
Di tengah-tengah aktivitasnya meninjau lokasi untuk pembangunan proyek baru, Esa tak pernah menduga kalau perempuan yang pernah ia curangi dengan perselingkuhan itu mengirimkannya sebuah pesan gambar. sebab, untuk pamitan ke Bali saja, alih-alih menghubunginya Ola lebih sudi menghubungi Han tadi pagi.
Esa mesem-mesem, berharap Ola mengirimkan pap aktivitas perempuannya itu di Bali. tak mau menduga-duga ia segera membuka pesan istrinya. Namun senyumnya seketika lenyap begitu gambar berhasil terdownload
bukannya menemukan wajah cantik istrinya justru penampakan wanita tua yang sedang duduk di ruang tunggu lobi yang sangat Esa kenali lokasinya. itu adalah ruang tunggu kantor Arsitek yang cukup terkenal meski baru 5 tahun berdiri, GDT Architect atau yang dikenal dengan Group Desain Tenri Arsitek. ya, perusahaan milik pribadi istrinya, Andi Tenri Ola.
ISTRINYA MAS ESA 👩❤️💋👨💦
*picture
"kamu kenal ibu ini?"
"katanya calon mertuamu"
pesan baru yang di kirim Ola membuat Esa mengumpat. lekas ia mengirimkan balasan detik itu juga
"kamu sudah di semarang?"
tanyanya memastikan kemungkinan istrinya sudah balik dari Bali. meski merindukan sang istri tapi Esa bahkan telah menyiapkan diri setidaknya paling lama perempuannya itu baru balik esok hari.
menyadari bahwa dirinya tak sendiri Esa kemudian minta maaf atas keterkejutan sekertaris dan mandor bangunan atas mulut kasarnya.
"dia bukan siapa-siapa bagi mas. ibu mertua mas ya hanya ibu Andi Sahaja seorang" balasnya lagi mencoba meyakinkan istrinya.
"mas lagi di luar, maaf nggak bisa kesana. kamu tidak usah meladeni orang itu"
meski seluruh jiwanya ingin meluncur ke tempat sang istri tapi Esa tak bisa mengambil tindakan ceroboh lagi, ia harus profesional demi keberlangsungan perusahaan yang dimana ribuan orang mengantungkan hidupnya dari gaji perusahaan.
Esa hanya bisa menghela napas panjang meratapi nasibnya.
__ADS_1
benar kata orang, selingkuh bukan perkara khilaf tapi lebih kepada memberi cobaan pada hidup sendiri dengan keadaan sadar. batin Esa merutuk kesalahannya yang satu itu
meski sekarang ia sudah kembali kejalan yang benar yakni hanya mencintai dan berkomitmen pada hubungan halalnya dengan sang istri tapi efek dari cobaan perselingkuhannya masih saja memborbardir hari-harinya.
segala macam cara yang telah ia lakukan untuk mengembalikan kepercayaan Ola namun tak ada juga yang berhasil meluluhkan hati Istrinya itu. juga telah berbagai cara yang ia lakukan demi mengabaikan mantan kekasih yang ia pacari atas dasar kasihan namun perempuan itu seperti tak kehabisan akal untuk terus menerornya
entah sudah berapa puluh nomor yang Esa blokir begitu mengetahui kalau pemilik nomor asing yang membuat ponselnya terus-menerus berdering adalah si mantan alias si Dewi
jika saja tak memikirkan jika nomor ponselnya sudah terdaftar di kalangan para rekan bisnisnya mungkin Esa sudah menggantinya jauh-jauh hari.
* * *
di tempat lain... beberapa saat sebelum Ola mengirimkan Esa pesan tanpa pikir panjang
tak seperti kedua sahabatnya yang memilih kembali ke kantor setelah pesawat yang mereka tumpangi landing di bandara Ahmad Yani tepat pukul 2 siang, Ola berencana pulang ke apartemen sewanya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. ia membutuhkan perenungan atas semua keputusan yang akan ia ambil ke depannya.
sejujurnya Ola masih tak menyangka kalau laki-laki baik seperti Esa tega memanipulasi hubungan pernikahan mereka dengan mempertahankan gundiknya ... tapi lebih-lebih Ola tak menyangka jika Dimas yang ia kenal baik dan lurus-lurus justru lebih bengkok dari Esa.
