USTADZ KEMBAR

USTADZ KEMBAR
Ustadz Kembar


__ADS_3

"Nasib banget sih, coba tadi mau beliin Nadira rujak kan gak bakal tidur diluar, bego-bego padahal cuman beliin istri rujak aja gak mau, nggak lagi-lagi deh, cukup sekali ini saja" sesal gus Arka karena dia tidak memenuhi permintaan istrinya tadi, akhirnya dia tidur di sofa yang ada di luar.


Saat gus Arka akan tidur di sopa dia urungkan karena mendengar ketukan pintu dari rumahnya.


"Assalamualaikum" orang yang berada diluar rumah mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam ia sebentar" ucap gus Arka sedikit berteriak lalu dia pergi menuju pintu rumahnya yang sedang ada tamu.


"Lo umi sama abi kok kesini malam-malam?" bingung gus Arka pasalnya sekarang sudah  jam 10 malam, saat dia sudah membuka pintu rumahnya.


"Abi sama umi mau minep disini Ar boleh?" tanya umi Rika.


"Boleh lah umi ini kan rumah abi sama umi juga, ya sudah ayok masuk abi umi" ajak gus Arka pada abi dan uminya.


Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah milik gus Arka.


"Nadira mana lek?" tanya umi Rika saat tidak melihat keberadaan Nadira didalam.


"Udah tidur umi" Jawab gus Arka.


Padahal dia tidak tau Nadira sudah tidur apa belum. Tapi memang Nadira sudah tertidur setelah mengunci kamar mereka dan dia menangis sampai akhirnya tertidur lelap. Bahkan dia tidak tau umi Rika sama abi Misbah datang berkunjung kerumah mereka.


"Ya udah kalau gitu umi sama abi juga langsung mau tidur" ucap umi Rika sambil berlalu dengan abi Misbah menuju kamar yang biasa mereka tempati Nadira dan gus Arka memang sengaja menyiapkan kamar itu untuk abi dan umi mereka juga ada kamar untuk kedua orang tua Nadira.


"Ia umi" jawab gus Arka setelah itu dia kembali ke sofa untuk tidur.


"Nasib banget dah tidur di sofa mana umi sama abi minep lagi dah gimana kalau ketahuan kan gak lucu" gumun gus Arka sambil dia segera memejamkan matanya untuk pergi ke alam mimpi miliknya.


Pukul 03 dini hari abi Misbah terbangun, karena haus dan dia juga akan melaksanakan sholat sunnah malam bersama istrinya tapi nanti setelah abi Misbah mengambil minum baru dia akan membangunkan umi Rika.

__ADS_1


Abi Misbah keluar dari kamarnya, saat di ruang tamu dia mendengar suara dengkuran halus, abi Misbah menyalakan saklar lampu agar terlihat siapa yang sedang tidur siapa tau maling kan tidak tahu


Kel


Akhirnya lampu di ruang tamu menyala dengan terang menampakan sosok yang sedang mendengkur halus itu.


"Astagfirullah hal-adzim" kaget abi Misbah sambil mengusap dadanya karena kaget.


Gus Arka yang mendengar suara abi nya pun langsung terjaga.


'Nah kan ketahuan juga malunya sampek ulu hati ihhh aduhh' batin gus Arka saat kesadarannya sudah berkumpul dan melihat abi nya sedang berdiri di hadapannya.


"Ar kenapa kamu tidur di sofa bukan di kamar?" tanya abi Misbah.


"Iya bi" jawab gus Arka.


Lalu gus Arka menjelaskan semuanya perihal kenapa bisa tidur di sofa bukan di kamar.


"Udah Ar itu nasib kamu lagian juga kenapa gak langsung dibeliin?"


"Ia bi Arka juga nyesel" Jawabnya lemas


Setelah itu mereka melaksanakan sholat sunnah bersama begitu juga umi Rika yang sudah bangun, abi Misbah sudah menceritakan semuanya pada umi Rika masalah putra mereka. umi Rika juga menyalahkan gus Arka. salah siapa istri pengen rujak gak dibeliin.


Sedangkan ditempat lain dirumah itu, tepatnya dikamar Nadira dan gus Arka. Nadira sedang melaksanakan sholat sunnah sendiri  tanpa suaminya.


Suara adzan subuh berkumandang bembangukan Nadira yang sedang terlelap tidur sehabis sholat sunnah tadi malam. biasanya setelah sholat sunnah dia akan mendengarkan suara suaminya yang sangat merdu saat melantunkan ayat-ayat suci al-quran dan subuh dia akan terbangung dalam dekapan suaminya tapi malam ini tidak. oleh suaminya itu sendiri.


Seperti biasa Nadira setelah bersih-bersih dan sholat subuh dia akan langsung ke dapur untuk memasak.

__ADS_1


"Loh ndok udah mau masak aja" sapa umi Rika yang baru saja keluar dari kamar.


"Astagfirullah hal-adzim" Kaget Nadira.


"Umi kapan kesini nya kok Dira gak tau?" tanyanya tidak enak.


"Tadi malam ndok jam 10 kamu sudah tidur" Nadira pun mengangguk mengerti.


"Mau masak apa ndok?"


"Masak ayam umi"


"Biar umi bantu ndok"


"Iya umi"


Barus saja Nadira akan mengeluarkan ayam dari kulkas perutnya terasa mual seperti ingin sekali muntah.


Week


Week


"Ya Allah ndok kamu kenapa?"


"Gak tau umi tapi ayam nya bau baget Dira gak suka baunyal ucap Nadira lemas setelah mengeluarkan semua isi perutnya.


"Ya udah kamu duduk aja biar umi yang masak ya" ucap umi Rika waspada dengan keadaan menantunya itu.


"Ia umi"  ucap Nadira sambil pergi dari dapur.

__ADS_1


Nadira pun terpaksa harus diam saja tanpa membantu umi Rika yang sudah mulai melakukan pekerjaanya dengan cekat, sebenarnya Nadira tidak enak pada umi Rika tapi mau bagaimana lagi.


Sedangkan gus Arka dan abi Misbah sudah kemasjid untuk sholat subuh dan setelahnya mengisi pengajian para santri putra dan putri.


__ADS_2