serius, pura pura aja sebagai pacar gua" (lanjut nya setelah membuat ku syok),
"Pura pura gimana maksud nya? " (tanyaku yang kembali sadar dari lamunanku),
"Gua gamau di kejar terus sama Iqbal, gua jadi risih, sekarang pun mungkin dia udah ada di depan kelas nya nunggu gua" (jelas alasan nya), karna memang kelas Iqbal itu di arah keluar sekolah,
"Kok minta tolong nya ke gua? " (sambil memikirkan kemungkinan siapa saja yg bisa jadi pacar palsu nya, karna cowo disini bukan hanya aku saja),
"K-kan gua udah nolong lu, ngobatin luka di tangan lu, masa gamau balik nolongin !? " (ujarnya dengan suara tinggi),
"Kok malah marah si, minta tolong apa nagih utang !? " (balasku juga dengan suara keras),
Aku bisa bisa selalu darah tinggi kalau selalu ketemu dengan dia ini,
"Yaudah mau nolongin ga!? " (balas nya),
"Alasan nya dulu kenapa minta tolong nya ke gua, bukan orang lain? "
"Karna mungkin lu doang yang berani sama dia, gua gatau lagi mau minta tolong sama siapa" (dengan suara yang kecil lalu menundukan kepala, dia tampak sedih),
"Untungnya buat gua apa? "
"Mungkin dia gakan ganggu lu juga, kalau dia gangguin gua, lu bakal bela, gitu juga sebalik nya, karna ga mungkin kan cowo pake kekerasan ke cewe, lu bakal gua bela!. Saling menguntungkan kan? " (jelasnya dengan semangat),
Wah apa ini, mood dia cepat sekali berubah nya, yang tadinya sedih, sekarang menjelaskan nya dengan semangat, apa dia pura pura tadi? aku hampir benar benar terbawa oleh akting nya, harus nya dia menjadi artis,
"Oke, cuman sampe dia ga ngejar lu lagi, dan juga untuk lu, gausah repot bela bela, gua bisa urus sendiri, anggep aja bayaran karna udah ngobatin luka gua, ya walaupun penyebab nya lu juga"
"Hemm." (memalingkan wajah nya sambil menghela nafas), sebenarnya yang di repotkan disini siapa ya,
"Yaudah, gua balik--" (ujar ku dan langsung ditahan oleh nya),
"Bareng."
.
.
.
.
Apa ini, dia terlalu menghayati akting nya ini, orang orang jadi memperhatikan kita, yah mungkin dengan ini rumor nya cepat menyebar, tapi dia ini terlalu menghayati peran nya, dia menggandeng tangan ku, dan tersenyum senyum padaku, aku tidak berbicara pun dia tertawa seolah kita sedang mengobrol,
"Hahaha.. ih masa sih gitu?" (oceh nya),
"Hah? Ngapain si? ga jelas--"
"Senyum." (belum menyelesaikan perkataan ku, dia mengancamku dengan senyum jahat nya), aku terpaksa mengikuti nya.
Iqbal yang ada di depan kelas nya melihat kami, dia terlihat keheranan dan sedikit kesal melihat kami, dia hanya diam saja, begitu juga saat kami melewatinya, aku sekali kali melihat ke belakang, seperti nya dia sudah tidak akan mengganggu nya dengan ini,
__ADS_1
.
.
Saat akan sampai di depan gerbang, orang orang masih memperhatikan kami, sarah berbisik menyuruhku untuk melambaikan tangan pada nya sebelum pergi, kenapa juga aku harus melakukan itu, menurutku pergi bersama setelah pulang sekolah itu sudah cukup,
Sudah sampai di depan gerbang, aku melihat mobil Pak Indra, dan aku langsung pergi, lalu sarah memanggil, saat aku membalikan badan,
Aku melihat seorang.. Pembunuh! Maksud ku, seolah olah jika aku pergi saja selangkah lagi, dia akan membunuh ku. Aku ini bukan sedang menonton film horor, tapi ini menyeramkan, ia melambaikan tangan nya dengan senyum palsu nya itu, segera aku balik melambaikan tangan, dan langsung pergi ke mobil,
.
