USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

Abi Misbah dan umi Rika kini keduanya sudah tiba di Malang sekarang keduanya sedang mempersiapkan acara untuk putra mereka.


Sedangkan gus Arka dan Nadira masih berada di Bandung. Karena tidak mungkin mereka ikut karena Nadira masih dalam keadaan hamil muda. Sedangkan pak Jaya dan istrinya masih menginap disana. Juga gus Arka harus mengurus para santri. Karena abi Misbah turun tangan sendiri. Kejadian satu tahun lalu sepertinya akan terulang lagi. Dimana gus Arka terpontang panting mengurus para santri. Tapi sepertinya saat ini gus Arka lebih beruntung. Karena kang Dimas dan kang Ardi sekarang lebih cekat daripada satu tahun lalu.


Tapi tetap saja tidak bisa dipungkiri. Karena sekarang istri gus Arka sedang hamil. Ahh mungkin gus Arka akan meliburkan pondok untuk dua hari tapi santri dilarang pulang karena hanya sekedar libur dadakan.


Masalah Nadira yang tidak menyukai aroma tubuh suaminya itu ternyata hanya berlangsung lima hari saja tidak lebih. Gus Arka sangat bersyukur dengan hal tersebut. Jadi dia bisa kembali bermanja dengan istrinya setelah penantian lima hari yang menurut gus Arka sangatlah lama dan benar-benar menguji kesabarannya yang ekstra.


"Assalamualaikum gus" sapa Gina yang barus saja datang kerumah gus Arka. Karena kemarin dia harus menerima ajakan Nadira untuk kelaur ke taman dekat danau yang berada di desa.


Entahlah gus Arka akan mengizinkan atau tidak tapi. Seingat Gina, Nadira sudah izin pada abi Misbah dan umi Rika.


"Waalaikumsalam mbak. Silahkan masuk sudah ditunggu istri saya" ucap gus Arka mempersilahkan Gina untuk kedalam sedangkan dirinya masih fokus pada pekerjaannya yang saat ini tengah dia lakukan dia sedang mengobrol ringan dengan mertua nya begitu juga dengan pak Jaya dia menjawab salam Gina sambil tersenyum ramah setelahnya keduanya kembali fokus lagi.


Wahh diluar dugan Gina dia kira gus Arka akan memarahinya. Tapi malah sebaliknya gus Arka langsung menyuruh Gina masuk. Mungkin pikiran Gina gus Arka berubah semenjak menikah dengan Nadira.


"Assalamualaikum"

__ADS_1


Gina melihat ada seorang wanita paruh baya mirip sekali dengan Nadira. Sedang duduk diruang keluarga sambil menonton Tv saat dia sudah masuk kedalam rumah gus Arka dan Nadira sambil kembali mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam Gin, sini ayok duduk dulu. sebentar ya" ucap Nadira sambil mempersilahkan Gina untuk duduk.


Sementara itu Nadira pergi meninggalkan Gina ke dapur. Sedangkan Gina terlihat canggung dalam keadaan seperti ini. Walaupun tidak ada abi Misbah dan umi Rika juga gus Arga dan gus Arka juga. Karena gus Arka sedang berada di teras rumahnya sedang mengobrol dengan pak Jaya.


Satu hal yang belum Gina tau. Kalau Nadira itu anak tunggal dari pak Jaya dan mama Lina.


"Ini Gina ya?" Mama Lina yang dari tadi asik nonton ternyata sudah ada disebelah Gina.


"Ee, iya bu" Jawab Gina terbata. Yang Gina pikirkan saat ini adalah darimana wanita paruh baya ini tau kalau namanya Gina. Sedangkan Gina tidak berani bertanya siapa wanita di depannya ini.


Mama Lina memangĀ  mudah akrab dengan orang yang baru ia kenal. Beradaptasi dengan cepat. Mungkin sifat Nadira turun dari mamanya yang mudah sekali beradaptasi dengan lingkungan baru.


"Minum dulu Gin" tawar Nadira saat sudah kembali dari dapur untuk mengambilkan Gina minum.


"Tapi ning" ucapnya tidak enak dia takut jika tidak sopan.

__ADS_1


Sungguh walaupun dekat dengan Nadira. Gina juga tahu status temannya ini. Dia bukannya apa hanya saja takut jika melakukan kesalahan hanya itu saja.


Setelah Gina istirahat sebentar mereka pergi ketaman. Ternyata mama Nadira juga ikut. Tapi sepertinya Gina sudah bisa paham dengan sifat mama Lina ini. karena orangnya ramah. Dan Gina memang cepat sekali memahami karakter orang lain dalam waktu singkat.


Tapi satu fakta yang membuat jiwa Gina ingin meronta-ronta saat Nadira menyebut pak Jaya papa. Satu hal itu mampu membuatnya menciut. Pasalnya Gina pernah mencecer pak Jaya dengan omongan pedasnya dihadapan Nadira. Yang ternyata putri dari pak Jaya sendiri. Tapi Gina herannya Nadira tidak pernah membahas masalah itu lagi.




Ditempat lain. yah lebih tepatnya di kota Malang keluarga abi Misbah dan semua keluarga Kyai Mansur sedang berkumpul. Untuk Mendiskusikan kapan pelaksanaan pernikahan putra dan putri mereka. Tapi tentu semua akan diambil dari keputusan gus Arga dan ning Aqila Sendiri. Apapun yang mereka berdua usulkan nanti akan diabaikan oleh kedua pihak keluarga. Mungkin akan ada saran yang mereka butuhkan nantinya.



Disinilah mereka semua berkumpul diruang keluarga milk kyai Mansur yang begitu luas. Yakin ning Aqila dan gus Arga rasanya seperti di sidang habis melakukan kesalahan besar saja. Karena dikelilingi oleh semua orang.


__ADS_1


"Gus Arga jadi kapan kalian berdua akan melaksanakan pernikahan kalian?" pertanyaan itu sangat jelas tertuju pada gus Arga yang sebentar lagi akan bersanding dengan ning Aqila.


__ADS_2