USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Rumah sakit


__ADS_3

Ditempat lain...


Seorang wanita paruh baya terkulai lemas di dalam kamarnya semenjak kepergian putri semata wayangnya dari rumah.


Dia baru menyadari apa yang dia dan suaminya lakukan terhadap putri mereka salah besar. Setelah satu bulan kepergian putrinya dia baru merasakan yang namanya kehilangan sebuah keluarga.


"Ma makan dulu ya biar papa suapin." Ujar pak Jaya pada istrinya sambil menyodorkan satu sendok makanan di mulut istrinya.


"Gak mau pa mama maunya Nadira pulang." Ucapnya lemas.


"Iya kita akan berusaha mencari Nadira sampai ketemu Ma, tapi mama harus sembuh dulu ya. Setelah ini  kita kerumah sakit ya ma setelah mama sembuh pasti kita bakal nemuin Nadira." Bujuk pak Jaya pada istrinya.


"Gak Pa, mama gak mau ke rumah sakit mama akan sembuh jika Nadira ada di hadapan mama." Bantahnya dengan suara lemas.


"Maaf Ma orang-orang kita sudah banyak yang mencari Nadira, tapi belum ditemukan juga. Papa juga menyesal apa yang pernah papa lakukan sama kalian itu salah besar. Tuhan menghukum kita mama sepertinya agar kita sadar bahwa Nadira sangatlah berharga untuk keluarga kita."


"Aku juga minta maaf sama mama. Selama ini tidak pernah memberikan kasih sayang hanya sibuk dengan pekerjaan, bahkan apa yang papa inginkan selama ini tidak tercapai. keluarga Anggara begitu jelas memberi keterangan, jika di tanah itu dibangun hotel kemungkinan sangat besar mempengaruhi desa yang berada disitu. Keluarga Anggara bisa menyadarkan papa dengan jelas bahwa semua keinginan itu tidak harus dicapai apalagi dengan cara memaksa. juga Papa minta maaf ma karena sudah pernah selingkuh dibelakang Mama." Tutur pak jaya penuh penyesalan.


"Mama juga minta maaf pa, karena gak bisa jagain anak kita. Walaupun dia sudah dewasa tapi tidak memiliki kasih sayang dari kedua orang tuanya pasti hidupnya akan tidak teratur, maafkan Mama juga karena hanya sibuk dengan dunia mama sampai mama juga selingkuh." Ucap mama Nadira juga yang sangat penuh penyesalan.

__ADS_1


"Sekarang yang perlu kita lakukan membangun semuanya dari awal Ma, kita buktikan pada Nadira jika kita bisa perbaiki ini semua."


"Iya papa ayo kita mulai dari awal." Ujarnya.


Setelah berbicara panjang lebar dan saling bermaafan pak Jaya membujuk istrinya agar mau dirawat di rumah sakit. Saat ini disini lah keduanya berdiri di depan rumah sakit yang banyak lalu lalang orang yang sehat dan sakit.


Setibanya disana Pak Jaya langsung memesan ruang Vvip untuk istrinya agar bisa segera sembuh.


"Bapak bisa tunggu sebentar diluar  kami akan memeriksa istri bapak dulu." Ucap dokter laki-laki yang masih  muda itu dengan ramah.


"Baiklah."


"Sudahlah, mungkin hanya perasaanku saja."


Sekitar 30 menit memeriksa istri pak Jaya gus Arka sebagai dokter muda itu keluar dari ruang rawat. Dia bukan dokter mudah hanya sedang membantu saudarnya saja, kebetulan gus Arka punya keahlian dalam bidang kedokteran.


Setiap hari Selasa dia pasti akan pergi ke rumah sakit untuk membantu di rumah sakit milik saudaranya ini.


"Gimana keadaan istri saya dok? apa dia baik-baik saja dia sudah sakit berminggu-minggu." Ucap pak  jaya saat dokter sudah keluar dari ruang rawat, dia bertanya dengan was-was takut terjadi apa-apa pada istrinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah istri bapak baik-baik saja. Dia hanya terlalu syok dan capek, saya harap biarkan istri bapak istirahat di rumah sakit dulu untuk satu hari agar kami bisa melihat perkembangannya biasanya hanya butuh waktu 5 jam untuk bisa pulih kembali dan bisa lebih terlihat segar." Jelas sang Doktor.


"Alhamdulillah." Pak Jaya bersyukur karena istrinya tidak sakit parah hanya kecapean saja.


"Baik dok lakukan yang terbaik untuk istri saya terima kasih banyak dok."


"Kalau begitu saya permisi." Ucap dokter tersebut ramah.


"Baik dok silakan sekali lagi terima kasih banyak." Ujar Pak Jaya ramah.


Pak jaya kini sedang menemani istrinya yang terkulai lemas di rumah sakit.


"Andai aku tidak egois pasti semua ini tidak akan terjadi. Putri kesayanganku entah pergi kemana. Sekarang istriku terkulai lemas di kamar  rumah sakit, Ya Allah maafkanlah hamba Mu ini yang egois."  Batin Pak Jaya.


Sekarang dia menyesali perbuatannya sendiri. Apa yang dulu pernah iya lakukan. Dimanapun dan kapanpun kita berada penyesalan akan selalu menunggu  diakhir, apalagi jika kita sudah merasakan sesuatu yang kita punya menghilang begitu saja atau kita gagal, penyesalan itu akan tumbuh semakin besar lagi.


Ingat satu hal. Allah maha pemaaf disaat hambanya ingin bertobat, Allah selalu membuka pintu taubat pada siapapun orang yang benar-benar ingin bertaubat. Bukan hanya tobat sementara lalu dia kembali membuat salah lagi seperti yang sudah-sudah. Tapi benar-benar bertaubat.


Jika berbuat salah segeralah bertaubat, makna istighfar begitu besar dan damai.

__ADS_1


"Astagfirullah." Ucap pak Jaya.


__ADS_2