USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar.


__ADS_3

Tiga tahun sudah berlalu, semua hal telah dialami gus Arga dan gus Arka bersama istri mereka masing-masing. Begitu juga mbak Tia dan gus Dika. Sedangkan kini baby Anisa sudah tumbuh menjadi seorang balita yang begitu anggun. Kedua orang tuanya selalu mengajarkan Anisa tentang tata krama yang bagus kepada orang tua atau pada sesama.


Gina dan Dimas juga sudah menikah mereka telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Rafa. Sedangkan gus Arka memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan. Yang lelaki mereka beri nama Afka sedangkan yang perempuan mereka bernama Aira. Begitu juga dengan gus Arga dan Aqila mereka memiliki satu anak laki-laki juga bernama  Muhammad Azzar Anggara.


"Mas, sini ada kabar dari, mbak Dina." Ning Aqila memanggil suaminya yang sedang bermain dengan putra mereka.


"Kenapa, dek."


"Ini Mas, Mbak Dina udah isi"


"Alhamdulillah, kalau begitu, Dek"


"Iya, Mas"


Tahun ini juga merupakan kebahagian untuk ning Dina dan Gibran, karena kabar kehamilan ning Dina. Setelah menunggu tiga tahun lamanya. Akhirnya ning Dina sudah isi.


"Abi, Umi ayok ke rumah nenek, Azzar pengen main sama mbak Aira sama Mas Afka juga"


Teriak Azzar pada umi dan abinya yang berada di ruang keluarga, sedangkan Azzar sendiri sedang bermain di teras depan.


"Iya bentar, sayang"


Ning Aqila dan Gus Arga menghampiri Azzar yang sedang bermain di teras rumah mereka.


"Azzar, memang Mas Afka sama Mbak Aira ada di rumah nenek?"


"Azza gak tau Abi, tapi liat tu rumah mereka sepi kok, Bi." sambil menunjuk ke Arah rumah gus Arka yang tepat di samping rumah mereka.


"Abi, umi tapi Azzar juga kangen sama eang di Malang, juga Azzar kangen sama Mbak Mila sama Mas Tohir, juga pengen ngerjain mas-mas sama mbak- mbak lagi sama mereka." Ucap Azzar pada kedua orang tuanya dengan senyum manis polos khas milik Azzar.


"Ya Allah Mas, anak kita gini jadinya kalau sering main sama Mila sama Tohir."


"Ya udah besok-besok, kalau kita liburan ke Malang lagi si Tohir sama si Mila dikasih tau dulu Mas kasihan juga sama, Azzar."


"Abi, Umi ayok jadi gak ke tempat nenek sama kakek."


Anak kecil itu berkata dengan serius sambil menarik-narik baju gus Arga dan ning Aqila.


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju rumah abi Misbah. Azzar walaupun usianya baru dua tahun enam bulan tapi dia sudah sangat lancar bicara bahkan daya ingatnya sangat kuat untuk balita yang belum mencapai umur  tiga tahun. Tapi sayang Azzar sedikit nakal, karena terlalu sering bermain dengan Mila dan Tohir. Juga sepertinya tingkahnya menurun sedikit dari pamannya gua Arka yang nakal. Berbanding terbalik dengan Afka dan Aira yang sangat lemah lembut sepertinya sifat ketiganya tertukar.


"Abi gendong Azzar.  Azzar capek banget jalannya." Sambil menunjukan muka imutnya yang bisa membuat orang lain tertawa sendiri dengan tingkah Azzar.


"Anak, umi capek ya?" Ning Aqil mencium kening Azzar juga pipinya.

__ADS_1


"Iya Umi, Azzar capek banget padahal sebentar lagi sampai ya, tapi Azzar udah capek. Azzar minta gendong gak Abi bolehkan Umi?"


Tingkah imut Azzar selalu mengundang gelak tawa semua orang.


"Iya sayang."


"Cepet abi gendong, Azzar."


Gus Arga menggendong Azzar sampai pada rumah abi Misbah. Ternyata ketika mereka sampai disana sudah rame sekali orang. Papa dan mama Nadira sedang berkunjung di rumah abi Misbah juga ternyata.


