
Saat ini gus Arga sedang mempersiapkan untuk acara wisuda nanti yang mendekati tiga minggu lagi.
"Gimana Dil lu udah ngajuin ke dosen belum?" tanya gus Arga.
"Udah tapi kagak tau ini gue keterima apa nggak capek bener dah gue sumpah gini amat kuliah padahal tinggal wisuda persyaratanya ada-ada aja" keluh Fadil pada gus Arga.
padahal Fadil sudah kedua kalinya mengajukan skripsi akan tetapi ditolak.
"Berdoa aja kali ini lu gak akan gagal lagi" Ucap gus Arga menyemangati temannya itu karen gus Arga juga merasa kasihan pada Padil.
"Iya Amin dah gue udah pasrah aja, semaunya gue serahin sama yang diatas" Ucap Padil begitu serius bahkan gus Arga ingin sekali tertawa Karena memang Fadil itu orangnya jarang serius dia sering sekali bercanda.
"Udah yuk cari makan gue udah laper banget dari tadi di ruang pak bambang dimarahin terus" ajak Fadil sambil berjalan untuk mencari makan begitu juga dengan gus Arga.
" Gue bingung sama tu dosen ni ya gue skripsi gue itu bagus bagett tapi masih aja ditolak sama itu dosen Bambang, awas aja kali ini kalau ditolak lagi" ucap Fadil kesal.
"Heh, gak baik ngomongin orang, dosa"tegur gus Arga.
"Astagfirullah hal-adzim ya Allah maaf kan lah hambamu ini" ucap Padil.
"Puas" Ucapnya lagi kepada gus Arga.
"Sangat puas" Jawab gus Arga sambil terkekeh kecil.
Setelah keduanya sampai di sebuah cafe depan kampus mereka langsung memesan makanan mereka masing-masing.
Keduanya berbincang ringan sambil menunggu makanan tiba.
"Ga coba liat cewe yak didepan pintu itu kayak nya gue pernah liat deh" Ucap Padil,
Barus saja gus Arga akan menoleh ke arah pintu tapi ia urungkan karena makanan mereka sudah datang.
Seorang perempuan yang duduk tidak jauh dari gus Arga dan Fadil, sepertinya perempuan itu sedang memperhatikan keduanya.
"Hay lu Arka kan?" Tanya perempuan itu menghampiri gus Arga dan Padil.
__ADS_1
"Lah orangnya kesini" ucap Fadil akan tetapi perempuan itu tidak memperdulikan ucapan Fadil.
Sedangkan gus Arga hanya fokus pada makanannya karena dia tidak mendengar ucapan wanita itu.
"Hestt, set Ga" ucap Fadil memanggil gus Arga yang masih fokus pada makanannya.
Sedangkan perempuan tadi masih setia berdiri diantara keduanya.
"Apa?" tanya gus Arga sambil mengangkat kepalanya.
"Itu" Jawab Fadil sambil menunjuk ke arah wanita tersebut dan gus Arga pun menoleh
"Kenapa?" tanya Gus Arga pada wanita itu akhirnya
"Ilehh Ar lu lupa sama gue padahal baru beberapa minggu kita gak ketemu gue Wina"Jelasnya dengan suara centil sedangkan Padil yang mendengar ucapan Wina itu bergidik ngeri karena suaranya yang seperti sedang menggoda gus Argaa
" Iya gue inget sekarang lo Wina yang waktu itu ngasih buket di acara wisuda adek gue Arka kan? terus lu juga sedang wisuda, tapi mohon maaf ya gue Arga buka Arka" jelas gus Arga panjang lebar sambil dia menekankan kata 'Arga' Lalu dia melanjutkan makannya, sedangkan Fadil sudah tertawa terbahak-bahak karena Wina salah orang.
"Upss maaf kalau gitu gimana Arka sehat kok sekarang gue kagak pernah liat dia" Ucap Wina berusaha sok akrab pada Arga.
"What, Arka sudah menikah?" ucapnya kecewa dan tidak percaya.
"Heh jamet, satu kampus juga tau kali kalau Arka sudah menikah" jawab Fadil kesal. Karena dia sudah tidak nyaman dengan keberadaan Wina disana.
"Perasaan gue tadi ini meja tentram damai kenapa sekarang kayak ada mahluk gaibnya sih" sindir Fadli
Karena memang dia sudah tidak suka pada Wina saat melihatnya di depan pintu masuk cafe tadi.
"Eh, lu ngomongin gue kalau lo Ngerasa gak nyaman disini yaudah sana pergi" ucap Wina nyolot.
"Heh mak lampir seharusnya lu yang pergi dari sini kan gue dan Arga yang dari tadi disini" Ucap Fadil penuh kemenangan sedangkan gus.Arga hanya diam saja.
Karena sudah kalah Wina hanya diam saja tidak ingin berdebat dengan Padil lagi karena pasti dia akan kalah terus menerus.
"Oke Arga kalau gitu siapa istri Arka?" tanya Wina sok lembut.
__ADS_1
"Apa urusan nya sama lu?, siapa istri adek gue dia nikahnya sama siapa?" tanya Arga datar.
"Sebagai teman yang baik ya gue pengen tau lah siapa istri temen gue?" Ucap Wina berusaha sabar.
Akan tetapi Arga tidak menjawab lagi pertanyaan Wina karena makanannya sudah habis dia langsung bangkit dan membayarnya ke kasir diikuti oleh Fadil mereka berdua meninggal kan Wina tanpa sepatah kata pun.
"Ihhhh nyebelin baget sihh tu orang awas aja lu perasaan waktu di acara wisuda juga dia nyolot bangett sama gue, padahal tadi gue udah ngomong baik-baik" ucap Wina kesal apalagi dia ditinggal begitu saja dengan Fadil dan gus Arga.
"Gue harus beneran balas dendam" ucap Wina dengan senyum liciknya.
Setelah menjauh dari cafe keduanya duduk dikursi taman.
" Tu orang sumpah dateng-dateng udah kayak mak lampir aja" Ucap Fadil setelah keduanya duduk di kursi.
"lu kenapa tadi gak kasih tau siapa istri Arka?" tanya Fadil lagi.
"Karena gue tau kalau Wina itu suka sama adek gue, dan gue gak mau terjadi apa-apa pada keluarga adek gue yang baru saja dibangun" jelas Arga.
"Weh bro, bukankah itu namanya suudzon?" ucap Fadil sok bijak.
" Gue nggak suudzon aneh gue juga tau kalau menuduh orang tanpa bukti itu gak boleh" Jelas Arga.
" Tapikan kalau misalnya kita suka sama orang itu manusiawi" Ucap Padil.
" Iya gue tau tapi cewe yang tadi bukan suka lagi sama adek gue tapi udah terobsesi" Jelas gus Arga.
" Berarti lo punya bukti dong?" tanya fadil penasaran.
" Punya lah kalau nggak punya mana mungkin gue bisa ngomong kayak gini sama lo, udah gue cabut duluan udah mau Asar gue mau sholat dirumah" Ucap gus Arga sambil berjalan meninggalkan taman.
" Nasib-nasib gini amat punya temen main tinggal aja" Ucap Padil pada dirinya sendiri.
Sambil ia berlalu dari taman juga, Pada akhirnya kedua orang tersebut pulang kerumah masing-masing.
Sedangkan Wina yang di cafe tadi entah kemana setelah kepergian gus Arga dan Fadil tidak lama dari itu dia sudah tidak terlihat di cafe
__ADS_1
"Pertanyaan gue apa yang bakal dilakukan Wina sama gus Arga nanti?"(author).