USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

Gus Arga dan yang lainnya, sampai di kediaman, kyai Mansur tepat saat makan malam, mereka semua sudah melaksanakan sholat magrib saat dijalan tadi.


"Abang emang gak dimarahin sama pengurus ya?" tanya Mila pada Tohir saat mereka sudah akan menuju pondok pesantren Al-hidayah.


"Gak donk Mil, kan abang udah izin sama abah sama pengurus juga" ucap Tohir.


"Awas ya Hir kalau kamu boong mbak yang bakal hukum kamu" ancem ning Aqila.


"Gus Arga tolongin Tohir masa mbak Qila nakal" Tohir merengek pada gus Arga seperti bayi yang meminta susu pada ibunya.


" Alah bang lebai banget sih, Kasian tu gus Arga lagi nyetir, kalau misalnya terjadi sesuatu sama kita didalam mobil ini orang pertama yang bakal Mila salahin 'Abang' inget itu bang" Cecer Mila penuh penekanan.


"Bawel banget sih Mil key mak rempong" ucap Tohir mengejek Mila.


Sedangkan gus Arga hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua adik kakak itu yang jarang sekali akur. Setelah sampai di kediaman Kyai Mansur mereka semua disuruh umi Nita untuk makan malam bersama.


"Kyai setelah makan boleh Arga bicara sebentar?" ucap gus Arga.


"Iya gus nanti keruangan saya aja" jawab kyai Mansur.


"Baik yai"


Mereka pun kembali makan bersama. tadi sebelum makan gus Arga dan yang lainnya sudah bersih-bersih sepulang dari jalan-jalan


Kini gus Arga dan kyai Mansur sedang berada didalam ruang kerja milik Kyai Mansur.


"Silakan gus bicara saja tidak apa" ucap kyai Mansur mempersilahkan gus Arga untuk apa yang ingin dia sampaikan.


"Baik yai"


Gus Arga menjaga ucapannya sebentar sebelum kembali berbicara pada kiyai Mansur.


"Jadi begini yai, tadi umi sama abi telpon katanya Arga, gak usah pulang ke Bandung biar umi sama abi nyusul kesini buat membicarakan masalah pernikahan Arga dan ning Aqila. Tapi saya tidak bisa memutuskan yayi, jadi saya harus bertanya dulu dengan yai menurut yai bagaimana?" Jelas gus Arga apa yang diinginkan umi  Rika. jika mereka  saja yang kemalang tanpa gus Arga harus pergi ke Bandung terlebih dahulu.

__ADS_1


"Saya setuju saja gus, asalkan tidak merepotkan abi sama umi mu" ucap kyai Mansur.


"Baik yai terimakasih In sya Allah tidak yai, ini juga kan kemauan abi sama umi sendiri"


Setelah perbincangan selesai gus Arga izin untuk kembali asrama tempat gus Arga tinggal selama berada di pondok pesantren Al-hidayah milik kyai Mansur.


.


.


.


Dikediaman gus Arka dan Nadira...


"Hubab pengen makan rujak" rengek Nadira pada suaminya itu, gus Arka.


"Sayang kok malem-malem mau makan rujak emang ada?" tanya gus Arka was-was pasanya sekarang sudah malam mana ada rujak.


"Tapi sayang ini kan udah malem" ucap gus Arga berusaha mencari alasan.


"Ya udah kalau hubab gak mau cari biar adek aja yang cari sendiri" Nadira mengerut kesal pada suaminya itu padahal dia ingin sekali memakan rujak, tapi malah suaminya tidak peka sama sekali.


Nadira keluar dari dalam rumahnya menuju teras untuk membeli rujak, dia tidak menghiraukan suaminya lagi yang berada di dalam kamar mereka saat ini yang ia ingin ini hanya satu yaitu rujak.


Saat Nadira keluar dari rumahnya kebetulan sekali ada santri putra yang lewat depan rumah milik gus Arka.


"Kang sini" ucap Nadira sambil melambaikan tangannya menyuruh santri putra itu mendekat


" Iya ning ada apa?" tanya kang santri tersebut sopan saat sudah mendekat dirumah gus Arka.


"Kang tolong belikan rujak di warung pak mamat, kayaknya masih ada" Nadira meminta tolong pada santri putra itu.


"Baik ning saya permisi, assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Nadira. sambil dia memberikan selembar uang 50 ribu pada santri putra tersebut.


Tidak perlu menunggu lama santri yang tadi disuruh Nadira untuk membeli rujak sudah kembali dengan membawa sekantong rujak.


"Ning ini rujaknya, sama ini kembaliannya" santri putra itu menyodorkan satu bungkus rujak dan uang kembaliannya pada Nadira.


"Makasih kang, Kembaliannya ambil aja kang" ucap Nadira sambil dia mengambil satu bungkus rujak yang dibelikan oleh santri tadi.


"Iya ning makasih saya permisi assalamualaikum" pamitnya sopan.


"Waalaikumsalam kang dan terimakasih juga"


Setelah kepergian santri putra tadi Nadira pun langsung memasuki rumahnya, dia menuju ke dapur untuk menyantap rujak tersebut.


Gus Arka yang barus selesai mandi karena badannya terasa lengket. setelah beraktivitas dari pagi hingga malam, keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan istri tercinta.


"Sayang kamu dimana?"


Gus Arka mencari keberadaan istrinya di setiap sudut rumah,ternyata Nadira sedang menikmati rujak didapur.


"Sayang aku cariin ternyata kamu disini" Nadira tidak menggubris perkataan suaminya itu, sebenarnya dia juga dari tadi mendengar gus Arka memanggil namanya tapi karena dia masih kesal jadi malas untuk menyahutinya.


"Sayang" ucap gus Arka manja


"Apa!!"


"Buset kenapa istri jadi galak gini sih?" dalam hati gus Arka.


"Sayang kamu kenapa?" tanya gus Arka lembut pada Nadira.


"Gak"


"Awas hubab jangan sentuh-sentuh dan satu lagi malam ini hubab tidur diluar aku gak mau  sekamar sama hubab." ucap Nadira lalu dia pergi kekamar mereka setelah selesai menyantap rujak yang tadi dibelikan oleh santri putra, saat Nadira masuk kedalam kamar dia membanting pintu sedikit keras dan tidak memperdulikan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2