
"Assalamualaikum" Gus Arga dan pak Wira mengucapkan salam bersama saat sudah berada didepan gerbang pondok pesantren Al-hidayah dan kebetulan sekali disitu ada ning Aqila.
"Walaikumsalam" Jawab ning Aqila yang kebetulan sedang memeriksa keadaan digerbang. Karena santri yang berjaga sedang melaksanakan sholat dzuhur.
"Gus Arga, sihlakan masuk" Ning Aqila mempersihlakan masuk tamunya itu setelah berbicara dengan gus Arga ning Aqila menundukan pandangannya.
Karena memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu gus Arga dan pak Wira tidak langsung bertamu kerumah kyai Mansur. Melainkan mereka berdua pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat dzuhur.
.
.
.
"Assalamualaikum umi" ucap ning Aqila sambil mendekati umi Nita yang sedang ada di dapur.
"Waalaikumsalam Qila ada apa kok kayaknya ada hal penting?" tanya umi Nita sambil terus melanjutkan masaknya yang belum usai.
"Iya umi tadi waktu Aqila sedang mengecek keadaan digerbang tiba-tiba ada gus Arga dan bapak-bapak. Tapi Qila tidak tau bapa itu siapa karena bukan abi Misbah" Jelas ning Qila pada umi Nita.
"Loh Qila terus gus arga sama bapak-bapaknya kemana mereka?" tanya umi Nita masih fokus pada pekerjaannya.
"Lagi sholat berjama'ah umi di masjid, tadi katanya mau sholat dulu" jelas ning Aqila.
"Ya sudah kalau gitu ayok kita siapkan makanan, kebetulan sekali gus Arga dateng umi masak banyak. Tapi kenapa gus Arga datang kesini ya? perasaan abi gak ngundang keluarga abi Misbah. Juga kita tidak ada acara apa-apa bulan ini" ucap umi Rika sambil memikirkan ada keperluan apa gus Arga sampai harus jauh-jauh kemalang. Sambil terus mengerjakan pekerjaan di dapur umi Nita bertanya-tanya.
__ADS_1
"Mungkin silaturahmi umi. Pasti ada hal penting mungkin umi sampai gus Arga kesini" jelas Aqila yang melihat wajah uminya seperti sedang berpikir keras.
Sedangkan di masjid gus Arga bersama pak Wira selesai sholat berjama'ah kebetulan sekali bertemu dengan kyai Mansur disana.
"Assalamualaikum gus" Sapa kyai Mansur dari belakang. Karena kiyai Mansur paham sekali dengan gus Arga walaupun melihat dari belakangnya saja.
"Waalaikumsalam" Jawab gus Arga dan pak Wira yang masih setia berdiri disamping gus Arga.
"Gus sudah lama disini?" tanya kyai Mansur sopan.
"Belum kyai barus saja tapi langsung pergi ke masjid terlebih dahulu" jelasnya.
Sedangkan kyai Mansur belum melihat siapa yang bersama gus Arga, karena terlalu fokus pada gus Arga.
Kyai Mansur dengan pak Wira pun berjabat tangan, akan tetapi sepertinya kedua orang itu saling mengenal satu sama lain.
"Mansur"
"Wira" keduanya berkata bersama, dan saling berpelukan, untuk melepas rindu yang telah bertahun-tahun tidak bertemu.
"Gak nyangka kita bisa ketemu lagi setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu" ucap pak Wira. Sedangkan gus Arga yang berada diantara keduanya terlihat bingung dengan apa yang sedang terjadi.
" Kyai dan pak Wira saling mengenal?" tanya gus Arga penasaran.
"Ini anaknya Misbah" Bukannya menjawab pertanyaan gus Arga kyai Mansur malah memberi tahu jika gus Arga anak abi Misbah, hal itu sangat membuat gus Arga semakin bingung.
__ADS_1
"Ya Allah berarti yang satu hari satu malam bersama saya anak sahabat saya sendiri" ucap pak Wira.
Pak Wira tidak menyangka jika akan bertemu teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpa begitu juga dengan kyai Mansur. Akhirnya ketiga orang itu melanjutkan cerita mereka sambil berjalan ke arah rumah kyai Mansur. Kyai Mansur dan pak Wira menceritakan semuanya pada gus Arga bahwa sebenarnya pak Wira, kiyi Mansur dan abi Misbah, abi dari gus Arga sendiri itu sahabat sejak dibangku kelas 5 sd samapi Smp dan seterusnya. Akan tetapi mereka berpisah karena pak Wira harus ikut ayahnya pergi ke Jakarta.
Begitulah kira-kira cerita mereka, tak terasa kini ketiganya sudah sampai di kediaman Kyai Mansur.
"Abi makannya sudah siap" Ucap Aqila menemui abinya juga mengajak tamu mereka makan.
Di ruang makan kini mereka semua sudah berkumpul sedangkan umi Nita sedang bersih-bersih.
"Aqila panggil umi, Katakan kita kedatangan tamu lama" Titah kiyai Mansur pada ning Aqila. Tanpa membantah ning Aqila langsung memanggil uminya untuk ikut makan bersama.
"Loh Wira kan?" tanya umi Niat saat sudah bergabung di ruang tamu.
" Iya lama tidak bertemu Nit" sapanya.
keduanya pun saling menyapa lalu mereka makan, disela-sela makan pak Wira menceritakan kenapa dia bisa sampai sini dan bisa bersama gus Arga.
"Ya Allah gus kenapa tidak beritahu kita disini" khawatir Umi Nita setelah mendengar penjelasan pak Wira.
"Gak papa umi lagian juga gak parah kok kecelakaannya" ucap Gus Arga menenangkan mereka semua.
"Ya Allah kasian sekali gus Arga semoga tidak terjadi apa-apa dengannya" Dalam hati ning Aqila yang sangat khawatir dengan keadaan gus Arga saat ini.
Entah mengapa perasaan sangat khawatir itu muncul begitu saja dalam benak ning Aqila tapi dia tetap berfikir positif mungkin itu perasaan iba terhadap sesama manusia.
__ADS_1