
Dikota Malang...
Tepatnya dirumah kiayi Mansur sedang bingung, karena besok acara pernikahan gus Arka. Kiayi Mansur yang diundang sangat bingung karena dia tidak bisa hadir. Karena ada acara yang tidak bisa iya tinggalkan sama sekali. Dia harus mencari siapa yang akan memenuhi undangan itu. Jika saja ada gus Dika pasti dika yang disuruh kiayi Mansur akan tetapi Dika dan istrinya sudah berada diturki. Tidak mungkin juga dia menyuruh menantunya karena setiap kiayi Mansur mengundang keluarga Anggara pasti mereka sendiri yang akan datang walaupun buka abi Misbah langsung bisa gus Arka atau pun gus Arga.
" Abah kenapa sih dari tadi mondar mandir aja." Tanya umi Nita. karena sedari tadi dia melihat kiayi Mansur seperti sedang gelisa.
"Iya mi, Abi bingung besok kan acara pernikahannya gus Arka, abi di undang tapi abi gak bisa datang. Umi tau sendiri kan jika besok abi ada keperluan mendesak dan tidak bisa dibatalkan" Jelas kiayi Mansur.
Umi Nita yang mendengar penjelasan kiayi Mansur itu pun ikut bingung.
"Suruh wakilin santri putra aja bah gimana?" Usul umi Nita
"Abah sih mikirnya begitu mi tapi kan gak enak sama kelaurga abi Misbah. karena mereka kalau abi undang pasti datang, tanpa ada perwakilan santri lain" Jelas kiyai Mansur dan umi Nita mengangguk paham.
Aqila yang tidak senghaja mendengar obrolan kedua orang taunya menghampiri mereka ke ruang keluarga sambil membawa cemilan yang dia ambil dari dapur tadi.
"Abah, umi biar Aqila aja yang pergi, gak usah mikir lagi besok loh acaranya sedangkan sekarang sudah jam 8 pagi kalu tidak berangkat sekarang bisa jadi Aqila terlambat besok datang nya" tawar Aqila.
Kiyai Mansur dan umi Nita berpikir sebentar untuk memperbolehkan Aqila pergi atau tidak.
Pada akhirnya kiyai Mansur dan umi Nita setuju jika ning Aqila yang akan hadir diacara tersebut, Bukan apa karena kiyai Mansur. Sudah tau jika ning Aqila sering berpergian keluar kota sendiri untuk melakukan tugasnya sebagai perwakilan pesantren al-hidayah untuk mengisi acara-acara yang ada didesa pedalaman. Jadi ning Aqila sudah banyak pengalamannya.
Setelah kiyai Mansur dan umi Nita memberikan izin pada ning Aqila. Ning Aqila langsung memesan tiket pesawar untu hari ini yang jam 10. Akan lepas landas dia segera membereskan barang-barang yang akan dia bawa nanti dibantu umi Nita. Sedangkan kiyai Mansur memanggil Tohir yang masih keponakannya itu untuk mengantar Aqila kebandara.
Setelah sekitar tiga puluh menit ning Aqila menyiapakn semuanya dibantu oleh umi Nita kini dirinya sudah siap hanya menunggu Tohir mengeluarkan mobil saja.
" Loh kok mbak Aqila mau kebandara emang ada acara pengajian dimana lagi mbak? bukanya satu dua minggu ini mbak libur" Ucap Tohir sepupu ning Aqila itu.
Mereka berdua memang dekat Tohir sendiri jika sama ning Aqila sudah seperti adik kandung ning Aqila sendiri. Karena Tohir masih kelas 12 sma. sedangkan ning Aqila sudah lulus 2 tahun lalu akan tetapi dia tidak melanjutkan kuliah.
" Bukan Hir mbak mau kebandung ada acara nikahan anak nya temen abah, tapi abah tidak bisa hadir karena besok ada acara yang gak bisa dibatalkan." Jelas ning Aqila sambil masuk kedalam mobil dan duduk disebelah kemudi.
Tohir dan ning Aqila merupakan saudara sepupu dari ayah Tohir dan abah ning Aqila. Jadi kiyai Mansur tidak takut kalau misalkan ning Aqila pergi berdua dengan Tohir. Tidak akan ada fitnah semua orang yang ada dipesantren juga tau seberpa dekat mereka berdua seperti kakak beradik kandung.
sesampainya dibandara ning Aqila langsung menuju pesawat, yang sebentar lagi akan lepas landas itu.
"Mbak pamit ya janggan nakal inget pesen mbak." ucap ning Aqila pada Tohir karena dia tau Tohir sering bikin ulah.
__ADS_1
" Iya mbak hati-hati ya disana kalau udah sampek kabar kerumah" Jawab Tohir sambil mencium punggun tangan ning Aqila.