"selama ini gue nggak pernah naruh curiga sama mereka yang jika dipikir kedekatan mereka melebihi atasan dan sekertaris. kecurigaan gue ketika malam pertama yang gue bohong sama kalian kalau gue udah lewatin sama dia padahal malam itu dia nolak dengan alasan lelah, besoknya gue goda lagi, gue bahkan bersikap ****** di hadapannya tapi dia kosong seolah nggak ada nafsu, gue nanya baik-baik malah marah-marah katanya gue tuduh dia impoten. nah disitulah dia tak sengaja keceplosan kalau dia bisa bangun kalau sama Andre, sekertarisnya itu... sumpah gue jijik banget... hiks" Naya menyelesaikan ceritanya dengan tangis yang tak pernah berhenti.
siapa yang tidak merasakan sakit begitu pilu ketika lelaki yang dikenal lurus-lurus saja selama menjalani pacaran 4 tahun justru malah memiliki hubungan khusus dengan sekertarisnya yang berjenis kelamin sama. ya, Dimas memanfaatkan hubungannya dengan Naya demi menyembunyikan kekurangannya.. yang menyukai sesama jenis alis gay.
ia dan Naya sama-sama dimanfaatkan, tapi bolehkah Ola meralat ucapannya bahwa nasib Naya lebih bagus darinya karna sang sahabat belum tersentuh, sekarang Ola simpulkan satu hal bahwa, kelakuan pasangan mereka sama-sama menyakitkan dan bikin trauma.
Baru saja taxi yang di pesannya meninggalkan area bandara, Freya mengabarinya bahwa ada tamu pribadi seorang wanita paru baya yang ingin menemui Ola, katanya sudah menunggu hampir 4 jam lamanya. sepertinya wanita tua itu benar-benar gigih ingin menemuinya. Ola yang penasaran akhirnya meminta supir taxi mengubah tujuan
dan ketika Ola masuk lobi kantornya, keningnya mengerut samar melihat wajah wanita itu yang tampak tak asing, ada kemiripan dengan...
"ibu mau bertemu saya?" tanya Ola to the point begitu menyadari bahwa apa yang ia tebak sepertinya benar, wanita baya itu memiliki mata dan hidung seperti si gundik
__ADS_1
"ka.. kamu yang bernama Ola?" tanya ibu itu dengan terbata setelah berdiri menyambut kedatangan Ola
"iya, benar"
"maaf, boleh minta waktunya sebentar? ada yang mau saya bicarakan sama kamu"
Ola merasa hidupnya begitu menggelikan ketika harus berurusan dengan perempuan yang mencetak si gundik lahir ke dunia. setelah anaknya yang berani meminta waktunya dan meminta suaminya, si induk keluar kandang juga, sama seperti si anak, si induk juga membuang-buang waktunya, entah apa yang akan di minta si induk padanya, yang jelas ini tak jauh-jauh dari topik yang menyangkut putra tunggal dari Barack Nugraha, si Arjuna Reksa Nugraha.
jika saja Ola tak memiliki rasa kasihan, ia akan menolak ajakan induk si gundik yang katanya keukeh menunggunya meski asisten Freya sudah mengusirnya halus dengan alasan Ola tak berada di kantor.
"ada perlu apa dengan saya?" tanya Ola to the point, suaranya datar, sebab ia tak mungkin berlaku lembut kala wanita tua di hadapannya menatap dengan tatapan menelisik. Ola tak suka, menurutnya tak sopan seseorang menatapnya dari ujung kaki hingga kepala secara terang-terangan seperti itu apalagi mereka kali pertama bertemu
sedang wanita tua yang berpenampilan anggun di hadapannya tersadar dan segera menormalkan ekspresi wajahnya
"kamu kenal saya?" tanyanya dengan senyum lebarnya yang Ola lihat penuh kepalsuan disana
"tidak"
"Dewi Asmara, kamu tahu?" tanya wanita tua itu lagi "saya Murni, ibunya Dewi" lanjutnya menampilkan senyum menyebalkan
alis Ola terangkat sebelah, malas menanggapi tapi masih menghargai effort Murni yang datang menemuinya bahkan sampai rela menunggu beberapa jam
"sepertinya kamu sangat sibuk ya. sekali lagi maaf telah menganggu waktumu, kedatangan saya kesini mau minta tolong sama kamu" ujar Murni penuh percaya diri
"tolong bilang ke nak Arjuna, Dewi sudah tiga hari terbaring kritis di rumah sakit setelah mengiris nadinya. anak saya sangat membutuhkan sosok pacarnya disisinya"
pacar?!!
Bersambung...
__ADS_1