USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Halalkan


__ADS_3

Di dalam  kamar gus Arka yang kini sudah disulap menjadi kamar penganti, rasanya menurut gus Arka itu bukan kamarnya, dia tidak menyangka hari ini dan seterusnya kamar itu akan ditempati oleh dua orang bukan dirinya saja tapi juga ada Nadira sebagai pendamping hidup gus Arka.


"Duh gue takut diapa-apain sama gus Arka ni" dalam hati Nadira.


Setelah selesai membersihkan diri gus Arka keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk yang menutupi separu badannya. Sedangkan perutnya tidak mengenakan apa-apa gus Arka masih setia berjalan kearah lemari sambil mengeringkan rambutnya, mungkin dia lupa kalau sudah beristri karena gus Arka. Sepertinya tidak merasakan kehadiran Nadira padahal Nadira sedang duduk di kursi depan cermin, entah gus Arka lupa atau pura-pura lupa.


" Gus itu pakaiannya diatas kasur" Cicit Nadira pelan.


Karena dia melihat gus Arka sedang memilih baju di lemari sedangkan Nadira tidak menoleh sama sekali karena dia malu melihat tubuh suaminya.


"Astagfirullah kamu ngapain di kamar saya?" ucap gus Arka sepertinya dia memang benar-benar lupa.


" Tunggu Arka kan dia istri kamu" Ucap gus arka pada dirinya sendiri.


Sedangkan Nadira yang mendengar gus Arka berkata seperti itu rasanya dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak. Akan tetapi dia tahan, aneh memang si Nadira biasanya kalau suami lupa istri pasti istrinya akan sedih tapi Nadira malah ingin tertawa, gus Arka yang tersada langsung berjalan menghampiri Nadira.


" Gus mau ngapain" Ucap Nadira takut.


Karena gus Arka terus berjalan mendekatinya, akan tetapi gus Arka tidak menjawab pertanyaan Nadira dia terus saja melangkah mendekati Nadira.


" Bangun" Titah gus Arka tegas.


Nadira pun bangun dari duduknya karena memang dia tidak bisa melawan gus Arka, Setelah Nadira bangun gus Arka duduk dikursi tersebut lalu menarik pinggang nadira


"Gus" ucap Nadira.


Karena tangannya reflek memegang dada gus Arka dia seperti merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya.


"Hemm" jawab gus Arka hanya dengan deheman.


"Mandi gih dari tadi kok diem aja di kursi emang gak gerah" Ucap gus Arka begitu lembut.


"Gerah sih gus tapi lebih gerah kalau seperti ini" ucap Nadira sebenarnya bukan Nadira saja tapi gus Arka juga akan tetapi gus Arka berusaha tenang


"Gus mau ngapain" ucap Nadira was-was Karena gus Arka membuka resleting baju pengantin


" saya tau pasti kamu susah buka seletingnya makanya dari tadi gak mandi-mandi" ucap gus Arka begitu serak.


"Udah sana mandi" ucapnya lembut kemudian Nadira pun berlalu kekamar mandi.


Setelah selesai dari kamar mandi Nadira melihat gus Arka yang masih setia duduk di kuris tadi tapi kali ini sudah mengenakan baju  untuk tidur.


"Sini" gua Arka sambil menepuk-nepuk pahanya


Nadira yang disuruh duduk diatas paha gus Arka begitu senang.

__ADS_1


" Boleh saya tanya sesuatu" Ucap gus Arka lembut.


" Boleh gus tanyakan saja"


" Tapi sebelum saya bertanya boleh saya minta kamu jangan panggil saya gus saya suami kamu loh"


" Terus panggilnya apa?" tanya Nadira begitu polos.


"Hubab bagaimana" Usul gus Arka dan Nadira menganguk mengiakan.


"Apa kamu sudah cinta sama saya" tanya gus Arka to the point.


"Tapi setelah saya menjawab pertanyaan Hubab, Hubab janji mau jawab pertanyaanku dengan jujur"


"Iya"


"Cinta,Sejak hubab melamar ku pada papa" jelas Nadira.


Karena dia tau pasti gus Arka akan menanyakan sejak kapan, sedangkan gus Arka yang mendengar jawaban Nadira begitu senang dia tau Nadira berkata jujur gus Arka dapat melihat dari sorot mata Nadira.


