USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit umi Rika, sudah merencanakan syukuran atas kehamilan Nadira. Umi Rika merencanakan ini semua sekarang karena lusa dia dan abi Misbah akan segera berangkat kemalang untuk persiapan pernikahan putra pertamanya yaitu gus Arga.


"Umi acaranya mau untuk para santi saja atau warga desa juga?" tanya Nadira pada umi Rika saat keduanya sedang berada di kediaman abi Misbah.


"Untuk santri aja ndok, kalau  untuk warga nanti dikasih nasi kota aja, biar suruh santri putra bagiin" umi Rika mengutarakan keinginannya.


"Iya umi" Jawab Nadira.


Sedangkan gus Arka juga Dimas dan bebrapa santri putra lainnya sedang membeli makanan untuk acara syukuran nanti malam.


"Mas mau pesen berapa nasi kotaknya?" Dimas bertanya pada gus Arka saat mereka sudah berada di tempat katering


"2000 kalau ada, mau buat warga juga kata umi"


"Baik mas"


Setelah bertanya pada gus Arka. Dimas langsung memesan nasi kotak  pada penjualnya yang sedang melayani pembeli.


"Ibu nasi kotaknya kira-kira sehabis magrib udah siap belum ya?" tanya Dimas ramah pada ibu penjual nasi kotak tersebut.


"Emang mau pesen berapa mas?" penjual nasi kotak catering itu bertanya dengan ramah.


"2000 ibu saya butuhnya, ada gak buk?"


"Perkiraan saya kalau sehabis magrib hanya bisa 1000 mas, kalau 2000 mungkin sehabis isya atau bisa lebih, Jadi bagaimana mas mau atau tidak?" tanya penjual itu lagi.


"Ya sudah ibu saya pesen 1000 aja" ucap Dimas akhirnya karena tidak mungkin dia harus maska penjual nasi kotak tersebut.


"Alhamdulillah, baik mas" ucap penjual itu kemudian dia buru-buru menyuruh beberapa karyawannya untuk menyiapkan pesan Dimas.


Tentu ibu penjual itu sangat senang karena jualannya di borong langsung 1000 nasi kotak siapa yang tidak senang jika jualannya di borong dengan sangat banyak.


Disisi lain beberapa santri juga sedang memesan beberapa kue untuk acara syukuran atas kehamilan Nadira nanti malam.


"Mas nasi kotaknya cuman ada 1000" Ucap Diams was-was saat dia sudah ada didekat gus Arka.

__ADS_1


"Ya sudah kita cari lagi yang 1000nya ketempat lain" ucap gus Arka


Gus Arka berjalan ke arah mobil meninggalkan Dimas yang sedang bingung, karena gus Arka tidak ngoceh sama sekali.


"DIMAS!!" terika gus Arka. Karena Dimas masih terdiam di jalan menuju warung nasi kotak itu.


"Iya mas, sebentar"


Setelah mengucapkan hal tersebut pada gus Arka, Dimas segera berlari kecil kearah gus Arka.


"Mas boleh usul gak?" Ucap Dimas ngos-ngosan karena setengah berlari tadi saat mendekati gus Arka.


"Apa?"


"Buset pak jangan dingin-dingin kali"


"Udah cepet ngomong"


"Bininya barus hamil satu minggu aja lakinya udah kayak gini apalagi kalo udah lama" dalam hati Dimas.


"Astagfirullah, Ia mas"


"Kamu kenapa dari tadi diem aja, Katanya mau usul, usul apa?" tanya gus Arka saat Dimas sudah sadar dari lamunannya.


"Begini mas emang 2000 nasi kota gak kebanyakan? ya, terus kita juga kan beli kue"


"Memang kenapa?"


"Gak jadi deh mas" melihat mata gus Arka yang menatapnya dengan tajam Dimas tidak berani melanjutkan ucapannya.


Akhirnya Dimas dan gua Arka mencari penjual nasi kotak lainnya. Akan tetapi saat mereka sudah mendapatkan penjual nasi kotak catering lainnya  mereka hanya mendapatkan 700 nasi kotak untuk tambahan 1000 nasi kotak lainnya.


"Assalamualaikum gus, kang" sapa kang Ardi dan kedua temannya yang lain saat mereka berdua sudah kembali setelah memesan kue


"Waalaikumsalam" Jawab gus Arka dan Dimas.

__ADS_1


"Jadi gimana udah pada dapet semua?"


"Sudah gus Alhamdulillah" Jawab kang Ardi mewakili kedua temannya juga..


"Ya sudah kalau gitu ayaok kita pulang" ajak gus Arka pada mereka semua.


Karena semua barang yang dibutuhkan. Untuk acara syukuran nanti malam sudah dipesan semua, mereka pun akhirnya kembali ke pesantren Darussalam. Para santri yang ada disana juga sedang mempersiapkan untuk tempat acara nanti malam mereka sudah mempunyai tugas masing-masing.


.


.


.


"Hubab sana jauh-jauh" Ucap Nadira karena gus Arka terus saja mendekatinya saat pulang dari mencari ketringan.


"Masyaallah dek masih bau emang, kan hubab udah bersih-bersih habis dari luar tadi"


"Hoo" ucap Nadira yang menjawab pertanyaan yang barus saja gus Arka lontarkan sambil dia menganggukan kepalanya seperti anak kecil.


"Udah lek gak usah dipaksa nanti juga hilang sendiri" Saut umi Rika yang baru saja kembali dari dapur. membuatkan susu hamil untuk menantunya itu.


"Makasih umi, Maaf ngerepotin" ucap Nadira tidak enak hati.


"Alah ndok kayak sama siapa aja, umi malah seneng jagain calon cucu umi"


"Abi gimana perkembangan acara pernikahan mas Arga?" tanya gus Arka kali ini dia sudah lama tidak bersama kembarannya itu.


"Sudah lumayan baik lek"


Ternyata abi misbah melakukan komunikasi pada kiyai Mansur tentang pernikahan, gus Arga lewat telepon. Karena belum bisa kemalang hari ini.


Alhamdulillahnya kyai Mansur memakluminya dengan sangat baik.


Gus Arga ternyata sudah siap siaga terlebih dahulu karena tanpa diduga gus Arga ternyata sudah mempersiapkan semuanya satu hari sebelum ia berangkat kemalang. Bahkan cincin pernikahan sudah ada dan gaun pengantin sudah ia siapkan juga. Akan tetapi gus Arga belum memberitahu siapapun terkecuali gus Arka. Karena gus Arka tau segalanya yang kembarannya itu lakukan begitu juga sebaliknya, kecuali tentang rumah tanggan gus Arka.

__ADS_1


__ADS_2