"Assalamualikum"
" Walaikumsalam mbak ku yang cantik" ucap Tohir sedikit kencang karena ning Aqila sudah berjalan sambil menarik kopernya.
Tohir tidak langsung pulang dia menunggu pesawat mbaknya itu lepas landas baru lah dia pulang.
Ning Aqila sangat menikmati perjalanan. Karena setiap dia pergi ketempat baru pasti banyak sekali hal baru pula yang dia alami.
Saat ini dia sedang mendengarak murotal sambil menikmati perjalanan.
Sekita 17 jam ning Aqila berada dipesawat sekarang dia sudah berada dibandara bandung dia segera turun dari pesawat, tapi bodohnya dia tidak menanyakan dimana alamat rumah abi Misbah. Pada abahnya dan kiyai Mansur juga umi Nita sepertinya lupa tidak memberikan alamat pada ning Aqila.
Karena bingung ning Aqila hanya menyusuri jalan saja.
" Neng, Neng" panggil supir taksi.
Ning Aqila yang meras dirinya dipanggil mencari sumber suara tersebut.
"Saya mau ke pesantren Darussalam pak tapi saya tidak tau alamtnya" jelas ning Aqila lesu.
"Udah ayok saya antar." tawar tukang taksi tersebut.
Akan tetapi ning Aqila tidak langsung mengiakan. karena dia tidak bisa langsung percaya begitu saja pada orang baru.
" Saya buka orang jahat kok neng tenang aja anak saya juga santri disana, hayok sok saya anter kalau malam disini gak baik apa lagi buat gadis" Jelas pak supir itu lagi dan akahirnya ning Aqila percaya.
Sekitar 30 menit kini ning Aqila sudah sampai didepan gerbang pesantren Darussalam dan dia juga sudah membayar ongkos pada supir,
Sebelum masuk gerbang.
Ning Aqila bisa melihat keadaan pesantren Darussalam sangat ramai karena sepertinya santri habis selesai mengaji ning Aqila samapi tepat pada jm 10: 15 dijam segitu pula gus Arka dan gus Arga selesai mengajar para santri.
"Gue nutup gerbang dulu Dim lu langsung keasaram aja" ucap gus Arga.
Iya pun pergi kearah gerbang, barus saja ning Aqila akan melangkah tapi dia kaget karena sudah ada orang didepannya.
__ADS_1
"Astgafirullah hal-adzim" ucap ning Aqila dan gus Arga yang sama sama kaget.
" lu ning Aqila kok bisa disini sejak kapan?" tanya gus Arga.
"Assalamualaikum gus" sapa ning Aqila.
Sedangkan Arga hanya mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Bisanya dia langsung bertanya seperti itu pada ning Aqila. Karena dia kaget malam-malam begini ning Aqila anak kiyai Mansur bisa sampai depan pesantren milik abinya.
"Walaikumsalam ning" Jawab gus Arga akhir nya.
" Saya barus saja samapi gus sekita 10 menit tadi" jelas ning Aqila
" Kok gak langsung masuk ning?" tanya gus Arga sopan.
"Itu tadi saya liat sepertinya para santri baru selesai mengaji" jelasnya
" Ya sudah ayok masuk dulu ning" ajak gus Arga.
Kedua nya pun masuk bersamaan dengan jarak yang tidak terlalu dekat, Sedangkan para santri yang berlalu lalang tadi penasaran dengan siapa perempuan cantik yang mengbrol denga gus Arga begitu akrab. Akan tetapi keduanya masih menjaga Jarak disitu juga masih ada para santri.
" Siapa tadi cantik bener"
" Calon gus Arga paling" Begitulah kira-kira bisik-bisik para santri.
Setelah berjalan sekita 10 menit dari gerbang kerumah abi Misbah kini gus Arga dan ning Aqila sudah ada didepan pintu utama.
"Assalamualaikum" ucap gus Arga.
Karena dia yakin abi umi sama gus Arka pasti sedang diruang tamu.
" Ning tunggu sebentar biar saya panggil umi dulu" Ucap gus Arga sambil masuk.
Setelah ning Aqila menceritakan semuanya kini dia disuruh beristirahat dirumah sebelah. Karena tidak mungkin umi membiarkan ning Aqila tinggal didalam rumahnya sedangkan anaknya masih pada lajang takut jadi fitnah.
Tadi abi Misbah juga sudah menyuruh salah satu santri putra untuk menyuruh Nadira dan Gina menemani ning Aqila. Karena abi tidak mungkin membiarkan putri bungsu kiyai Mansur menjadi tidak betah.
Ning Aqila tidak masalah dengan itu karena dia juga mengerti. Sekarang ning Aqila ditemanin oleh Nadira dan Gina dirumah itu jadi dia tidak kesepian, mereka dengan mudahnya akrab.
__ADS_1