USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

Seperti yang diucapkan umi Rika pada Nadira, jika mereka akan membagikan nasi kotak pada warga benar saja. Sedari tadi setelah selesai sholat Isya berlalu lalang santri putra yang membagikan nasi kotak dan kue untuk warga.


Bahkan sampai jam sepuluh malam mereka semua barus selesai membagikan nasi kotak tersebut, gus Arka sendiri ikut andil dalam hal itu.


Sudah berapa hari terakhir juga Nadira dan gus Arka tinggal di kediaman abi Misbah. bukan apa umi Rika tidak ingin menantunya susah jika harus tinggal dirumah milik gus Arga, karena tidak ada yang menjaganya apa lagi gus Arka setiap hari juga harus pergi bekerja.


"Sayang udah gak bau lagi kan?"


gus Arka bertanya penuh harapan pada istrinya itu sudah 2 hari ini dia tidak bermanja-manja dengan istrinya, karena istrinya tidak menyukai bau badan suaminya sendiri.


Nadira hanya mengangguk lemah untuk menjawab pertanyaan gua Arka tersebut. Karena dia masih tidak betah dengan aroma tubuh suaminya. Tapi dia juga tidak tega melihat suaminya selalu merengek.


Nadira juga sebenarnya ingin sekali dekat dengan gus Arka akan tetapi mau bagaimana lagi. Jika mencium aroma tubuh gus Arka langsung pusing dan mual bukan gus Arka saja yang kangen bermanja dengan istrinya tapi juga Nadira sama halnya dengan gus Arka.


"Sudah lah lek gak usah dipaksa" lama kelamaan abi Misbah juga kasihan melihat putranya yang selalu bertanya masih bau atau tidak dengan menantunya.


"Iya abi" Jawab gus Arka lemah.


"Abi, umi mau tanya?" ucap umi Rika pada abi Misbah dia  barus saja dari dapur sambil membawa cemilan dan minuman untuk mereka semua.


"Ia umi silakan?"


"Abi Inget gak sih, Perasaan umi punya anak yang tukang tidur, terus suka marah-marah juga suka banget hukum santri padahal cuman buat kesalahan kecil"

__ADS_1


Gus Arka, abi Misbah dan Nadira masih menyimak ucapan umi Rika tersebut. Anak tetapi gus Arka juga was-was apa yang sebentar lagi akan keluar dari mulut uminya.


"Anak itu sekarang dimana ya abi kok umi gak pernah liat? Hiskk" Ucap umi Rika pura-pura bersedih yang dibuat agar bisa sesedih mungkin.


"Masyaallah, Astaghfirullah hal-adzim!!"


ucap gus Arka sambil mengelus dadanya sendiri setelah mendengarkan dengan saksama tutur kata uminya. Dia sangat tahu jika uminya itu sedang menyindirnya. Sedangkan Nadira mati-matian untuk tidak menahan tawanya setelah mendengar suaminya beristighfar sangat kencang.


"Haha, upss heheh maaf keceplosan"


cengir Nadira tanpa dosa umi Rika dan abi Misbah hanya tertawa geli beda halnya dengan gus Arka yang menahan kesal dan malu yang bercampur menjadi satu.


"Umi, Abi ketawain suami dosa gak sih?" tanya Nadira dengan begitu polosnya pada kedua mertuannya itu.


"Dosa"


Umi Rika, abi Misbah dan gus Arka menjawab bersama dengan jawaban yang berbeda.


"Hiksss hubab kan aku tanyanya umi sama abi bukan sama hubab" Nadira benar-benar menangis saat ini ketika gus Arka menjawab pertanyaan yang iya lontarkan untuk umi Rika dan abi Misbah.


"Ya Allah cobaan apa lagi ini?"


Keluh gus Arka memelas, dia terlihat seperti orang yang teraniaya. Karena tidak tahan akhir nya umi Rika dan abi Misbah tertawa juga.

__ADS_1


"Iya umi Nadira lupa ngasih tau" ucap Nadira mengalihkan topik pembicaraan mereka, saat tangisnya sudah reda.


" Ia ndok apa?"


"Besok mama sama papa mau kesini sekalian katanya nanti kalau nikahan gus Arga mau bantu-bantu disini. Jadi mama sama papa mungkin akan menginap lama jadi apa boleh umi?" Jelas Nadira.


"Boleh lah ndok terus kamu sama suami mu juga kan belum pernah nginep di rumah papa mama kamu nanti sekali-sekali minep kesana ya  ndok" ucap umi Rika dia teringat jika putra dan menantunya selama menikah belum pernah tinggal dirumah orang tua istrinya.


"Ia umi makasih banyak"


Walaupun Nadira dan gus Arka belum pernah tinggal dirumah pak Jaya papa Nadira selama mereka menikah tapi keduanya tidak pernah telat untuk memberi kabar bahkan setelah Nadira dinyatakan hamil.


Pak Jaya dan mama Lina bisa memaklumi hal tersebut, mereka juga sering berkunjung ke rumah abi Misbah dan sekali-sekali menginap dirumah anak dan menantunya. Saat pak Jaya sedang libur kerja atau malas masuk kantor. Ya karena pak Jaya dan mama Lina lebih banyak waktu luang untuk berkunjung.


Gus Arka dan Nadira begitu antusias untuk mengabari mama dan papa Nadira.


"Umi, abi apa boleh besok Nadira pergi ketaman sama Gina?"


"Dek kok dari tadi ngomongnya sama umi sama abi terus sih kan disini ada suami kamu ini"


ucap gus Arka. sambil menunjuk dirinya sendiri.


Sedangkan Nadira hanya nyengir kuda. Dia juga tidak tau kenapa ingin sekali pamitnya sama umi sama abi buka suaminya. Entah kenapa semenjak hamil Nadira juga jadi malas bicara dengan gus Arka. Mungkin saja efek dari kehamilannya.

__ADS_1


"Hehe gak tau hubab pengen aja"


"Yang sabar ya lek" Ejek umi Rika kasiah melihat putranya seperti tidak dianggap dengan menantunya itu tapi umi Rika juga tidak bisa menahan tawa melihat momen langka tersebut.


__ADS_2