USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Sibuk


__ADS_3

Seminggu setelah pernikahan gus Arka dan Nadira kini keduanya sudah tinggal dirumah yang sudah selesai dibangun, rumah itu ada disebelah asrama putra, tanah yang dulunya ingin dibeli oleh pak Jaya. Kini sudah dibangun dua rumah dan satu asrama putra, bangunan itu jadi tepat pada hari resepsi pernikahan gus Arka dan Nadira.


Kini gus Arka sudah mulai bekerja tetap di rumah sakit milik Irfan sepupunya itu, tidak seperti dulu dia masuk jika hanya ada jadwal saja.


" Hubab katanya mbak Tia sama mas gus Dika mau main kesini kapan?" Tanya Nadira pada gus Arka.


"Tiga minggu lagi mungkin" Jawab gus Arka sambil meletakan sepatunya di rak sepatu


Karena hari sudah sore.Gus Arka baru saja pulang dari rumah sakit, Semejak gus Arka menikah dia sedikit berubah tidak terlalu galak seperti dulu lagi, walaupun gus Arka juga sudah menikah dan sibuk dengan istri juga pekerjaannya  Akan tetapi dia tidak pernah untuk tidak melaksanakan tugasnya untuk selalu mengajar santri putra.


"Hubab kalau udah mandi ayok makan" Ajak Nadira dari dapur.


" Iya" ucap gus Arka sedikit kencang karena dia ada di dalam kamar.


"'Huh sepi banget sih cuman berdua. doang sama hubab kalau hubab kerja aku jadi sendiri" dalam hati Nadira


"Nak, kamu sudah tumbuh belum di dalam perut umi"ucap Nadira lagi sambil mengelus perutnya yang rata.


Setelah selesai mandi gus Arka menghampiri Nadira di dapur untuk makan bersama.


"Kenapa sayang?" tanya gus Arka pada Nadira begitu lembut sambil mencium pipi sebelah kanan istrinya.


"Anak kita udah tumbuh belum ya  Hubab disini" ucap Nadira berharap sambil menunjuk pertunya.


"Sabar ya kita serahkan sama yang maha kuasa dan terus berdoa juga berusaha" Jawab gus Arka lembut.


Keduanya memang baru menikah tiga minggu lalu akan tetapi mereka sudah sangat dekat selalu berbagi. Hal-hal satu sama lain tanpa menyembunyikan suatu rahasia.


"Hubab setelah makan ke rumah umi ya kangen"

__ADS_1


Rengek Nadira gus Arka yang mendengarkan ucapan Nadira itu hanya mengangguk samar tanda iya setuju, memang setelah tiga minggu menikah sudah lima hari ini keduanya belum berkunjung kerumah umi Rika, Karena gus Arka  sibuk dengan pekerjaannya dan tugasnya untuk mengisi santri putra juga dia sibuk bersama istrinya, sedangkan Nadira sibuk mengurus suaminya, rumahnya dan dia juga harus membantu Gina di pesantren dia belum mencari orang untuk menggantikan posisinya dan juga mbak Tia yang harus mengurus kantor dan juga ndalem umi Rika.


Nadira kadang kasian dengan Gina yang harus mengurus semuanya dengan sendiri mana sebentar lagi. Dia sudah mulai ujian.


"Ayok makan" Ajak gus Arka


"Hubab maunya makan disuapin hubab  terus makannya sepiring aja ya" Gus Arka yang mendengar permintaan Nadira tanpa membantah dia mengambil satu piring untuk mereka berdua, dulu gus Arka yang sering sekali minta suap dengan uminya sebelum menikah tapi sekarang malah istrinya yang sering minta suap jika makan, Padahal dulu waktu sebelum menikah gus Arka ingin setiap hari disuapi istrinya tapi malah istrinya yang setiap hari minta suap bukan dia, Akan tetapi gus Arka sangat senang bisa menyuapi istrinya setiap hari.


"Gimana di asrama putri sudah ada yang bisa gantiin kamu sama mbak Tia?" tanya gus Arka disela-sela makan mereka.


"Belum hubab aku lagi berusaha mencari siapa yang bisa bertanggung jawab seperti Gina" Jelas Nadira sambil terus mengunyah nasi yang ia makan.


"Kemungkinan besok aku udah kasih pengumuman, Karena udah dapet bayang-banyak orang yang cocok" Jelas Nadira lagi.


"Bagus kalau begitu lebih cepat lebih baik"


"Iya hubab"


Para santri juga sangat takjub dengan kemampuan yang Nadira miliki jadi walaupun dia masih baru setiap santri tidak ada yang iri terhadap nya karena sudah bisa menjadi bagian pengurus kantor putri.


Kadang banyak santri yang ingin belajar dengan Nadira mereka berharap setelah Nadira menikah dengan gus Arka dia bisa mengajar mereka.


Nadira dan gus Arka akhirnya pergi ke rumah umi Karena memang Nadira kangen sekali dengan umi Rika.


"Assalamualaikum umi" ucap keduanya yang melihat umi Rika sedang menyiram tanaman


"Waalaikumsalam lek, ndok masuk dulu sama ntar umi nyusul" ucap umi Rika sambil masih fokus dengan taman bunganya


Gus Arka pergi masuk kedalam sedangkan Nadira menghampiri umi Rika yang sedang menyiram tanaman.

__ADS_1


" Umi Nadira bantu ya" ucap Nadira yang baru saja ingin membantu umi Rika.


"Gak usah ndok ini udah beres kok" ucap umi Rika. Karena memang sudah beres telahanya umi Rika membereskan peralatan yang iya pakai untuk membersihkan. Tanaman dan mematikan keran dibantu Nadira.


" Umi maaf Nadira belum cari santri yang bisa gantiin mbak Tia" Ucap Nadira merasa bersalah.


"Gak papa ndok" Ucap umi Rika sabil tersenyum.


Sebenarnya buka apa umi Rika juga tidak mau merepotkan para santriwatinya akan tetapi dia. Juga tidak mau santriwati datang sendiri jadilah umi Rika membuat peraturan siapa yang berhak menentukan untuk membantu kantor dan di rumahnya itu dulu umi Rika serahan pada mbak Tia.


"Umi mas Arga kemana?" tanya gus Arka


"Mungkin lagi ngurus acara wisudanya lek,  kan mas mu wisuda tiga minggu lagi" Jelas umi Rika


"Berarti pas baget sama mbak Tia main kesini dong?" Ucap Arka


"Iya Lek" Jawab umi sambil duduk disofa diikuti Nadira yang juga duduk disebelah gus Arka.


Kemudian gus Arka memeluk Nadira dari samping, umi Rika yang melihat tingkah manja anaknya pada istrinya itu hanya geleng-geleng kepala.


"Hubab malu sama Ummi" biski Nadira.


" Kenapa harus malu" Jawab gus Arka bodo amat.


"Gak adil dong umi kalau mbak Tia dateng ke acara wisuda mas Arga, Secarakan waktu wisuda aku kemaren mbak Tia gak dateng" Jawab gus Arka cemberut.


"Udah punya istri juga masih aja cemburu  sama masnya" Jawab umi Rika sambil terkekeh pelan.


"Biarin umi"

__ADS_1


"Umi abi kemana?" tanya Nadira


"Abi masih ngaji didalam" Jelas umi Rika pada Nadira. Nadira dan gus Arka pun mengangguk paham atas penjelasan umi Rika.


__ADS_2