
Menjelang hari pernikahan gus Arka. gus Arga kembali sangat sibuk dengan hal ini. Benar apa yang pernah Padil katakan di waktu acara wisuda Arka waktu itu, Yang mau menikah siapa akan tetapi yang sangat sibuk siapa.
umi Rika hari ini menemani Nadira dan gus Arka untuk memilih baju pengantin yang cocok untuk dikenakan saat acar pernikahan calon mantu dan putranya Arka. Putra juga ikut karena gus Arka sedang tidak diperbolehkan oleh Umi Rika untuk menyetir mobil sendiri, untuk saat ini. Nanti jika sudah menikah baru dia boleh menyetir kembali.
Sedangkan dirumah mama Lina juga dia sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan putri tunggalnya, Karen mama Lina ingin membuat kejutan untuk Nadira. Mama Lina ingin setelah pernikahan Nadira dan Arka yang dilangsungkan di Pesantren Darussalam setelah dua hari dari sana. lLangsung melakukan resepsinya di rumah keluarga Jaya, Tentu saja mama Lina ingin mengadakan resepsi yang megah untuk putri satu satunya yang iya punya. Dia tidak ingin acara ini hanya sederhana saja karena setelah putrinya menikah. Tidak ada lagi acara kecuali jika dia akan punya cucu nanti. Mama Lina juga sudah meminta persetujuan dari kelaurga Anggara. Jika keluarga Jaya akan melaksanakan resepsi dirumah mereka setelah 2 hari dari Hari Ijab qobul putrinya dan gus Arka.
Kabar bahwa gus Arka dan Nadira akan menikah sudah tersebar diseluruh asrama putra maupun putri, Sebenarnya diasrama putra banyak yang sudah tau sih. Akan tetapi hanya yang berada dikantor saja, Sedangkan dikantor asrama putri belum ada yang tahu. Karena Gina sebagi pengasuh saat itu masih bisa menjaga rahasia.
Akan tetapi mereka semua tau kabar gus Arka akan menikah. Dengan Nadira saat acara wisuda gus Arka telah usai. Sebenarnya tepat pada acara wisuda gus Arka santri banyak sekali yang penasaran kenapa Nadira. Bisa diajak Umi Rika ikut keacara wisuda gus Arka. Pada akhirnya rasa yang begitu penasaran itu terjawab kala Gina. tidak senghaja keceplosan karena saat itu dia sedang sangat lelah. Belum ada penganti Mbak Tia. Untuk mengurus kantor, Jadilah dia tidak memikirkan apa yang dia ucapkan. Jika sebentar lagi gus Arka dan mbak Nadira akan menikah. Setelah kabar itu tersampai dari satu orang keorang lain akhirnya berita gus Arka akan menikah sampai pada telinga warga desa. Warga Desa sangat bahagia mendengar bahwa salah satu dari putra kembar Abi Misbah akan menikah. Mereka semua sangat antusias untuk acara ini, Bahkan banyak warga desa yang berbondong-bondong pergi kepesantren Darussalam. Hanya untuk membantu mempersiapkan acara tersebut. Sudah 2 hari ini pesantren tidak pernah sepi. Setiap pagi samapi sore pasti ada saja penduduk desa yang bergantian berdatangan. Sedangkan santri putra dan putri juga begitu antusias untuk menanti hari itu.
Karena bantuan para santri juga penduduk desa jadilah pekerjaan Arga. Tidak terlalu banyak dia bisa beristirahat yang lebih cukup.
Butik....
"Coba baju penganti yang ini ndok" pinta umi Rika pada Nadira. Nadira yang disuruh umi Rika mencoba baju penganti yang berwarna putih campur biru laut itu tanpa perotes ia mengambilnya dari umi Rika. Lalu dia langsung masuk keruang ganti, Setelah baju penganti itu melekat ditubuhnya dengan sempurna Nadira. Keluar dari ruang ganti untuk meminta pendapat pada umi Rika.
" Umi bagus tidak?" tanya Nadira pada umi Rika.
