Unperfect Marriage

Unperfect Marriage
Ada apa La?


__ADS_3

cahaya langit senja yang memesona menjadi latar acara resepsi pernikahan Dimas dan Naya. melodi instrumen lagu berjudul wouldnt it be nice menghantarkan kesan elegan bagi pengantin maupun para tamu undangan. setelah matahari berpamitan sepenuhnya pulang ke peraduan kini memasuki acara makan malam, setelahnya di lanjutkan dengan acara dansa dengan diiringi lagu bertempo cepat yang memancarkan kesan ceria seceria wajah kedua mempelai yang tak sabar menunggu malam pertama. hingga menjelang detik-detik terakhir acara dimana musik sudah berganti dengan pemilihan lagu berlirik romantis, Esa masih terlihat seperti pria jomblo mengenaskan diantara ratusan tamu undangan


harusnya malam ini, Esa bisa ikut menikmati pesta seperti tamu lainnya, tapi ia malah merasa seperti orang tolol yang terus ditolak keberadaannya oleh sang istri. Ola bahkan terang-terangan menghindarinya dan lebih memilih bergabung di meja kenalannya yang hanya tersisa satu kursi sehingga Esa tak bisa ikut bergabung. acara dansa pun, Ola beralasan tak bisa berdansa demi menolak ajakannya. perempuan keturunan ningrat bugis itu tahu betul cara menciptakan jarak padanya dengan masih menyelamatkan harga dirinya sebagai suami di hadapan teman-teman Ola.


beralasan tidak bisa berdansa, padahal dulu... selama pernikahan... ketika Ratu menyiapkan acara double date makan malam romantis di tempat romantis mereka selalu menutup acara dengan berdansa.


rasa kecewa Esa tak hanya sampai penolakan Ola,


panas membara hatinya menyaksikan dengan mata kepala sang istri bersalaman dengan beberapa tamu undangan lelaki dengan senyum memesona yang tercetak di bibir yang dulunya senyum itu hanya milik Esa seorang. rasa-rasanya ia ingin menghancurkan pesta ini jika saja Ola tak mengancamnya lebih dulu


"kamu datang kesini tidak dengan undangan. hanya mengikut sama undangan yang aku punya. jadi tolong jaga sikap dan batasan mu. jangan membuat ku malu dan marah" peringat Ola ketika Esa hampir meninju seorang pria yang katanya teman Dimas. suami mana yang tak marah melihat istrinya berbincang hangat dengan seorang pria singgel yang kedua matanya memancarkan kekaguman pada sang istri?


Ola benar-benar sudah tak peduli akan perasaannya. bagaimana mungkin perempuan yang dikenalinya lemah lembut itu tega menyakiti perasaannya sehebat ini?


'cih. baru sekali saja lo liat Ola sama laki-laki lain lo udah sesakit itu, gimana perasaan Ola yang selama pernikahan lo selingkuhi. lihat, dia bisa bahagia tanpa lo'


kemarahan yang siap meledak perlahan berubah penyesalan begitu otaknya mengultimatum perbuatan kejinya pada sang istri selama ini.


Ola pantas jijik berdekatan dengannya!


meski begitu, Esa tidak akan mundur dari perjuangannya mendapatkan kembali kepercayaan sang istri. biarlah Ola bertindak sesukanya untuk membalas perbuatannya asalkan mereka tidak bercerai. Esa yakin Ola masih mencintainya, gugatan itu hanya gertakan agar ia tersadar dari kekhilafannya. pikirnya


dan kini Esa benar-benar sudah sepenuhnya sadar, bahkan sebelum ia tahu Ola menggugat nya di pengadilan agama, Esa sudah memutuskan akan bersama Ola sampai akhir hayatnya. tidak ada lagi wanita lain yang pantas ia pertahankan selain perempuan bangsawan bugis itu, sang istri Andi Tenri Ola yang telah menjadi pusat dunianya.

__ADS_1


Esa akhirnya memilih menepi dengan mata terus mengawasi sosok perempuan bergaun Lilac dengan rambut di sanggul itu.


