USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

Setelah umi Rika selesai masak, karena sudah waktunya sarapan kini mereka semua sarapan bersama diruang makan.


"Sayang masih marah?" tanya gus Arka lembut pada istrinya.


"Umi" bukannya menjawab Nadira malah memanggil umi Rika.


"Kenapa ndok?" tanya umi Rika khawatir pada menantunya itu.


"Umi gak mau deket hubab dia bau" ucap Nadira memelas sambil menutup hidungnya


"Astagfirullah" Kaget gus Arka sambil mencium aroma tubuhnya perasaan tadi dia sudah membersihkan diri tubuhnya saja sudah terasa segar.


"Wangi sayang gak bau sama sekali" ucap gus Arka memohon agar Nadira tidak mengucapkan jika tubuhnya bau, karena memang tubuhnya benar-benar wangi.


"Udah lah lek kalau istri kamu gak mau sama kamu, memang kamu bau" ejek abi Misbah


"Ndok coba nanti kita ke dokter siapa tau kamu hamil" ucap umi Rika yang sangat tahu sekali seperti apa keadaan ibu hamil apa lagi hamil muda.


"Hah hamil?" cengoh gus Arka.


"Iya lek umi rasa istri kamu hamil soalnya kayak orang lagi hamil gitu tadi pagi aja mual-mual waktu bau ayam, terus semalem katanya minta rujak, abis itu gak mau cium bau tubuh kamu" Jelas umi Rika.


"Umi Nadira mau ke rumah sakit tapi gak mau sama hubab dia bau" ucap Nadira lagi dia terus saja mengatakan jika gus Arka bau.


"Ya Allah sabarkan lah hamba" doa gus Arka sambil mengangkat kedua tangannya seperti seorang yang sedang benar-benar berdoa serius


"Nanti ke rumah sakitnya sama abi sama umi aja ndok" Jawa abi Misbah


"Iya abi makasih" ucapanya sopan.


Nadira tersenyum bahagian dia tidak menghiraukan suaminya yang sedang memasang muka memelas.


"Udah lek terima nasib kamu aja" bisik abi Misbah pada putranya yang sedang tidak diinginkan oleh istri sendiri.

__ADS_1


"Huh" Lesu gus Arka.


Setelah sarapan bersama mereka semua berkumpul diruang keluarga.


"Umi mas belum ngasih kabar?" tanya gus Arka.


panggilan masuk dari gus Arga.


Barus saja umi Rika akan menjawab pertanyaan gus Arka ponsel abi Misbah berdering menandakan bahwa gus Arga menelpon.


"Assalamualaikum umi, gimana kabarnya?"


"Waalaikumsalam lek sehat Alhamdulillah kamu sendiri gimana?"


"Alhamdulillah semua sehat juga umi"


"Umi, Arga sudah bicara sama kyai Mansyur katanya dia setuju sama usulan umi" Jelas gus Arga diseberang sana.


"Mas gak tanya kabar Arka sama istri Arka nih?" tanya gus Arka. karena di lospek sama umi Rika.


"Adek gue yang paling ganteng serumah, tadi itu gue tanya sama umi mewakili semaunya paham" Jelas gus Arga.


"Hubab sana jauh-jauh, hus-hus" ucap Nadira.


Nadira mengusir gus Arka. karena dekat dengan umi Rika sedangkan di sebelah umi itu Nadira.


"Kenapa umi?" tanya gus Arga dari telepon penasaran.


"Itu Nadira kayaknya lagi hamil, tapi gak suka bau suaminya sendiri " Jelas umi Rika.


Sedangkan gus Arga diseberang sama sudah tertawa lepas, atas apa yang dia dengar sendiri dari mulut uminya.


"Huhh mas gak kasaian sama adeknya" kesel gus Arka saat dia mendengar tawa gus Arga dari telepon.

__ADS_1


"Itu derita lo adek ku sayang" Jawab gus Arga puas sambil tersenyum kecil di seberang sana.


"Belum diperiksa emang umi?" tanya gus Arga lagi


"Belum lek ini niatnya mau kerumah sakit, tapi ndok Nadira gak mau dianter sama suaminya"


Lagi-lagi gus Arga tertawa lepas setelah


mendengar penjelasan uminya.


"Awas kamu mas kalau udah nikah terus  istrinya hamil pasti bakal ngerasain juga" Akan tetapi gus Arga tidak menghiraukan ucapan yang dilontarkan gus Arka pada dirinya.


"Sudah kalau gitu umi Arga tutup dulu telponnya  assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Sambungan pun terputus.


Saat gus Arga sudah memutuskan panggilan teleponnya tadi Umi Rika dan abi Misbah segera mengantar Nadira kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut apakah dia benar hamil atau tidak. Begitu juga dengan gua Arka, tapi dia hanya bisa melihat dari kejauhan dia tidak mau istrinya marah lagi.


"Ya Allah semoga besok sudah normal lagi  amin" doa gus Arka saat dia melihat umi Rika dan Nadira sudah masuk ke ruang pemeriksaan


"Selamat ya bu sudah hamil sekitar 2 minggu" jelas dokter yang memeriksa Nadira.


"Harap jaga kesehatanya bu" pesan dokter itu pada Nadira.


"Alhamdulillah" Ucap mereka serempak


"Baik dok terima kasih banyak"


"Suaminya mana kok gak nganter?" tanya dokter penasaran.


"Istrinya gak bisa cium aroma tubuh suaminya dok" Jelas umi Rika.


"Itu wajar sih bu pada ibu hamil" Jawab dokter tersebut ramah setelah itu umi Rika dan Nadira pamit, karena sudah selesai pemeriksaan dan dokter itu juga tadi sudah memberikan resep obat juga Vitamin pada Nadira.

__ADS_1


__ADS_2