Karena umi Rika sedang memilih-milih baju pengantin yang lain jadi dia tidak tau jika. Nadira sudah keluar dari ruang ganti. umi Rika yang mendengar Nadira memanggilnya. Dia pun langsung menoleh kesumber suara. Gus Arka dan juga Dimas yang berdiri disamping umi Rika ikut menoleh kesumber suara. Umi Rika yang melihat Nadira begitu anggun dengan balutan gaun pengantin berwarna putih campur biru laut itu. Tanpa berkata apa pun dia berjalan kearah Nadira sambil tersenyum. Bahkan senyum itu tidak pudar dari wajah umi Rika. Janggan kan umi Rika, Nadira saja sangat suka dengan gaun itu. Sedangkan gus Arka dan Dimas masih terpaku ditempat karena melihat kecantikan Nadira dengan gaun pengantin itu..
__ADS_1
" Astgafirullah hal-adzim" ucap Dimas setelah sadar jika ia telah terpaku pada kecantikan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri Mas Arkanya. sekali guss sahabatnya itu. Menurut Dimas pantas saja gus Arka begitu mudahnya jatuh hati kepada Nadira. Yang belum lama ini tinggal dipesantren karena aura yang dipancarkan Nadira seperti menarik semau laki-laki untuk terpesona dengannya.
"Sangat manis" Puji gus Arka tanpa sadar. Dia juga masih terus memandangi gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"Istgifar bellum mahrom." Sindir Dimas sambil memukul lengan gus Arka sedikit keras.
Dia tau gadis yang sedang bersama umi Rika itu cantik. Akan tetapi bisakan gus Arka nanti saja memandang nya seperti itu kalau sudah menikah janggan sekarang.
"Astgafirullah hal-adzim" ucap gus Arka sambil mengelus-lus tangannya yang sakit karena Dimas memukulnya memang sedikit keras.
"Makanya sabar dulu Mas nanti kalu udah halal baru deh puas-puasin sana" Kesal Dimas takut dia dimarahi gus Arka. Karena sudah memukul lengan gus Arka sedikit keras.
Sindiri gus Arka juga sambil berjalan mendekati umi Rika dan Nadira. Yang sedang mengobrol, Sedangkan Dimas yang tertangkap basah oleh gus Arka. Hanya mengaruk kepalanya yang tiba-tiba saja gatal, Sambil mengkori gus Arka dari belakang.
"Maaf bangett Mas tadi itu cuman reflek doang, bener deh gak ada niatan apa-apa kok" Bujuk Dimas agar gus Arka tidak salah paham padanya.
"Kali ini saya maafkan akan tetapi jika kedua kali nya siap-siap saja. tidak tidur lima hari lima malam." Ucap gus Arka puas.
Sedangkan Dimas yang mendengar ucapan gus Arka itu hanya bisa menelan ludahnya kasar. karena dia tau jika gus Arka bicara begitu maka tidak bisa diganggu gugat.
__ADS_1
"Iya Mas janji gak akan pernah lagi" ucap Dimas lega. Karena gus Arka memberikan ia keringanan.
Prinsip gus Arka. Jika yang salah harus dihukum mau itu dia berbuat salah hal kecil pun apa lagi hal besar. Karena dia ingin mendidik santri abinya agar bisa bertanggung jawab jika ia bersalah, Itu sebenarnya tujuan Arka menghukum setiap santri yang salah.
" Umi ayok pulang udah semua kan" Ajak gus Arka setelah bergabung dengan uminya juga Nadira. Sedangkan Dimas masih setia dibelakang Gus Arka.
Akhirnya Nadira dan semuanya jatuh pada pilihan baju pengantin yang dikenakan Nadira tadi. Setelah gus Arka selesai membayar semua belanjanya. Mereka semua menuju parkir.
Disana Dimas sudah mengeluarkan mobil yang diparkir ditempat itu tadi.
Lalu mereka semua langsung pulang menuju pesantren.
Sedangkan dipesantren sendiri gus Arga dan bebarapa warga desa juga para santri sudah hampir selesai mempersiapkan semua yang di perlukan untuk acara pernikahan gus Arka besok pagi.
"Gimana bener kan apa yang gue bilang waktu itu, Yang mau nikah si Arka tapi lo yang sibuk."
ucap padil yang kebetulan mampir kepesantren Darussalam.
Gus Arga hanya mengiakan saja ucapan padil itu. Rupanya dia masih ingat kata-katanya 5 hari yang lalu, toh mau bagaimana lagi memang ini keahlian gus Arga dari pada nyewa orangkan ngabis-abisin uang aja mending uangnya dibagikan kepada yang lebih membutuhkan.
__ADS_1