
Gus Arka dan Dimas harus berjalan sekitar sepuluh menit untuk bisa sampai ke kediaman abi Misbah. Sedangkan Dimas langsung menuju asrama putra yang jaraknya sekitar 10 menitu juga dari kediaman abi Misbah.
"Gus saya langsung ke asrama aja ya mau istirahat." Tutur Dimas saat sudah dekat dengan asrama putra.
"Ya sudah sana Dim, kamu pasti capek istirahat dulu sekarang, besok jangan dulu bertugas istirahat yang banyak." Jawab Arka.
"Wah, tumbenni Gus Arka baik, Astagfirullah Dimas gak boleh gitu bukanya bersyukur disuruh istirahat mumpung gus Arka baik." Batin Dimas dalam hatinya merasa sedikit lega.
"Dimas!!"
"Astagfirullahaladzim, kenapa mas teriak?" tanya Dimas kaget sambil mengelus dadanya.
"Gimana saya gak teriak Dimas! kamu dari tadi saya panggil-panggil malah ngelamun." Gus Arka menjawab dengan dingin.
"Maaf mas, ya udah kalau gitu saya duluan Assalamualaikum." Dimas berpamitan pergi karena dia tidak mau disemprot lagi oleh ustadz sekaligus sahabatnya itu.
"Waalaikumsalam Dim."
Setelah kepergian Dimas ke asrama putra, kini gus Arka terus berjalan menuju rumahnya. Sangking ngantuknya gus Arka tidak melihat ada orang di depannya. Juga tempat disekitar hanya ada remang-remang cahaya.
"Aduh." Ujar Nadira karena tubuhnya tidak senghaja ditabrak gus Arka.
"Astagfirullah Mbak ngapain di tengah jalan?" tutur Arka sambil berusaha menahan kantuk yang menyerangnya.
"Anaknya Umi lagi dia yang nabrak gue yang disalahin. Kemaren gue dimarahin juga waktu kesini gak pake kerudung. ya kan mana gue tau." Nadira hanya ngebatin tanpa bisa iya keluarkan.
__ADS_1
Jujur saja dia juga tidak berani untuk membentak orang yang telah menabraknya ini.
Setelah berusaha menghilangkan kantuknya Arka tanpa sadar terpesona dengan pemandangan wanita di depannya itu.
"Cantik, astagfirullahaladzim Arka sadar." Gumun Arka pada dirinya sendiri.
"Maaf Gus, kan gus yang nabrak saya kenapa jadi malah saya yang dimarahi?" ketus Nadira.
"Kemarin juga saya gak salah apa-apa gus marah-marahin saya." Ucap Nadira lagi masih dengan nada ketus.
"Haah! mbak salah orang kali, masa saya marahin mbak kemaren? ada-ada aja."
"Udah deh gus, gak usah pura-pura lupa saya, buru-buru permisi nanti saya telat ngajinya." Ucap Nadira tidak menanggapi kata-kata gus Arka barusan yang iya lontarakan pada Nadira. Dia berlalu pergi begitu saja dari hadapan gus Arka.
"Waalaikumsalam." Sindir gus Arka, karena Nadira tidak mengucapkan salam ketika hendak pergi dari tempat itu.
"Kayaknya itu santri baru masa berani banget bentak-bentak saya, kalau dia bukan santri baru yang ada malah minta maaf berkali-kali, karena takut dapat hukuman dari saya. Terus kenapa lagi tadi itu santri bilangin saya marah-marahin dia kemaren? pasti Mas Arga yang marah sama dia, karena kita kembar jadilah dia nyalahin saya. Tapi kayaknya pernah liat muka tu orang dah kayak mirip seseorang tapi siapa ya? dan dimana juga?" oceh gus Arka tak jelas dengan dirinya sendiri sambil terus berjalan menuju rumahnya.
Saat sudah sampai di rumah gus Arka segera beristirahat di dalam kamarnya. dia sampai di dalam rumah tidak ada orang sama sekali.
Mungkin abi Misbah, umi Rika sama kembarannya itu sedang mengajar para santri.
Gus Arka tidak peduli lagi dengan itu sekarang yang penting tidur itulah yang dia pikirkan saat ini, dengan segera gus Arka mengambil air wudhu untuk sholat isya terlebih dahulu. Setelah menunaikan ibadah isya gus Arka benar-benar tertidur pulas di kamar miliknya dengan pintu kamar yang masih setengah terbuka.
🍂
__ADS_1
🍂
Sedangkan di masjid umi Rika dan abi Misbah sedang mengajar santri putri. Karena mereka kasihan dengan gus Arga yang harus mengajar santri Putra dan putri secara bersamaan.
"Umi itu Dimas bukan?" tanya abi misbah kepada umi Rika saat keduanya sudah berjalan sedikit jauh dari masjid, kebetulan melihat Dimas keluar dari mushola santri putra, mungkin dia habis Sholat Isya.
"Mana bi?" tanya umi Rika sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Dimas.
"Itu yang barus keluar dari mushola umi." Ucap abi Misbah memberi tahu.
"Kang Dimas sini." Pinta abi Misbah melambaikan tanganya agar Dimas mengerti jika dia menyuruh untuk menghampiri abi Misbah dan umi Rika.
"Assalamualaikum abi, umi dari mana kok jam segini masih di luar." Sapa Dimas sopan.
"Waalaikumsalam kang, Ini habis ngajar santri putri, sampai kapan memang Kang?" tanya abi Misbah saat Dimas sudah berada didekatnya.
"Tadi sekitar jam sembilanan Bi."
"Lah terus Arka kemana? kok gak keliatan?" sekarang umi Rika yang bertanya.
"Tadi sudah ke ndalem umi, soalnya katanya udah gak kuat ngantuk Umi." Jelas Dimas.
"Anak itu tidur terus kerjaannya." Gumun Umi Rika pelan.
"Ya sudah kalau begitu kami pulang dulu Kang, Assalamualaikum." Umi Rika dan abi Misbah mengucapkan salam secara bersama.
__ADS_1
"Waalaikumsalam abi, umi." Jawab Dimas sambil menunduk sopan membiarkan gurunya itu pergi terlebih dahulu.