" Kalau hubab gimana udah cinta sama Nadira?"


"Sudah" Jawab gus Arka yakin.


"Waktu itu saya gengsi soalnya mas Arga selalu mojok-mojoin saya" Jelas gus Arka.


" Terus waktu itu kayaknya deket baget sama kak Wina suka ya?" tuduh Nadira.


" Gak" Jawab gus Arka


"Hubab boong" Ucapnya lagi


"Gak Nadira hubab gak boong, hubab gak akan Menikah sama orang yang gak hubab cintai" Jelas gus Arka.


" Tapi waktu itu kan kita juga terpaksa"


" Iya tapi setelah hubab datang kerumah kamu itu tidak terpaksa, Karena disini" ucap gus Arka mobil meletakan  tangan Nadira didepan dada nya,


" Cuman ada nama kamu" Ucap gus Arka jujur


" Makasih hubab" Ucap Nadira sambil memeluk gus Arka begitu erat dan gus Arak dengan senang hati membalas pelukan Nadira.


" Boleh saya minta punya saya" Ucap gus Arka serak.


" Bo_le_h hubab tapi sekarang gak bisa" ucap Nadira terbata-bata karena dia malu.

__ADS_1


" Kenapa?"


Nadira menimang-nimang hal apa yang harus iya katakan pada gus Arka jika dia masih haid.


" Kamu lagi haid?"


Gus Arka berharap tidak dan Nadira mengangguk mengia kan sepertinya gus Arka sedikit kecewa toh mau bagaimana lagi...


"Ya sudah ayo kita tidur saja sudah malam" Ajak gus Arka sambil menggendong Nadira ke kasur Nadira yang tiba-tiba digendong hanya bisa berpegangan erat pada gus Arka.


***


"Ning pulangnya nanti saja ya kalau acara resepsi dirumah Nadira sudah selesai nanti biar Arga yang mengantar ning Ke Malang"


Pinta umi Rika pada ning Aqila hati-hati karena sebenarnya dia tidak enak menahan anak orang di rumahnya tapi umi Rika tidak tau kenapa dia ingin selalu bersama ning Aqila.


"Iya umi Qila pulangnya nanti setelah seminggu disini saja soalnya Qila juga masih ingin menikmati kota Bandung" jawab ning Aqila ramah pada umi Rika sambil tersenyum.


Malam ini memang umi Rika tidur bersama ning Aqila. Karena umi Rika pengen sekali tidur dengan ning Aqila, tadinya Aqila tidak enak jika umi Rika tidur bersamanya akan tetapi umi Rika meyakinkan ning Aqila bahwa umi Rika akan baik-baik saja karena ini memang keinginan nya.


"Sudah ayok ning tidur sudah malam" Ajak umi Rika dan keduanya pun memejamkan mata menuju alam mimpi.


Sedangkan di kamar yang didalamnya berwarna biru itu seorang laki-laki tidak bisa tertidur.


"Gue kenapa sih mikirin Ning Aqila mulu, Adehh rasanya kalau gue berusaha untuk tidak mengingatnya tapi entah kenapa setiap kali berusaha membuang pikiran itu maka  disaat bersamaan pikiran itu bukannya menghilang tapi malah tambah banyak, astagfirullah Arga dia bukan mahram kamu, inget itu" Ucap gus Arga pada dirinya sendiri.


Setelah itu gus Arga beranjak dari kasurnya untuk sholat dan meminta petunjuk.


"Segera halal kan lek sebelum diambil orang"


"Gue setuju kalau misalnya adek gus sama lo"


Ucapan abi Misbah dan gus Dika tadi siang terus saja berputar di otak dan hati gus Arga.


Setelah dia sholat sedikit merasa tentram akan tetapi  perkataan abi Misbah dan gus Dika seperti tidak mau pergi dari pikirannya.


"Halal kan lek kalau gak mau diambil orang duluan"


"Gus setuju kalau adek gus sama lo"


Seketika gus Arga ingat pada ning Dina dulu yang iya cintai dalam diam akan tetapi dilamar orang terlebih dahulu.


"Ya pokoknya sehabis wisuda bismillah gak keduluan sama orang"


" Ya Allah jika dia memang jodoh ku maka permudah lah akan tetapi jika dia belum jodohku maka buanglah dari pikiran ku ini" Doa gus Arga............

__ADS_1


__ADS_2