"boleh gabung pak bos?" Esa lantas mendongak, matanya memicing begitu mendapati sang asisten yang malam ini beralih tugas menjadi sopirnya. belum dipersilahkan tahu-tahu Han sudah duduk di samping Esa


"tadi ada kenalan dari pihak pengantin laki-laki, ketemu di parkiran dan ngajak bergabung, ya udah dari pada saya di parkiran nggak tau mau ngapain ya saya masuk aja. lagian acara intinya udah selesai, lumayan bisa makan gratis" jelas Han mengerti tatapan penuh curiga dari bosnya


"gimana pak? ada perkembangan meluluhkan hati bu Ola?" tanya Han sembari menikmati berbagai buah segar di piring yang tadi ia ambil sebelum bergabung dengan Esa


keduanya menatap kearah panggung pengantin, Ola terlihat tertawa bahagia bersama para sahabatnya juga mempelai pengantin. tak berselang lama mereka diarahkan untuk berfoto, lalu Ola dan ketiga sahabatnya di tambah Dimas juga seorang perempuan yang kemungkinan kekasih Irham saling merangkul untuk kemudian di potret oleh fotografer.


"tega banget sih istri gue nggak ajak-ajak foto" gerutu Esa dengan suara nyaris berbisik


"bu Ola sepertinya sudah sangat siap hidup tanpa bapak" enteng sekali kalimat itu meluncur dari mulut penuh Han, seolah apa yang diucapkannya tak membuat hati seorang Esa Ketar-ketir juga jantungnya tertohok


"pak Arjuna ya?"


"iya" jawab Esa datar


"sebenarnya saya dari tadi ingin menghampiri pak Arjuna tapi takutnya salah orang. kita baru bertemu sekali soalnya. bapak masih ingat saya?"


Esa menaikan alisnya, berusaha tersenyum sebagai respon ramahnya, karna dalam otaknya tak menemukan kepingan pernah bertemu dengan laki-laki berkemeja lilac di hadapannya. selama terjun sebagai direktur Operasional empat tahun lalu, sudah jutaan orang yang ia temui dan otaknya tak sehebat itu untuk menghapal semuanya, apalagi yang hanya pernah bertemu sekali atau dua kali.


lelaki yang memperkenalkan diri dengan nama Gunawan itu berprofesi sebagai sekertaris dari penyedia lahan yang pernah bekerja sama dengan perusahaan Nugraha di Gayamsari beberapa bulan lalu. Esa langsung mengingatnya, bukan orangnya tapi tentang proyek kecil yang telah diresmikan olehnya 5 bulan lalu di kecamatan Gayamsari. lalu obrolan demi obrolan mengenai bisnis mencair diantara mereka. entah berapa lama mereka berbincang sehingga Esa kehilangan momen memantau istrinya. begitu ia menoleh ke arah panggung pengantin, Ola sudah tak ada diantara sahabatnya.

__ADS_1


gegas Esa berdiri, kemudian beranjak ke arah panggung setelah berpamitan pada Gunawan


"istri gue mana?" tanyanya langsung pada ke lima orang yang Esa harap siapapun diantara mereka bisa menjawab pertanyaannya


"istri yang mana?" suara ketus Claudia malah melempar tanya balik yang sukses memancing tatapan tajam Esa


"salah gue nanya? dia cari istri sah apa istri sirinya" Claudia protes begitu mendapat peringatan dari Naya melalui cubitan tipis di lengannya


"gue nikah sekali, cuma sama Ola. dia satu-satunya istri gue" balas Esa mencoba meluruskan pikiran kotor sahabat istrinya pada dirinya


Esa merasa mereka perlu tahu kalau dirinya tidak pernah menikah dengan siapapun selain Ola. mereka sahabat istrinya, otomatis Esa juga harus membersihkan namanya pada mereka agar tak lagi dipandang begitu hina. meski ia akui dirinya pernah salah jalur tapi sekarang jalannya sudah lurus dan Esa harap mereka bisa mengerti itu


"tadi pamit saat terima telpon" beritahu Naya yang tak tega melihat aura wajah Esa yang terlihat sungguh-sungguh


"Ola pamit pulang ke hotel?"


"mungkin. dia bawa tas soalnya"


"terimakasih, Nay. selamat atas pernikahan kalian. gue juga pamit susul Ola" Esa langsung beranjak pergi. Han yang melihat bosnya berjalan cepat menuju parkiran ikut beranjak dan menyusul


'ada apa La? kenapa kamu balik nggak ngabarin mas, sayang' tanya Esa dalam hati. hatinya benar-benar kalut di tinggal sang istri


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2