
Hari wisuda gus Arga telah tiba,dia sudah siap menerima hasil apa yang akan ia terima gus Arka berdoa semoga dia bisa seperti adiknya yang mendapatkan lulusan terbaik.
"Kenapa jadi begini nila milik Muhammad Arga Anggara?, Kemarin waktu saya cek nilainya bagus kenapa jadi jelek semua begini?" tanya dekan kampus pada semua dosen yang berada diruangan itu.
Semua dosen yang ada disana juga ikut bingung, mana acara wisuda sebentar lagi dimulai tidak mungkin mereka merekap ulang hasil milik gus Arga pasti waktunya tidak cukup.
"Wah pasti ada yang nggak beresin" ucap Padil yang kebetulan lewat di depan ruang dekan. dia melihat pintu itu sedikit terbuka jadi dia penasaran apa yang dibicarakan oleh dekan dan para dosen.
"Gue harus cari siapa pelakunya gue yakin pasti ada yang ngerjain Arga nih" Ucap Padil pada dirinya sendiri dan dia pun berlalu pergi dari tempat itu.
"Aduh, gue harus gimana ya?" tanya Padil pada diri sendiri..
Sedangkan saat ini di aula sudah berkumpul semua mahasiswa wisuda dan semua dosen juga rektor kampus dan dekan kampus, semua sudah siapa dan acara pun dimulai. Dengan terpaksa Dekan dan para dosen memberikan hasil wisuda gus Arga dengan nilai yang tidak wajar, mereka tidak sadar jika penilain yang bersama mereka itu palsu bukan asli.
Semua mahasiswa wisuda dengan gelar master tingkat satu, Dipanggil satu persatu untuk berdiri di depan aula untuk mengambil toga Mereka masing-masing.
Dita, Rio, Bela,Bela dan sampai pada nama Arga yang dipanggil paling terakhir sendiri, Abi Misbah dan umi Rika ikut menghadiri acara wisuda gus Arga begitu juga dengan gus Arka dan Nadira juga Mbak Tia dan gus Dika.
__ADS_1
Gus Arga pun ikut naik keatas panggung yang ada di aula itu. Wisuda kali ini berbeda karena semua nilai mahasiswa wisuda akan ditampilkan di layar yang bisa dilihat oleh semua orang yang berada di dalam aula, Sebenarnya rektor kampus tidak ingin menampilkan nilai milik gus Arga. Karena begitu tidak pantas akan tetapi bagaimana lagi sudah terdata. Satu persatu nilai mahasiswa tertampil pada layar yang begitu besar.
"Tunggu!!" cegah Fadil dengan suara lantang dia begitu beraninya.
"Saya mohon jangan diteruskan karena saya tau nilai milik teman saya yang bernama Muhammad Arga Anggara telah direkayasa" ucap Padil tegas.
Semua orang sungguh tidak percaya dengan perkatan Fadil tersebut begitu juga dengan gus Arga, Sedangkan para dosen hanya saling tatap satu sama lain.
"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu Padil?" tanya pak Bambang dosen PA Padil.
"Mohon maaf sebelumnya untuk Dekan juga Rektor kampus dan para dosen tadi saya ingin pergi ke toilet yang terletak dibelakang ruang Dekan, karena tempat itu yang lebih cepat saya Jangkau, setelah saya berjalan sedikit saya tidak sengaja mendengar pembicaraan Dekan dengan para dosen, Jadi saya berinisiatif untuk mencari siapa pelakunya dan akhirnya saya menemukan orang itu" Jelas Padil pada semua orang yang berada di aula tapi lebih tepatnya jawaban tersebut untuk pak Bambang.
Rian masuk kedalam aula bersama Wina, Rian terus menarik tangan Wina agar mau mengikutinya sedangkan Wina berusaha memberontak.
"ini pelakunya" tunjuk Padil saat Rian sudah membawa Wina lebih dekat dengannya.
"Perempuan berani sekali dia berbuat senekat Itu"
__ADS_1
"Padahal bisa saja nama kampus tercemar olehnya"
Bisik-bisik para orang-orang yang berada di aula dan menyaksikan hal tersebut.
"Wina Santika"
"Kenapa dia disini apakah menghadiri acara wisuda saudaranya?" Tanya Rektor kampus. Karena dia memang tidak tau apa-apa.
"Dia yang telah merekayasa semua nilai milik Muhammad Arga Anggara" Jelas Padil.
Padil bisa tau jika Wina pelakunya karena tadi setelah Fadil sedang bingung dia tidak sengaja melihat Wina seperti orang yang habis maling dan akhirnya fadil mengejarnya karena dia teringat kata-kata gus Arga bahwa Wina orang yang terobsesi. Pada akhirnya nama Wina Santika salah satu lulusan terbaik dari jurusan kedokteran semuanya dihilangkan.
Gus Arka yang sedikit Mengenal Wina tidak menyangkan jika Wina akan melakukan hal buruk itu pada saudara kembarnya sendiri.
Begitulah hal buruk tidak akan pernah bertahan lama sedangkan dendam pada orang lain yang harus dibayar itu pada akhirnya merugikan diri kita sendiri.
"Thanks Dil Rian, kalau gak ada lo berdua mungkin gue udah malau bagett" Ucap gus Arga pada Padil dan Rian sangat berterima kasih pada mereka berdua.
__ADS_1
"Sesama manusia harus tolong menolong" jawab Fadil sok bijak, umi Rika yang mendengar kabar tadi hampir saja syok untungnya Nadira dan Mbak Tia segera menenangkan umi Rika.
Pada akhirnya gus Arga juga menjadi lulusan terbaik jurusan nya master tingkat satu lulusan tertinggi di kampusnya.