Unperfect Marriage

Unperfect Marriage
ku buat kau menjadi gelandangan, mas!


__ADS_3

dua anak manusia yang tengah menjadi topik perbincangan Han dan Ratu di rumah pribadi mereka masih asik bergelung dalam selimut, padahal waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi


waktu terus bergulir, entah pertempuran apa yang telah mereka lakukan, sebab pemandangan di atas kasur sepasang suami istri itu memperlihatkan adegan tak senonoh, eh tapikan mereka sudah halal jadi sah-sah saja walau mereka jungkir balik dengan keadaan polos sekalipun.


hingga sinar matahari yang menerobos melalui jendela kaca yang gordennya tak tertutup rapat menerpa langsung wajah Ola membuat tidur wanita itu akhirnya terusik dan perlahan membuka mata.


belum sempat mengumpulkan semua nyawanya gerakan disertai rasa geli dan basah pada salah satu benda berharganya membuatnya langsung menoleh ke arah tubuhnya dan....


"mas!!"


terdorongnya tubuh Esa dengan cara paksa membuat mulut lelaki itu juga terlepas dari pucuk payudar* istrinya. karna kegiatan kesukaannya diganggu membuat Esa juga berusaha mengumpulkan nyawanya sembari menguap lebar


"apa yang mas lakuin sama aku?!" Ola memekik sembari beranjak duduk lalu berusaha memasang kancing piyamanya hasil kelakuan tangan nakal Esa


bukannya merasa bersalah, Esa malah mengernyit bingung setelah berhasil menyamakan duduk menghadap istrinya


"memang apa yang terjadi sama kamu, sayang?" pertanyaan itu membuat Ola tak bisa lagi tidak menatap marah lelaki yang kemarin memohon-mohon padanya untuk kembali tinggal di rumah mereka


"mas kok tega banget sih lecehin aku?" tanya Ola terdengar begitu sedih, tangannya hanya menahan baju bagian atasnya dan berhenti berusaha memasang kancing piyamanya


"maksud kamu? mas? lecehin kamu?" sebenarnya Esa mulai menangkap tuduhan sang istri, hanya saja ia tak terima dituduh demikian. mana ada seorang suami yang menyentuh istrinya disebut melecehkan?


"ini apa?! sampai bengkak gini put!ng aku" Ola terpaksa menguak kembali puc*k buah dad*nya yang memang merah dan membengkak sebelah. rasa-rasanya Ola ingin menghantam dada lelaki itu ketika melihat ekspresi Esa malah berbinar dan menelan ludah persis seperti lelaki mesum.

__ADS_1


"oh i.. itu... ya...ya itu..." otak Esa membisikan agar menyalahkan istrinya kenapa tidur tidak memakai pengaman dua bendanya itu, hanya saja ia ditampar fakta bahwa Ola memang tak suka memakai bra ketika hendak tidur, toh memang tangannya lah yang nakal, mencuri waktu ketika istrinya tidur lelap akibat kecapean mendesain gambar hingga lewat tengah malam dan Esa membuka kancing piyama sang istri dan menjalankan aksinya, tangan dan mulutnya bekerja dengan hati-hati agar istrinya tak terusik


"ya mas kan rindu sayang" jujur Esa mendengar suara hatinya. lebih baik mengalah dan mengaku bersalah saja dari pada memancing pertengkaran


"tapi mas udah janji nggak macam-macam sebelum aku benar-benar siap. baru semalam loh, mas janji tapi tau-tau udah ingkar janji"


nada sedih istrinya membuat hati Esa terenyuh dan merasa bersalah, laki-laki itu segera mendekap istrinya, membubuhkan kecupan-kecupan di pucuk kepala sang istri "sayang maafin mas ya. mas sungguh merindukan ayang. lebih sebulan sayang mas menahan rindu"


"mas cuman rindu sama tubuh aku aja"


"mas nggak mau bohong jadi mas jawab iya" jawab Esa sembari mengeratkan pelukan sehingga Ola yang kesal mendengar jawabannya tak bisa lepas meski memberontak "mas merindukan kamu, istri mas satu-satunya dan InsyaAllah hanya istri mas di dunia juga di akhirat nanti. mas rindu berat setelah kita terpisah cukup lama, bukan cuma tubuhmu saja, tapi kehadiranmu, kehangatanmu, perhatianmu, pokoknya apapun yang menyangkut kamu mas rindu, mas juga merindukan cintamu sayang" lanjut Esa sungguh-sungguh


"tapi mas kembali mengecewakan aku dengan mengingkari kesepakatan kita"


hanya maaf yang bisa Esa ungkapkan, sebab jika diberi kesempatan kedua seperti semalam ia tanpa pikir panjang akan mengulang hal yang sama. jujur saja, ia nyaris gila karna menahan hasrat untuk tidak berbuat lebih jauh pada sosok wanita yang berhasil mencuri seluruh hati juga jiwa raganya. sebulan lebih berjarak, ketika di beri kesempatan untuk kembali bersatu Esa jelas menginginkan hal lebih dari sekedar tidur sambil n3nen.