"Assalamualaikum, nenek." Azzar berucap salam kepada orang di dalam setelah turun dari gendongan abinya. Tapi saat masuk dia hanya menyebut neneknya saja. Karena Azzar paling dekat dengan umi Rika.


"Azzar, sayang sini, Nak." Umi Rika melambaikan tangannya pada Azzar agar menghampirinya


"Nenek juga ada disini sama kakek." Sapa Azzar pada Mama Lina dan pak Jaya.


"Iya sayang." Jawab keduanya dengan serempak.


"Asik rame."


"Assalamualaikum." Sapa gus Arga dan Aqila bersamaan mereka baru saja masuk.


"Waalaikumsalam." Jawab semua yang ada disana.


"Mereka lagi dibelakang sayang, paling sebentar lagi juga kesini." Jawab umi Rika.


"Kok ngomong sama-samanya banyak banget zarr?"


"Habisnya Azzar binggung, umi"


Saat melihat Afka dan Aira Azzar segera meminta turun dari gendongan umi Rika.


"Nenek mau turun, mau main sama Mas Afka sama Mbak Aira."


"Iya sayang."


Umi Rika menurunkan Azzar dari gendongannya. Ketiga balita mungil itu bermain bersama sambil tertawa ria begitu juga para orang tau yang berkumpul di ruang itu. Afka selalu menjadi sasaran untuk dikerjai oleh Aira dan Azzar.


"Mas Afka, janggan nagis dong kita kan cuman mainan." Ucap Azzar, karena dia melihat perubahan di wajah Afka yang sebentar lagi seperti ingin menangis. Sedangkan para orang tua hanya bisa terkekeh geli.


"Azzar, minta maaf sama, Mas Afka."


"Iya umi"

__ADS_1


"Azzar minta maaf, ya Mas Afka"


"Aira, juga minta Maaf ya, Afka"


"Iya Afka maafin, tapi janji janggan kayak gitu lagi ya." Afka sudah meneteskan air mata, karena dia memang sedikit cengeng.


"Azar, Afka sama Aira sini." Panggil abi Misbah.


Tanpa membantah ketiganya menghampiri Abi misbah. Aira paling dulu menghampiri abi Misbah.


"Iya kakek." Jawab ketiganya bersama.


"Semoga kalain menjadi anak yang soleh dan solehah bisa membantu kedua orang tua kalian kelak di Akhirat Aamiin." Abi Misbah mendoakan ketiga cucunya mereka semua yang ada di ruangan itu mengaminkan doa abi Misbah.


"Afka sini, Nak." Setelah selesai berdoa mama Lina menyuruh Afka mendekatinya.


"Yes grandma."


"Afka hafalanya udah sampe mana?"


"Udah sampe mana ya, grandma?" sambil berpikir dia sudah hafalan sampai dimana.


"Ayah, Afka hafalanya udah sampe mana emang?" Afka bertanya pada gus Arka, karena dia memang benar-benar lupa.


"Udah surah Annaba'a, sayang."


"Itu grandma sama grandpa Afka udah hafalan sampai surat An Naba."


"Mas Afka, ayok main lagi." Ajak Azzar ketiganya melanjutkan permainan mereka bersama.


"Coba aja ada Rafa ya pasti seru tuh." Ucap Afka


"Iya bener banget, Mas"


karena sudah lelah mereka bertiga kembali pada orang tua masing masing. Umi Rika sangat bahagia melihat pemandangan yang indah ini begitu juga abi Misbah dan kedua orang tau Nadira.


Tamat....


***


Hai redes terimakasih sudah mampir di karya ku ini. Aku tau karya ku masih banyak kekurangannya tapi aku mau berterima kasih banyak sama kalian yang udah mau baca karya ini seenggaknya Aku tau kalau karya ku ada yang baca. Aku terpaksa menyelesaikan karya ini hanya dengan 63 atau 64 bab aja semoga kalian suka ya.


aku mau bilang juga jangan lupa mampir di karya aku yang lainnya ya yang judulnya ;  Cinta tulus si cupu semoga suka.

__ADS_1


satu lagi aku cuman mau kasih tau ini merupakan karya pertama aku yang udah tamat jadi ini semua awal mula aku. Seterusnya semoga aku bisa lebih baik lagi. Juga sukses selalu buat kalian semua. Sampai jumpa dilain waktu salam sukses semua.🤗


__ADS_2