.
.
.
" Iu pacaran sama sarah?" (tanya naura didalam mobil sambil melihat ke arah sarah yang sedang berjalan),
"Panjang cerita nya.. Pak indra, ayok jalan" (ujarku),
"Nyuruh buat ga pacaran, eh malah sendiri nya pacaran" (ejek naura dengan suara sembunyi tapi masih terdengar olehku),
"Besok ga gua anter pergi--"
"Becanda.." (balasnya cepat saat akan aku mengancamnya),
.
.
.
.
[ ESOK HARI ]
.
.
"Pak Indra, nanti gausah jemput ya, kami mau main, bisa naik taksi " (ujar Naura),
"Mau main kemana? Memang nya kamu tau jalan jalan yang ada dibandung ini, kalian baru pindah kan, kalo nyasar gimana." (cemas Bi Ami yang padahal sedang memasak, tapi merespon percakapan Naura dengan Pak Indra),
"Masa iya nyasar udah segede ini, lagian ada handphone, tinggal pesen taksi online" (jelasku),
"Di luar mau ujan, mau bawa payung ga? " (sambil melihat luar jendela),
"Gausah. Ayok Pak Indra berangkat " (aku selesai menghabisi sarapan ku dan segera berangkat), bisa bisa Bi Ami akan mengomel dan memaksa ku membawa payung,
Di dalam perjalanan menuju sekolah, aku sudah mengatakan pada Naura kalau teman ku Vito akan ikut dengan kita. Ternyata yang di bilang Bi Ami benar, hujan yang cukup besar turun, segera sampai di sekolah, aku lari dari depan gerbang,
.
.
.
"Vid!.." (panggil Vito sedang aku berjalan di koridor),
Vito berlari menuju arahku,
"Gua udah pesen tiket nya, dapet satu tiket gratis, gimana tuh? "
"Emm ya gimana, biarin aja, kita cuman bertiga.." (ucap ku sambil berjalan menuju kelas),
Saat kami berjalan, orang orang memperhatikan ku, aku sudah biasa, tapi tatapan mereka beda dari sebelum nya, tampak seperti menyayangkan suatu hal. Oh apakah berita itu sudah menyebar?,
"Vito.. lu denger rumor ga gua pacaran sama si sarah? "
__ADS_1
"Sarah? " (langkah nya terhenti dan terlihat terkejut dengan apa yang aku katakan),
"Iya sarah yang sekelas sama kita, cerita nya panjang sih.."
"Beneran tapi pacaran? " (tanya nya memastikan kembali),
"Y-ya begitu deh.. hehe,lu ga denger? "
"Ngga denger , sejak kapan pacaran?"
"Kemarin."
"Si Iqbal ga marah ke lu? " (tanya nya)
"emm.. i don't care" (jawabku sembari menenggerkan tangan ku kepundak nya dan kembali berjalan),
.
.
.
.
"Dave.."
"Dave!.."
Teriak suara perempuan dari arah belakang ku, astaga, berisik sekali, aku tolehkan kepala ku, dan aku dapati sarah datang ke arahku sambil melambaikan tangan nya, aku tak sadar hanya diam memperhatikan nya,
Dia..
Cantik,
Tapi siapa yang dia panggil, aku segera melihat sekeliling, tapi seperti nya tidak ada yang merespon panggilan nya,
"Haii Dave.." (Senyum nya, yang saat ini ada tepat ada dihadapan ku), senyum nya.. berbeda dengan yang selama ini aku lihat.
Senyum nya ini,
Benar benar cantik,
.
.
"Davee!.."
Aku hanya terdiam melihatnya,
Sarah memegang tangan ku sedang ia menyadarkan ku,
Jangan seperti ini sarah,
Karna mungkin
.
.
.
.
Aku akan menyukai mu.
--""--""--
**Jangan lupa untuk tekan Like, Favoritkan dan tinggalkan komentar yaa..
Kritik dan saran sangat diterima😊
__ADS_1
Ikuti dan dukung terus yaa🤗**