"tolong maafkan mas sayang, mas akan berusaha keras untuk nahan yang lain, tapi untuk n3nen sama kamu mas nggak bisa" mohon Esa diselingi rengekan diakhir


Tanpa Esa sadari, Ola menahan malu mendengar ucapan fulgar nya. tapi juga merasa kasihan pada suaminya itu


"sampai kapan mas harus nunggu sayang? apa yang harus mas lakuin agar hubungan kita bisa kembali harmonis seperti dulu, hm?" Esa melerai pelukannya lalu berganti memegang kedua bahu istrinya, mereka saling bertatap, jelas di mata Esa menunjukan keseriusan dan menanti jawaban dari sang istri


"sampai mas mengabulkan semua permintaan ku" Ola menjawab tanpa keraguan

__ADS_1


"apa? sebutkan semua. mas akan berusaha mengabulkan walau sulit sekalipun. keluarga mu saja mas bisa luluhkan. apa ada permintaan mu yang lebih mainstream dari meluluhkan keluarga besar para puang di Makassar?"


"apa? mainstream, enak aja! keluargaku memang pada dasarnya orang-orang baik dan suka memaafkan" Ola menyela dengan tatapan kembali sangar membuat Esa gemas dan tak tahan tak mendaratkan kecupan di hidung istrinya


"lalu apa permintaan istriku ini, hm?"


"aku mau semua asetmu, semua warisan juga saham atas namamu di alih namakan menjadi milikku" permintaan lebih tepatnya tantangan itu Ola ucapkan dengan serius


"kamu kok berubah matre si, sayang?"


"ya harus, supaya kalau kamu macam-macam lagi ku buat kamu menjadi gelandangan, mas!" ungkap Ola dengan nada mengancam


bukannya takut, Esa malah tertawa lalu melepas kedua tangannya dari bahu Ola "siapa takut" jawab Esa lalu berlenggang pergi.


Ola pikir lelaki itu tidak mau mengabulkan permintaannya, meski sebenarnya ia tak berniat mengambil seluruh harta Esa tapi tetap saja hatinya kecewa, mengira bahwa Esa tak seserius itu pada janji-janjinya. tapi selang beberapa menit lelaki itu kembali dengan map coklat di tangannya. Esa kini duduk di tepi ranjang dan menyodorkannya pada Ola.


"sebelum kamu minta, mas udah mengubah semuanya menjadi milik kamu" ujar Esa setelah Ola membuka dan membaca satu persatu isi map yang berupa surat-surat kepemilikan aset yang kesemuanya adalah nama Ola tertera menjadi pemilik sah dan satu-satunya. bahkan apartemen juga butik yang pernah Dewi pinjam kini menjadi atas nama Andi Tenri Ola. dan satu lagi yang membuat Ola tercengang adalah, surat waris real estate yang akan di wariskan ke Esa kelak juga diserahkan padanya.


"mas sekarang udah miskin sayang. tapi nggak papa, karna mas punya harta yang paling berharga sekarang, dan itu kamu istriku, mas cukup hanya dengan kamu mau kembali menjadi istri mas lagi, mas tidak butuh apa-apa selain kamu" ungkap Esa kembali membawa Ola kedalam pelukannya. sebut saja bodoh dan bucin, Esa tak peduli bagaimana tanggapan orang terhadap dirinya yang rela menyerahkan semua harta bendanya demi seorang wanita yang berstatuskan istrinya


"jangan tinggalin mas ya, mas benar-benar nggak sanggup kalau tanpa kamu, La. cukup sebulan kemarin, tapi itu berhasil membuat mas merasakan hidup enggan matipun sulit karna tidak sama kamu"


Ola membalas pelukan suaminya, perempuan itu ikut menitikkan air mata ketika menyadari pundaknya basah akibat lelehan air mata suaminya yang kini menyembunyikan wajah di ceruk leher Ola

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2