USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Kecelakaan


__ADS_3

Setibanya gus Arga dimalang, dia bergegas mencari masjid terlebih dahulu, Karena sudah memasuki waktu sholat Isya. Setelah menemukan sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari jalan raya gus Arga segera melakukan sholat isya  tersebut.


"Apa gue makan dulu ya" ucap gus Arga pada diri sendiri saat dia sudah selesai melaksanakan sholat isya. Dengan segera gus Arga mencari tempat makan terdekat yang tidak terlalu jauh dari masjid tadi. Selesai mengisi perutnya gus Arga segera melanjutkan perjalanannya yang baru saja tertunda.


"Pak Pesantren al-hidayah ya" Setelah menghentikan seorang supir taksi, gus Arga segera duduk di kursi penumpang. agar bisa segera beristirahat dari perjalan panjangnya yang lumayan melelahkan.


Supir taksi pun mengantar gus Arga kelamat tujuan, akan tetapi saat dijalan yang mereka lewati entah kenapa malam ini, Jalan tersebut begitu sepi tidak seperti biasanya. Biasanya di jalan itu banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang, karan jalan tersebut merupakan jalan utama untuk dilewati para pengemudi roda dua maupun roda empat.


"Pak tumben disini sepi banget? biasanya kalau saya kesini jalan di daerah ini, tidak sesepi ini" ucap gus Arga merasa heran gus Arga juga sebenarnya merasa ada suatu bahaya, tapi di tetap berhusnudzon.


"Iya mas karena seminggu yang lalu disini ada anak smp yang kena rampok, sampai korbannya meninggal dunia, tapi sayang sekali pelakunya belum bisa ditangkap" ucap supir taksi itu  dia mengemudi sambil menjawab pertanyaan yang gus Arga lontarkan padanya.


"Pak Awass!!" terika gus Arga saat dia melihat didepan ada sebuah bahaya.


Brak...


Brak...


.


.


.


"Astagfirullah" kaget umi Rika saat sebuah gelas yang umi Rika pegang jatuh begitu saja mengenai kakinya.


"Umi kenapa?" Panik Nadira yang kebetulan sedang menemani umi Rika di rumahnya, sedangkan gus Arka dan abi Misbah sedang mengajar santri putra dan putri.

__ADS_1


"Ndok bawa umi kekursi" ucap umi Rika.


Sambil membawa umi Rika duduk di kuris, Nadira mengambilkan satu gelas air putih dan kotak p3k untuk mengobati kaki umi Rika yang terluka, karena pecahan beling tadi.


"Umi minum dulu, biar Dira obatin lukanya umi" ucap Nadira tanpa menunggu jawaban dari umi Rika, Nadira sudah mulai mengobati luka umi Rika dengan telaten.


Umi Rika meneguk air minum yang Nadira berikan tadi sampai habis, entah kenapa sekujur tubuh umi Rika saat ini menjadi sangat dingin,


"Ya Allah umi kenapa" Panik Nadira. Sedangkan umi Rika masih menenangkan dirinya sendiri.


"Umi gak papa kok ndok, cuman kepikiran Arga aja" ucap umi Rika lemas.


" Udah ya umi Nadira yakin gus Arga pasti baik-baik aja" ucapnya agar umi Rika sedikit lebih tenang.


.


.


.


Supir truk itu masih mencerna keadaan yang baru saja terjadi, karena yang dia ingat tadi waktu supir truk itu melaju kencang ada mobil taksi di depannya.


"Astagfirullah" ucap supir truk itu dia segera turun dari truk dan menolong kedua orang yang berada di dalam mobil itu.


"Ayo pak turun, pelan-pelan" ucap supir truk sambil menolong supir taksi tersebut agar bisa keluar dari dalam mobil taksi. Karena memang supir taksi itu hanya luka memar di bagian kepalanya.


"Pak masih ada penumpang saya didalam" ucap supir taksi lemah.

__ADS_1


"Udah ayok pak kita tolong dia bareng-bareng, bawa kerumah sakit pake mobil truk saya aja"


Dengan usaha susah payah kedua supir itu akhirnya bisa mengeluarkan gus Arga dari dalam mobil taksi, gus Arga sudah tidak sadarkan diri. Keduanya pun segera membawa gus Arga kerumah sakit, setelah sampai dirumah sakit gus Arga dibawa ke ruang pemeriksaan lebih lanjut.


"Bagaimana keadaan nya dok?" Supir truk bertanya setelah pintu kamar tepat gus Arga di periksa terbuka, sedangkan supir taksi sedang mengobati lukanya di ruang pasien lainnya.


"Dia baik-baik saja pak, tapi"


"Tapi apa dok?" Potong supir truk tersebut dengan cepat.


"Hemm"


"Tapi kemungkinan dia barus akan sadar besok itu juga kalau, kondisinya sedang tidak lelah pak" jelas dokter itu lagi


"Saya permisi pak tolong segera urus administrasinya", Dokter wanita itu berlalu pergi, sedangkan sopir truk itu pergi ke bagian administrasi. Selesai membayar semuanya supir truk itu, ingin melihat keadaan gus Arga.


"Niatnya mau anter barang sendiri malah kejebak disini" ucap Supir truk itu sambil duduk didekat ranjang tempat gus Arga berbaring.


"Semoga kamu cepat bangun nak, dan maaf kan saya, karena ini ulah saya kamu jadi berbaring dirumah sakit. Andai tadi saya tidak terlalu kencang membawa mobil itu, Pasti kejadiannya tidak seperti ini. Andai saya tidak mengantar barang sendiri" ucap supir truk itu akhirnya supir truk itu tertidur di kursi itu karena dia merasa sangat lelah.


.


.


.


"Dimana ini ? "

__ADS_1


__ADS_2