
Saat tiba di rumah umi Rika dan abi Misbah heren dengan keadaan disana. Para santri sedang berkumpul. Seperti sedang ada acara, warga desa juga turut hadir disana.
"Assalamualaikum." umi Rika dan abi Misbah menyapa para santri yang berada di luar gerbang. Secara bersama.
"Waalaikumsalam umi, abi." mereka menjawab dengan serempak ketika melihat guru mereka ada di depan mereka semua.
Saat umi Rika dan abi Misbah berjalan masuk melewati gerbang terdengar lantunan sholawat dari dalam yang begitu merdu dan ramai.
"Kang sini."
Dimas yang merasa dipanggil umi Rika mendekat. Dia juga dan beberapa santri putra lainnya membawakan barang. Umi Rika dan abi Misbah.
"Bawa langsung ke rumah aja kang, kami mau ngomong dulu sama kang Dimas"
Setelah umi Rika berbicara seperti itu. Para santri putra yang tadi menghampiri umi Rika dan abi Misbah. Segera membawa barang milik umi Rika dan abi Misbah kerumah mereka.
"Kang Dimas ini ada apa. Kok rame banget?" setelah kepergian beberapa santri tadi umi Rika dan abi Misbah mulai mengobrol dengan kang Dimas. sambil terus berjalan.
Kang Dimas memang sering diajak ngobrol oleh umi Rika dan abi Misbah. Masalah apapun. Mau masalah pribadi, Pesantren dan pekerjaan. Bahkan yang tau segalanya tentang gus Arka dan gus Arga dari hal sekecil. Apa pun sampai hal besar kang Dimas yang paling tau. Karena dia merupakan saudara sekali guss sahabat gus Arga dan gus Arka juga tangan kanan abi Misbah.
Kang Dimas bukan hanya dekat dengan gus Arka dan gus Arga. Akan tetapi juga dekat dengan umi Rika dan abi Misbah.
"Ini sebenarnya cuma syukuran kecil-kecilan Umi, Abi." Akhirnya Dimas menceritakan semuanya. Kenapa tiba-tiba mengadakan acara seperti ini. Juga keinginan Nadira dan yang tadinya acara kecil menjadi sebesar ini oleh pak Jaya.
Sekarang umi Rika dan abi Misbah paham apa yang Sebenarnya terjadi di pondok pesantren Darussalam. Tak terasa mereka sudah sampai didepan rumah abi Misbah. Disana sudah ada gus Arka, Nadira dan juga pak Jaya dengan istrinya. Untuk menyambut kedatangan umi Rika dan abi Misbah.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam." Mereka saling bersalam satu sama lain. Apa lagi umi Rika sampai memeluk Nadira begitu lama. Sepertinya rindu dengan menantunya itu.
__ADS_1
"Umi kok Arka gak dipeluk. Anak umi kan Arka bukan Dira" manja gus Arka.
"Mohon maaf sekarang anak umi Nadira bukan Kamu ya."
Mereka hanya tertawa geli. Karena umi Rika mengoda gus Arka. Sedangkan gus Arka hanya bisa manyun.
"Gimana kandungan kamu nak?" abi Misbah menyapa Nadira dan yang lain. Sambil mereka masuk ke dalam. Tadi mama Lina dan Nadira sudah menyiapkan makanan. Dibantu Gina.
Bahkan saat ini Gina sedang membereskan dapur.
"Yuk langsung kemeja makan aja" ajak mama Rika dan mereka semua menuju meja makan begitu juga dengan Dimas.
"Loh, ada Gina. ternyata di dapur" sapa umi Rika Karena Gina seperti sedang memasak sesuatu.
"Iya Umi" tersenyum
" Masak apa mbak Gina?" umi Rika bertanya sambil mendekat kearah Gina yang sedang memasak.
Gina tau umi Rika sangat menyukai sambal. Dia tau hal ini dari mbak Tia dulu. Yang sering dibantu ketika di dapur umi Rika sibuk.
"Tau aja kamu kalau Umi suka sambel, ya udah kalau udah selesai ikut gabung makan ya"
"Ya Umi."
Gina masih fokus dengan acara masak sambelnya. Sedangkan mereka yang dimeja makan belum mulai menyantap makanan mereka. Karena masih menunggu Gina selesai masak sambal.
"Mas Arga sama ning Aqila kapan kesininya Abi?"
Kini semua orang menunggu jawaban dari abi Misbah. Bahkan Gina saking ingin tau nya hilang fokus pada sambal yang sedang ia masak.
__ADS_1
"Hemm"
"Mau tau ya penasaran banget kayaknya."
Abi Misbah hanya menggantung bicaranya sambil menatap mereka satu persatu. Sampai ke arah Gina pula.
"Gin awas sambelnya gosong"
"Ee, iya Abi maaf" Gina hanya cengengesan.
"Yahhh"
Mereka kira abi Misbah akan langsung menjawab. Tapi ternyata mengerjai mereka dulu. Anehnya kenapa mereka juga tidak bertanya pada umi Rika saja. Tapi juga sepertinya umi Rika mengikuti abi Misbah. Agar membuat mereka penasaran.
"Sambel udah jadi"
Mereka semua kini menatap Gina. yang memecahkan rasa penasaran dari mereka.
"Udah ayok makan laper nih" ajak abi Misbah.
"Iya abi jawab dulu kali"
"Bener Abi jawab dulu penasaran nih"
Mama Lina juga begitu penasaran dengan tema mereka saat ini.
"Lusa" Jawab abi Misbah akhirnya dan mereka semua kini fokus pada makanan masing-masing. Sedangkan Nadira dan gus Arka makan sepiring berdua. Bukan tidak malu sama umi dan abi juga yang lain. Tapi entah kenapa Nadira ingin sekali makan sepiring berdua dengan suaminya.
Dia juga tau malu sebagian dari iman kok
__ADS_1
Al-haya'u minal iman. (Malu adalah sebagian dari iman)