Unperfect Marriage

Unperfect Marriage
merelakan


__ADS_3

"sekian sidang kedua mengenai bukti-bukti dari penggugat yang telah dibenarkan oleh tergugat. sidang putusan cerai akan di laksanakan satu minggu ke depan"


tok tok tok


ketukan palu dari hakim menandakan sidang kedua telah selesai. Esa yang paling dulu beranjak dari tempat duduknya lalu menuntun tungkainya pergi dari sana dengan kepala tertunduk. lelaki itu bahkan tak menyapa siapa-siapa.


"mana lelaki yang tadinya siap menyerahkan nyawanya padaku?" sindir Baso menatap punggung Esa yang menjauh


Esa hanya mengepalkan kedua tangannya sembari menggigit bibir bawahnya, air matanya sudah berderai. ia memantapkan tekadnya melanjutkan langkah, sebab ia tak tahu apa yang akan terjadi kalau ia berbalik dan menatap Ola. besar keinginannya untuk memeluk dan meminta lagi dan lagi kesempatan, hanya saja rasanya ia tak pantas lagi melakukan itu. Esa telah melewati banyak batasan sehingga mengantarkan pernikahannya sendiri di ujung tanduk


Ola pantas bahagia tanpa dirinya. perempuan yang ia cintai pantas mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik darinya.


bukan menyerah, hanya saja ia harus menanggung konsekuensi dari ketidakjujurannya selama ini


dengan perasaan yang sepenuhnya tertinggal di pengadilan agama pada sosok wanita cantik keturunan ningrat bugis itu, Esa membawa pergi mobilnya dengan perasaan perih dan jiwa yang kosong


sementara itu, di luar ruangan sidang, Barack dan Ratu meminta waktu untuk meminta maaf setulus hati pada menantu mereka juga pada besannya. bahkan Ratu sampai menangis saat memeluk Ola dan juga besan perempuannya

__ADS_1


"maafkan saya yang tidak berhasil mendidik putra saya sehingga tumbuh bodoh seperti itu"


Andi Sahaja ikut meneteskan air mata, jemarinya terulur mengelus punggung rapuh Ratu


"apapun keputusan hubungan kalian nanti, mama harap kamu tidak lupa kalau perempuan ini juga mamamu" Ratu beralih memeluk menantunya "sekali-kali jenguk mama, pintu rumah 24 jam terbuka untuk kamu, sayang" pinta Ratu yang hanya ditanggapi anggukan dari Ola, ia tak mampu bersuara sebab takut tangisnya pecah


"bahkan ketika kamu nantinya memiliki mama mertua baru, jangan lupakan mama, nak" lanjut Ratu terdengar begitu pedih yang kemudian berhasil membuat suara isak Ola pecah. ia balas memeluk erat perempuan yang selama ia kenal selalu memperlakukannya begitu baik seperti putri kandungnya sendiri.


setelah kedua orang tua Esa berpamitan pulang, Ola beralih memeluk sang mama. tangis perempuan muda itu tak lagi bisa ia bendung. perasaannya bercabang. memikirkan seminggu lagi akta cerai akan keluar dan resmi memutuskan hubungannya dengan Esa membuat hatinya semakin sakit. ia ingin pergi dari orang yang memberinya luka hati tapi rasa cintanya malah membuatnya seperti orang bodoh yang tak ikhlas melepaskan


"pikirkan baik-baik nak. mama serahkan semua sama kamu apapun keputusan kamu. mau lanjut bercerai oke, mau bertahan pun... mama rasa tak ada salahnya mencoba, melihat kesungguhan Esa, mama rasa dia benar-benar telah menyadari perasaannya" kata-kata Sahaja itu membuat Ola semakin bimbang.


Andi Baso meraih punggung putrinya dan memindahkan ke pelukannya. ia kecup pucuk kepala putrinya berulang-ulang


"kami akan mendukung apapun keputusan kamu, sayang"


"Ola harus ngapain, pa?"

__ADS_1


* * *


Esa pikir, mengikhlaskan perceraiannya ke tangan Ola akan membuatnya bisa sedikit bertanggung jawab atas kebrengsekannya pada sang istri. nyatanya baru beberapa kilo meter ia meninggalkan kantor pengadilan agama, Esa diliputi perasaan tak rela, semakin jauh ia pergi semakin perih hatinya. apa yang harus ia lakukan? apakah harus mati saja? hanya dengan kematian ia bisa membiarkan Ola sendiri tanpanya. tapi apakah di akhirat kelak ia tak akan merasa menyesal karna belum sempat membahagiakan sang istri?


satu-satunya cara walaupun harus bermain licik, Esa akan lakukan. segera ia melakukan panggilan telepon


"Han tolong cari tahu koneksi mertuaku di pengadilan agama. saya mau kamu bisa membuatnya berpihak sama kita. berapapun akan saya bayar asal perceraian saya sama istri saya tidak terjadi... paling tidak prosesnya masih memakan waktu lama sampai saya berhasil membuat istri saya hamil" tanpa menunggu balasan Esa langsung memutus sambungan. ia sudah bertekad akan bermain licik demi mempertahankan pernikahannya. terserah orang mau menganggapnya pria paling brengsek sedunia atau mencapnya sebagai pria gila sekalipun Esa tak peduli. yang ia peduli Ola tak boleh menyandang status janda darinya. Ola akan terus menjadi istrinya sampai kapanpun.


dan benar saja, Hansamu benar-benar mengumpati bosnya di balik telpon yang tahu-tahu sudah terputus.


"dasar bos sinting!"


ah coba bukan iming-iming gaji dua digit yang bisa membuat tabungannya gendut kalau ia bertahan bekerja di bawah tekanan si calon pewaris takhta perusahaan, Han sudah memilih mengundurkan diri menjadi sekertaris pribadi dan menjadi sekertaris biasa


lihat, bahkan ia tak diberi waktu istirahat, sekarang ini ia masih setengah mati mengurusi pekerjaan Esa di perusahaan, beberapa kali kena marah dari sekertaris direktur utama, Dimas, belum lagi ia harus mewakili Esa untuk meeting yang mana materinya belum ada sama sekali. dan dengan seenak jidat bosnya malah menyuruhnya mengurusi proses perceraian bos dan istrinya


tak berperi-kesekretarisan sekali bapak Arjuna Reksa Nugraha itu

__ADS_1


dia yang berbuat malah menyeretnya yang tak tahu apa-apa


Bersambung...


__ADS_2